23

797 92 2
                                        

Benar saja sesuai perkataan jaemin, dia benar-benar membawa renjun ke mansion utama Na. Taeyong yang melihat jaemin membawa calon menantinya lantas menyambutnya dengan senyum lebar dan memeluknya.

"Yaampun sayang, mommy rindu tahu sama kamu." ucap Taeyong.

"Njun juga mom. Lagian salahkan saja nana yang tak membawa injunie kemari." ucap renjun membalas pelukan ibu jaemin itu. Jaemin hanya diam dengan wajah datarnya.

"Mommy akan monopoli tunangan mu hari ini. Jadi jangan mengganggu." ucap taeyong lalu menarik renjun dan membawanya begitu saja. Jaemin hanya membiarkan karena itu memang tujuan jaemin untuk membawa renjun ke mansion nya.

"Temui aku di markas." ucap jaemin pada seseorang di seberang telpon itu lalu dia pun pergi begitu saja.

Sementara itu, sungchan saat ini tengah menyetir mobil tapi bukan menuju mansion nya melainkan mansion utama Nakamoto untuk mengantarkan shotaro yang menurutnya semakin menyebabkan itu 

"Sungchan? Kau merasa aneh tidak dengan sih anak baru itu?"

"Tidak" datar sungchan.

"Aneh sekali, aku merasa ada sesuatu dengan anak baru itu. Kau tidak mungkin kehilangan kemampuan dalam mencurigai seseorang bukan?" ucap shotaro melihat sahabatnya itu.

"Diamlah. Kau sangat berisik." ketus sungchan.  Dan shotaro hanya mengangkat bahunya lalu memutuskan melihat pemandangan dari jendela yang memang tertutup itu.

Tak lama, mereka berdua sampai di mansion utama Nakamoto, shotaro lantas tersenyum pada sungchan sebelum turun.

"Makasih ya sungchan. Kau tidak ingin mampir?"

"Tidak." datar nya dan shotaro hanya terkekeh pelan, ntah kenapa menjadi cuek sangat tak sesuai dengan sungchan.

"Baiklah kalau begitu tuan datar." ucap shotaro lalu dia pun keluar dan sungchan setelah menjalankan mobilnya tanpa harus menunggu shotaro masuk kedalam.












At. Markas.

Jeno duduk sendirian didalam ruangan itu, dia bahkan merasa bosan untuk menunggu orang yang belum memperlihatkan batang hidungnya. Padahal dia yang menyuruhnya datang.

Cek lek.

Jeno menatap malas pada pintu yang terbuka dan memperlihatkan orang yang dia tunggu.

"Kau telat Na Jaemin." sang empu hanya diam mengabaikan lalu duduk di hadapan jeno.

"Yang aku suruh tadi sudah dapat?"

"Tak ada yang mencurigakan dari anak baru itu jaemin." ucap jeno memberikan map pada jaemin. Pria itu lantas langsung membuka dan melihat berkas itu.

"Kenapa kau sangat curiga padanya?" ucap jeno kembali.

"Karena dia memang pantas dicurigai." ucap jaemin datar lalu meletakkan berkas itu diatas meja. Dan menghubungi seseorang.

"Aku mau kau mencari tahu soal seseorang."

".... "

"Apapun, asal bukan tunangan ku."

".... "

"Oke, aku mau semuanya sampai ke akarnya."

".... "

"Jay?"

"Bukan. Tapi kekasihnya. Ingatkan dia memiliki kekasih seorang hacker?" datar jaemin dan jeno hanya menganggukkan kepalanya saja.

"Tapi sepertinya kau hanya cemburu karena dia menatap renjun, lagian tak ada yang aneh, jadi kenapa kau sangat curiga?"

"Kau tahu aku tak suka tempatku terganggu apalagi tercemar. Dan dia mungkin bisa memiliki potensi itu." ucap jaemin datar.

"Lalu dimana renjun? Kau mengantarnya pulang ke mansion utama Nakamoto?"

"Dia dengan mommy ku. Aku sengaja agar dia tak mencari tahu apa yang sedang aku lakukan. Untuk kali ini, aku merasa ada bahaya, jadi aku tak akan melibatkannya sama sekali." datar jaemin.

"Ntah bahaya, ntah perasaan cemburumu itu." gumam jeno pelan.

"Aku mendengarnya." datar jaemin.

"Sudahlah, aku duluan." ucap jeno lalu dia pun pergi begitu saja sedangkan jaemin hanya menatap datar kepergian jeno.

"Aku tak akan membiarkan siapapun menyentuh milikku." monolognya.







































#####

Black Love (jaemren)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang