Di hari yang sudah menjelang gelap, dua saudara ini duduk berdampingan di sofa dengan ponsel di tangan. Mereka menonton sebuah video tutorial di TikTok tentang cara membuat banana cake yang kelihatan mudah dan cepat. Sang creator tampak lihai mengocok adonan, lalu menunjukkan hasil kue yang mengembang sempurna.
“Lihat, gampang banget!” seru Beomgyu dengan semangat.
“Kita pasti bisa juga, hyung.”
“Kamu yakin? Kamu aja masak mie instan suka kebablasan airnya.”
Beomgyu berkilah sambil langsung berdiri. “Itu kan beda! Ayo, kita coba. Bahan-bahannya udah ada, kan?”
Tak lama, dapur mereka penuh dengan bahan : pisang matang yang sudah disiapkan, tepung terigu, gula, mentega cair, baking powder, vanilla, serta beberapa butir telur. Alatnya pun sudah siap seperti mangkuk besar, spatula, timbangan, dan loyang.
“Step one!” Yeonjun menirukan video TikTok itu, “haluskan pisang matang.”
Ia mengambil garpu dan langsung mengulek pisang dalam mangkuk. Adiknya itu membantu menahan mangkuk, meski tangannya kadang sengaja menggoyang membuat pisang hampir tumpah.
“Jangan usil!” ujar Yeonjun bersungut-sungut.
“Hehehehe....” yang diomeli hanya terkekeh.
Setelah pisang halus, mereka menambahkan gula dan mentega cair, lalu mengaduknya rata.
“Next, pecahkan telur dan masukkan ke adonan,” ucap Beomgyu membaca layar ponselnya.
Dengan penuh percaya diri, ia mengambil satu butir telur. “Biar aku aja, hyung. Ini gampang!” katanya, lalu mengetukkan telur di sisi mangkuk.
Crack! Tapi terlalu keras, cangkang hancur berantakan dan sebagian putih telur malah jatuh di meja, bukan ke dalam mangkuk.
“HAHAHAHA!” Beomgyu langsung terbahak sendiri, menepuk-nepuk meja.
Yeonjun berdiri terpaku, wajahnya menegang menahan kesal.
“Beomgyu. Minggir.”
Tanpa banyak bicara, ia mengambil telur berikutnya. Crack! sekali ketuk, mulus masuk ke dalam mangkuk tanpa satu pun cangkang tersisa. Yeonjun menoleh ke adiknya dengan ekspresi datar namun penuh arti. “Gini caranya.”
"Iya, iya, maaf deh. Aku lanjut bacain step berikutnya aja," jawabnya sembari melihat video yang mereka jadikan patokan.
Yeonjun yang melakukannya semua. Mulai dari menakar tepung, menaburkan baking powder, menuang vanilla, lalu mengaduk adonan sampai lembut. Kalau adiknya? sesekali mendekat, tapi lebih sering menunjukkan layar ponsel.
Saat adonan sudah dituangkan ke dalam loyang dan oven dinyalakan, Beomgyu menepuk bahu kakaknya.
“Hyung, kita keren! Kita berhasil bikin banana cake bareng. Walaupun hasilnya belum tau.”
Yeonjun meliriknya dengan alis terangkat. “Kita? Dari awal sampai akhir aku yang kerja. Kamu cuma bikin telur berantakan.”
“Tapi aku kan yang bacain step-stepnya. Tanpa aku, hyung nggak tahu urutannya,” jawab Beomgyu dengan bangga.
Yeonjun hanya menghela napas panjang menahan kesalnya sambil menyalakan timer oven. Padahal banana cake ini, dibuat 100% dengan tangannya.
-------------------------------------
⛓️ 𝐂𝐇𝐀𝐈𝐍 ⛓️
-------------------------------------
KAMU SEDANG MEMBACA
Chain [Short Story]
Short StoryKakak beradik yang hidupnya penuh dengan : ribut soal hal sepele, saling jebak dengan keusilan, tapi tetap nggak bisa hidup tanpa satu sama lain. Dalam setiap keributan mereka, terselip momen manis yang menunjukkan bahwa di balik semua pertengkaran...
![Chain [Short Story]](https://img.wattpad.com/cover/333659552-64-k233783.jpg)