"PANASSSS"
Anaya terus bergerak gelisah di atas ranjang dia membuka bajunya lalu melempar nya sembarangan
Bima dengan cepat mengunci pintu lalu menghampiri Anaya yang terus bergerak gelisah.
"Nay " ucapan Bima tertahan begitu melihat dada sekal milik Anaya Bima tidak munafik dia juga menginginkan Anaya , memiliki Anaya seutuhnya namun dia sudah berjanji untuk melakukan semuanya ketika keduanya menikah dia tidak ingin membuat Anaya sedih dan melanggar janjinya.
"Bim panasss " adu Anaya merintih napasnya memburu begitu melihat Bima menghampirinya darahnya berdesir kuat menahan gejolak di dalam tubuhnya
Bima dengan lembut meraup bibir Anaya dengan lembut namun Anaya yang di penuhi hasrat mulai membalas ciuman Bima bahkan dengan lihai menggunakan lidahnya Bima tersenyum di tengah ciuman panas mereka jemarinya dengan nakal meremas bukit kembar milik Anaya membuat Anaya semakin merintih
"Ah... Bim "
" iya sayang " Bima mulai mencium ke area tulang selangka lalu dengan cepat membuka bra lalu melemparnya jika biasanya Bima hanya bermain-main dari luar kini dia melihat nya dengan jelas lalu meraup nya Bima menyusu layaknya bayi yang kehausan
Anaya mendesah semakin tersiksa dia jelas menginginkan lebih kepalanya berdenyut nyeri
"Bim " racau Anaya dia menarik rambut Bima lalu kembali menciumnya
Bima tersenyum gadisnya kenapa jadi nakal seperti ini Anaya mencium leher Bima lalu meninggalkan jejak keunguan di sana.
" kamu nyari mati sayang "
Anaya terus mendesah ketika Bima mencumbu nya jelas ia menginginkan lebih
Tubuh keduanya kini tengah sama- sama nacked
" kamu gak akan nyesel? " tanya Bima di telinga Anaya dia ingin menanyakannya sekali lagi sebelum semuanya terlambat
" i want" ucap Anaya yang kini mencium bibir Bima tak kalah rakus
Tangan Bima mulai bergerilya di pusat tubuh Anaya tanpa melepas tautan bibir keduanya Anaya semakin menggelinjang di buatnya desahannya lolos begitu saja
Hingga Bima mulai memasukkan kejantanannya Anaya menggigit bibir bawahnya
" kamu sempit banget sayang " ucap Bima lalu mencium kembali bibir Anaya mencoba memberinya rangsangan setelah di rasa tenang Bima mulai menggerakkan pinggulnya memberi tempo dari mulai lambat hingga cepat sampai keduanya mencapai klimaks
****
Sementara di luar kamar panji bersama Raka dan Agha tengah mencari Nadia
Kemunculan sosok Agha di sadari oleh Raka
"Sebaiknya lo pergi Gha biarin Virgo yang di sini "
" gak bisa gua mau buat perhitungan sama tuh cewek Virgo gak bakalan becus urus dia"
Panji bergidik ngeri melihat tatapan penuh intimidasi dari sosok lain dari diri Virgo
Ketiganya berjalan mencari perempuan yang telah membuat gara-gara tersebut Raka
***
Bima menyelimuti Anaya yang sudah tertidur sejak 5 menit yang lalu dia tersenyum begitu Anaya menyusup ke dalam pelukannya awalnya Bima ingin membiarkan Anaya untuk beristirahat namun melihat Anaya kini memeluknya dia tak tega untuk meninggalkan nya.
Bima mencium dahi Anaya dengan durasi yang cukup lama
" maafin aku sayang aku udah ngelanggar kesepakatan kita "
Bima melirik noda darah di kasur miliknya ada rasa sesal terselip di dalam hatinya namun ia juga tidak tega melihat Anaya tersiksa.
Sementara di luar rumah Nadia berencana kabur dia beberapa kali mengecek ponsel miliknya berharap grab pesanannya segera datang namun sayangnya Agha lebih dulu mencekalnya
KAMU SEDANG MEMBACA
Bima
Teen Fictionmenceritakan tentang perjuangan seorang gadis bernama Anaya untuk meluluhkan hati Bima lelaki yang di sukainya sejak masuk SMA akankah Bima membalas perasaan Anaya?
