"Hujannya cukup deras... paman dan bibi juga sedang tak ada di rumah...
Kau tau tubuhku cukup dingin sekarang ... bisakah kau menghangatkannya?!" Tanyanya setelah bertubi-tubi menciumku.
Aku merasa kaku dan gugup dengan kata-kata itu.
Aku berfikir apa kakak sekarang sedang mengujiku atau apa?!
Tanpa berfikir panjang aku langsung memeluknya.
Ia sedikit kaget ketika melihatku, ujung bibirnya naik dan tertawa kecil dan jahil.
"Hahaha" sambil tertawa tentu saja langsung membalas pelukanku.
Lalu berbaring di sebelahku, tawanya begitu garing seakan tanpa maksud tertentu.
Ia benar-benar tertawa lepas tanpa ada kepalsuan yang selama beberapa tahun ini ia tunjukkan padaku.
Aku berfikir "ah, ternyata kakak bisa tertawa seperti ini juga ya...yokatta ne..."
Sesaat aku langsung tersadar dengan lamunanku dan tiba-tiba kesal.
"Kenapa?! Bukankah kakak memintaku untuk di hangatkan, berpelukan merupakan salah satu cara menghangatkan suhu tubuh. Benar kan?!"
Naomi terlihat begitu kesal dengan reaksi kakaknya, namun Erick cukup bahagia untuk menjahilinya.
"Bahkan saat aku melakukan skinsip dengan mu, kau masih bisa berfikir polos seperti itu."
Erick menyampingkan tubuhnya ke arah noemi terlentang saat ini.
Tatapannya menjadi cukup licik dan sexy selayaknya setan sedang menggoda manusia berbuat maksiat.
"Maksudku menghangatkan bagian ini..." ucapnya dengan suara deep talk dan sexy.
Sambil memegagang bagian sentral kemalu*nnya.
Wajah Nao seketika memerah dan memukul dada bidang Erick.
Erick yang awalnya menyamping ke arahnya terlentang lagi karena menerima pukulan yang tak seberapa.
Namun anehnya dia tak henti-hentinya tertawa.
"Kakak selalu tidak serius, mungkin saja perasaan padaku juga begitu." Ucap Nao asal.
Seketika Erick terdiam sejenak.
"Kalau aku tidak menyukaimu, mana mungkin aku menciummu... kalau kau mengungkit Karina, itu karena dia yang menyodorkan dirinya padaku.
Sedari kecil kau itu sangat berbeda. Menghadapi tempramen ku pastinya orang lain akan jera, atau mungkin dia punya manfaat saat dekat denganku. Kau ingin selalu berada di dekatku tanpa syarat.
Apapun yang kau lalukan untukku juga tanpa syarat. Aku tahu itu..."
Nao cukup terkejut mendengar ucapan itu.
"Tapi sikap kakak sebelumnya menunjukkan dengan jelas bahwa kakak tidak menyukaiku dan risih dengan kehadiranku". Ucap Naomi sedih.
"Aku menahannya... karena aku sudah berjanji pada orang tua kita. Mereka sudah menganggap ku sebagai anak kandungnya meski aku hanya anak mendiang sahabat mereka.
Ketika aku melihatmu beranjak dewasa, ah tidak saat pertama kali bertemu pun... aku tak pernah menganggapmu sebagai saudaraku...
Melihatmu mengikutiku kesana kemari, dengan tulus memanggilku 'kakak, kakak~'
Dalam hati kecilku berfikir, bagaimana aku bisa memikirkan hal tak senonoh seperti itu.
Makanya aku memaksakan untuk kuliah di tempat yang jauh, meninggalkan kalian... dan bekerja di kota setalah lulus....
KAMU SEDANG MEMBACA
Brother's Prison
Aktuelle LiteraturSejak kecelakaan keluarga Smith, Naomi Smith terpaksa harus kehilangan orangtuanya. Sekaligus menjadi pewaris tunggal sebagai tuan tanah dari perkebunan tanaman pangan seluas 50 hektare di pedesaan. Sayangnya karena umur yang masih 18 tahun, hak as...
