Hanya perasaannya saja atau memang tubuhnya semakin mengecil dibanding dengan member lain.
Seingatnya dulu tingginya dengan Sunoo dan Jungwon itu hampir sama, bahkan ia sedikit lebih tinggi dari keduanya, tapi kenapa sekarang Sunoo dan Jungwon terlihat lebih tinggi darinya.
Curang! Begitu fikirnya, kenapa pertumbuhannya jadi melambat seperti ini.
"Ada apa dengan rautmu itu?" Tanya Sejin seraya memberikan botol mineral ketangannya.
"Tidak ada!." Jawabnya ketus.
Sejin menaikan sebelah alisnya, lantas menatap Niki yang justru terkekeh pelan.
"Moodnya sedang jelek." Ujar Sunoo dengan mata terpejam, mengingat Heejin sedang menyapukan eye shadow dikelopak matanya.
"Aku? Tidak! Dasar sok tau." Kilahnya dengan manik memicing kesal.
"Iya bukan Hyung, tapi Sunghoon Hyung." Bela Jungwon seraya mengusap lembut pucuk kepala Jake, yang tentunya dibalas rengekan karna takut merusak tatanan rambutnya.
"Kenapa, hmm?" Bisik Jay, yang tiba-tiba saja datang dan duduk disebelahnya.
Jake tentu saja mendelik sebal, merasa kaget dengan kedatangan Jay.
"Ish, kaget!"
Jay terkekeh pelan, lantas mendusel gemas diceruk leher Jake.
"Aku tanya, kenapa tidak dijawab."
"Aku baik-baik saja, memangnya aku kenapa?!"
Jay menangkup gemas dagu Jake, lantas menendang lutut Jungwon untuk menyingkir.
"Pergi sana, giliranmu." Usir Jay.
"Jangan kasar!" Omel Jake, yang dibalas senyum merekah dari Jungwon.
"Oh manis sekali." Puji Jungwon diakhiri dengan kecupan gemas dipipi Jake sebelum melangkah pergi menghampiri Sejin yang sedari tadi menunggunya.
"Kau belum menjawabku."
Jake mendengus seraya menepuk paha Jay, lantas berusaha mendorong dada Jay yang terus ingin memeluknya.
"Sunoo bilang moodku sedang jelek-"
"Memang kan." Potong Jay yang seketika membuat Jake kembali mendelik tak terima.
"Tidak! Kenapa memotong ucapanku, semuanya menyebalkan! Minggir jangan peluk-peluk aku!!!"
Jake beranjak berdiri setelah sebelumnya mendorong bahu Jay untuk menyingkir.
"Moodnya benar-benar sedang buruk." Ujar Jay diakhiri dengan kekehan gemas saat melihat Jake yang duduk disofa ujung memeluk pading putih milik Heeseung dengan bibir mencebik.
"Oy! Jangan mendekatinya, biarkan saja dulu." Seru Jay saat melihat Heeseung akan menghampiri Jake.
Heeseung menaikkan sebelah alisnya, lantas mengerti saat melihat raut wajah kesal Jake.
"Hal apa lagi yang membuat moodnya begitu buruk."
📸📸📸
"Serius hanya aku yang diundang?" Tanya Jake sekali lagi melihat undangan dari brand ternama yang diberikan Sejin.
"Aku sudah mengatakan yang kesepuluh kali dan jawabanku tetap sama." Balas Sejin seraya merapihkan barang barang dari fans saat fansign 1 jam yang lalu.
"Yang lainnya tau?" Tanya Jake menatap Sejin dengan manik berairnya lantaran menguap.
"Belum kuberitahu, tapi aku yakin mereka akan mencari banyak cara supaya kau tidak datang."
KAMU SEDANG MEMBACA
One More Chance
Fanfiction"kenapa kalian menatapku seperti itu?" "seperti itu bagaimana?" tanya Heeseung dengan sebelah alis terangkat keatas. raut wajahnya memang terlihat tenang, namun siapa sangka sebuah senyum miring tercetak samar dibelah bibirnya. "jadi.. Hyung menyuka...
