Sesampainya di depan tenda yang akan di tepati bersama dengan jaemin, renjun pun semakin kesal lalu diapun masuk dengan wajah cemberut nya dan melihat jaemin yang tak memperdulikannya sama sekali, membuatnya semakin kesal saja pada pria yang sayangnya merupakan tunangannya itu.
Renjun lantas meletakkan tas yang dia sandang dengan kasar keatas kursi tapi jaemin tetap tak bergeming dan tetap membaca ntah buku apa. Tapi tanpa diketahui oleh renjun jaemin sudah menahan rasa gemasnya karena dia sangat tahu kalau tunangannya itu akan kesal jika Jaemin tak kunjung membujuknya. Tanpa sadar mereka memiliki sifat yang sama.
Renjun lantas mendekat dan berdiri dihadapan jaemin.
"Kau akan tetap mengabaikan ku seperti ini na jaemin?"
"Bukankah kau yang mengabaikan ku?' datar jaemin. Membuat Renjun mendengus.
"Baik, kalau begitu aku akan pindah saja. Aku akan tidur dengan Haechan dan menyuruh jeno kemari." Ketus renjun tapi belum sempat renjun berbalik jaemin lebih dulu menarik tangan tunangannya hingga sang tunangan terduduk di pangkuannya.
"Kau menyebalkan." Ketus renjun dengan wajah cemberut bahkan bibirnya sudah manyun.
Cup.
"Siapa suruh cium-cium." Kesal renjun menghapus bekas ciuman jaemin pada bibirnya dan itu membuat jaemin tersenyum lebar karena sepertinya tunangannya benar-benar sangat kesal. Dan itu senua hanya karena Jaemin melarangnya makan eskrim Tempo hari.
"Baiklah. Maafkan Nana hmm? Tapi tetap saja kau yang bersalah."
"Aku tidak bersalah. Kau yang bersalah dan melarang ku." Kesal renjun. Jaemin tertawa lalu diapun merapikan anakan rambut renjun lalu menatap mata serupa rubah itu. Mata indah yang akan selalu menjadi kesukaan jaemin.
"Aku yang bersalah. Jadi maafkan aku dan jangan mendiami ku lagi. Mengerti?"
"Hmm." Angguk renjun dengan wajah cemberut nya itu. Jaemin lantas membawa renjun pada dekapan hangatnya.
"Aku sangat merindukanmu."
"Aku juga sangat merindukanmu Nana." Ucap renjun sembari memeluk erat jaemin dan menyamankan diri dalam pelukan hangat tunangannya itu.
Yangyang sengaja mengintip tenda jaemin dan renjun yang terlihat sudah berbaikan saat ini. Membuat Yangyang tersenyum senang karena akhirnya kedua orang itu berbaikan. Sungguh sangat menyenangkan dan diapun membuat Yangyang berjalan dengan senyum bahagia di wajahnya.
Di tenda nohyuck, terlihat sedang membereskan barang-barang mereka, setelahnya merekapun duduk dengan canggung diatas tempat tidur yang akan menjadi tempat mereka tidur selama beberapa hari.
"Chan?"
"Hmm?"
"Apa kau lelah?"
"Sedikit."
"Ingin istirahat atau kau ingin jalan-jalan denganku disekitar sini sembari melihat lihat dan menghirup udara segar."
"Hmm boleh." Ucap Haechan tersenyum lalu jenopun berdiri dan diapun mengulurkan tangannya dan dengan senang hati di terima oleh Haechan lalu keduanya pun keluar dari tenda untuk berjalan-jalan di sekitar tempat itu.
Sementara itu di tenda Mark dan jungwoo mereka berdua dilingkupi oleh kecanggungan saat ini. Bahkan Jung woo hanya bisa diam.
"Ekhem!"
"Kenapa Mark?"
"Aku akan ke toilet, kau bisa merapikan barangmu lebih dulu dan istirahat "
"Baiklah."
"Kalau ada yang kau butuhkan langsung hubungi aku saja." Ucap Mark sembari mengangkat ponselnya dan jung woo hanya mengangguk. Setelah Mark pergi, Jung woo pun memegang dadanya yang berdebar dan memegang pipinya yang dia yakin sangat memerah saat ini.
"Kau benar-benar aneh Kim Jung woo." Monolognya.
#####
Double up nih reader-nim😁
Sebagai balasan karena ara gak update kemarin😁
KAMU SEDANG MEMBACA
Black Love (jaemren)
FanfictionNa Jaemin adalah anak satu-satunya keluarga mafia Na yang terkenal tidak tersentuh dan sangat bucin pada sang tunangan yang dijodohkan dengannya, Nakamoto Renjun, anak kedua dari mafia terkenal di Jepang. juga disertai perjalanan cinta anak bungsu k...
