"Hueeeeeee!!!! Kenapa kau membawaku ke apartemen mu? Kau ingin aku tidak lulus ya?!" Kesal renjun yang baru saja di dudukkan jaemin diatas sofa. Jaemin lantas berjongkok dihadapan tunangannya itu dan diapun menghapus airmata sang tunangan juga menggenggam tangan tunangannya itu.
"Sayang? Kau kesakitan, lagian aku akan izin." Ucap jaemin.
"Ini hanya tamparan kecil jaemin. Lagian kenapa kau perduli? Bukannya kau merajuk padaku?" Ketus renjun lalu membuang muka pada jaemin.
Jaemin terkekeh karena tunangannya sangat menggemaskan sekali saat ini, bagaimana jaemin bisa merajuk lama, jika tunangannya akan membalas dengan merajuk lebih lama dari jaemin. Jaemin lantas memegang dagu sang tunangan dan menghadapkan kepalanya kembali sembari menatap mata serupa rubah itu.
"Maafkan Nana hmm? Nana tidak mungkin bisa merajuk dengan injunie lebih lama lagi." Ucap jaemin lembut.
"Tidak mau, aku tidak mau memaafkanmu. Sudah sana menjauh." Ucap renjun mendorong jaemin lalu diapun beranjak dan pergi ke dapur, jaemin hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah tunangannya itu, dan dia yakin 100% kalau tunangannya itu mencari eskrim saat ini, tapi jaemin tak akan membiarkan karena hari masih cukup pagi saat ini. Tidak baik bagi kesehatan tunangannya.
Di dapur.
Renjun masih kesal bahkan dia mendumel saat ini, dia kesal karena wanita sialan yang menamparnya. Sungguh rasanya dia ingin menghilangkan wanita itu dari kehidupannya. Rasa kesalnya saat ini membuatnya menginginkan eskrim. Persetan dengan jam yang masih pagi. Lagian sekarang rasanya sangat panas kok.
Renjun pun membuka pintu kulkas dan berbinar melihat cup besar eskrim didalam kulkas tunangannya, tapi saat akan mengambilnya jaemin lebih dulu menutup pintu kulkas, membuat Renjun berbalik dan menatap tajam tunangannya itu.
"Tidak ada eskrim injunie, hari masih pagi. Aku tidak mau kau sakit." Ucap jaemin.
"Pokoknya aku mau eskrim, kalau kau melarang aku akan pulang sekarang "
"Injunie, nana mohon. Hmm? Kau bisa sakit nantinya sayang." Ucap jaemin.
"Aku mau eskrim pokoknya. Eskrim jaemin!" Kesal renjun.
"Tidak." Kekeh jaemin.
"Oke fine. Kalau begitu, aku kembali ke rumah." Ucap renjun kesal sembari menghentakkan kakinya membuat jaemin hanya bisa mengejar tunangan mungilnya untuk memastikan keselamatannya. Karena dia sangat tahu bagaimana renjun jika sedang marah. Tapi dia lakukan ini, untuk kebaikan tunangannya itu.
Sementara itu di tempat berbeda, terlihat seorang pria muda yang tengah berhadapan dengan pria yang lebih tua.
"Kau sudah siap bukan?"
"Hmm, aku sudah siap ayah. Lagian kau harus percaya pada anakmu sendiri."
"Kau harus ingat, kalau semua ini bertujuan agar kita bisa membawa Lee Daehwi pergi dari mereka. Dia akan menjadi jalang kita. Tapi satu hal, kau harus bermain cantik tanpa menyentuh keluarga kai Lee, key Kim, Jung Yunho, Seo Johnny, Nakamoto Yuta dan yang paling utama, jangan sampai menyentuh keluarga Na. Dan satu lagi, aku peringatkan padamu, jangan pernah memperlihatkan diri dan mendekat pada anak kedua keluarga Nakamoto."
"Kenapa ayah?"
"Karena dia adalah tunangan anak sematawayang keluarga Na, jika kau berani maka aku tak akan bisa menyelamatkanmu sama sekali."
"Aku mengerti, lagian aku tak akan mungkin menggagalkan rencana kita. Kau tenang saja."
"Asisten Park akan ada bersama denganmu, dan kau harus menjaga sikap karena asisten Park akan selalu melaporkan apapun yang kau lakukan."
"Aku mengerti ayah, sudah ya. Aku akan berangkat, takut ketinggalan pesawat." Lalu pergi begitu saja.
"Jaga dia dan laporkan semua hal yang dia lakukan nantinya. Mengerti?"
"Baik tuan. Saya permisi." Ucapnya lalu membungkuk dan pergi menyusul tuan muda itu.
At. Jungsik restoran.
Changmin kaget melihat kedatangan Kyung Soo yang tumben sekali bahkan tak mengatakan apapun padanya.
"Kenapa datang kemari Kyung Soo? Apa ada sesuatu yang harus dibicarakan denganku?" Ucap Changmin.
"Tidak Hyung, aku hanya janjian bertemu dengan Taemin. Kebetulan kami setuju akan bertemu disini."
"Apa ada masalah serius?"
"Tidak, hanya saja ada sesuatu hal yang ingin aku sampaikan pada Taemin"
"Aaa." Angguk Changmin mengerti. Disaat bersamaan Taemin pun datang dan mendekat pada keduanya.
"Hallo hyung." Sapa Taemin tersenyum pada Changmin.
"Hai Taemin, kalian lanjut ngobrol saja berdua. Aku masih ada pekerjaan sedikit." Ucap Changmin.
"Besok malam jadikan Hyung bergabung diacara camping yang di rencanakan suami kita-kita itu?"
"Pasti, kalau begitu aku permisi ya." Ucap Changmin tersenyum lalu meninggalkan keduanya.
"Ayo Taemin, aku sudah pesan ruangan vip karena pembicaraan ini sangat pribadi." Ucap Kyung Soo.
"Baik " Ucap Taemin lalu mengikuti Kyung Soo.
At. Mansion utama Nakamoto.
Renjun masuk dengan kesal lalu diapun langsung menuju kamarnya menggunakan lift bahkan dia tak perduli dengan beberapa maid yang sedang bersih-bersih dan menatap bingung pasalnya tuan muda mereka pulang padahal masih pagi sekali. Tapi mereka tak berani bertanya karena sepertinya tuan muda mereka lagi memiliki mood yang jelek.
Renjun yang akan masuk kedalam kamarnya, berhenti lalu diapun berbalik dan melihat seorang maid yang sedang melap meja yang berisi foto-foto keluarga mereka.
"Tolong bawakan eskrim stroberi cup besar sekarang juga ke kamar saya."
"Tapi tuan muda, nanti saya bisa dimarahi nyonya dan tuan." Ucap maid itu membungkuk.
"Itu urusan saya nanti, cepat." Kesal renjun karena mood nya yang hancur dan maid itu langsung pergi untuk mengambil permintaan tuan muda rumah itu. Sedangkan renjun langsung masuk kedalam kamarnya dan membanting pintu kamarnya. Sungguh Na Jaemin itu benar-benar sangat menyebalkan!
#####
KAMU SEDANG MEMBACA
Black Love (jaemren)
FanfictionNa Jaemin adalah anak satu-satunya keluarga mafia Na yang terkenal tidak tersentuh dan sangat bucin pada sang tunangan yang dijodohkan dengannya, Nakamoto Renjun, anak kedua dari mafia terkenal di Jepang. juga disertai perjalanan cinta anak bungsu k...
