2.2

3.3K 330 78
                                        

"Gulung celanamu kiri."

Jake menggelengkan kepalanya cepat, menarik bantal sofa untuk menutupi kaki kirinya.

"Jake-"

"No Jake, but Ikeu.. Sunghoonie~" rengek Jake dengan alis menukik tak suka.

"Kalau begitu gulung dan beritahu aku keadaan lutut kirimu."

Jake kembali menggelengkan kepala, menolak keras permintaan Sunghoon.

"Shim Jaeyun jangan menguji kesabaranku."

Manik Jake menyendu, bahkan lengkung bibirnya pun menurun sedih, merasa tak suka dan takut dengan nada suara Sunghoon yang mendingin.

"Jangan begitu, aku takut.."

Sunghoon mengusap wajahnya kasar, lantas bejongkok tepat didepan Jake.
Tangan kanannya mengusap pipi Jake, mengulas senyum tipis setelah ia mengambil nafas dalam guna meredakan amarahnya yang nyaris saja meledak.

"Aku harus bagaimana supaya kau mau mendengarkan aku."

Jake menatap mata lelah itu, lantas memeluk leher Sunghoon, menjatuhkan dagunya di bahu Sunghoon dengan helaan nafas yang berat.

"Kurasa lutut kiriku agak memar, tapi aku meyakini kalau aku baik-baik saja.
Aku masih bisa berjalan dengan baik, kumohon percaya padaku."

Sunghoon memejamkan matanya, menghalau emosi yang kembali merangkak naik.

"Boleh kulihat?"

Jake melonggarkan pelukannya, dengan kepala yang saling berhadapan dan jarak kurang lebih 10 cm, Ia dapat melihat kilatan emosi dimanik tajam Sunghoon.

"Berjanji padaku untuk tidak marah dan bertindak berlebihan, okei."

Tak ada respon balasan apapun dari Sunghoon, namun Jake yakini jika tatapan Sunghoon semakin menajam.

"Sunghoooon~" rengek Jake seraya menggoyang badan Sunghoon, namun Sunghoon tak kunjung merespon.

"Please.. jangan marah."

Sunghoon menghela nafas berat, lantas mengecup lama pipi kanan Jake.

"Tergantung sememar apa kakimu." Balasnya acuh.

Jake nampak menimang-nimang ucapan Sunghoon, namun melihat alis tebal itu kian menukik, ia mau tak mau meminta Sunghoon menyingkir dan mulai menggulung celana baggy jeans hitamnya sampai atas lutut, guna memperlihatkan lututnya yang woow ternyata warnanya sudah memar keunguan dan melebar menutup hampir keseluruhan lututnya.
Ia tak tau jika memarnya bisa sampai seperti itu, padahal ia hanya jatuh berlutut saat salah satu fans didekatnya tak sengaja terdorong kencang dibelakang tubuhnya karna padatnya fans yang menyambut kedatangannya dan juga Sunghoon.
Benar-benar diluar dugaan jika kedatangannya dan Sunghoon mendapat antusias yang sangat luar biasa di bandara.

"ARGH SIALAN!! SEJIN LIHAT ULAHMU DAN AGENSI TIDAK BECUS INI!!!
BERITAHU BOSS SIALANMU ITU UNTUK MENGHIRE BANYAK BODYGUARD SELAMA KITA DISINI!!!"

📸📸📸

"Bodoh! Otakmu dimana kutanya?!!"

"Diam sialan!! Aku juga tidak menduga akan seramai dan sekacau itu bandara.
Si sialan Sejin tidak membiarkan aku menggandeng tangan Jake, argh jika mengingatnya lagi ingin ku hajar wajah menyebalkan itu!!!"

"Aku melihat postingan beberapa fans yang diupload di X dan rasanya kepalaku mau pecah."

"Bawakan orang terpercayamu untuk memperketat penjagaan Jake selama disini, Jay."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 06, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

One More ChanceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang