Sore itu, Yeonjun baru saja pulang setelah seharian pergi bersama teman-temannya. Bahunya terasa berat karena lelah, tapi pikirannya teringat pada sesuatu........ atau lebih tepatnya, seseorang.
‘Oh iya… Beomgyu nitip kue,’ gumamnya sambil menepuk dahi.
Tanpa pikir panjang, lelaki itu memutar arah menuju toko kue langganan keluarga mereka, toko kecil yang aroma butter-nya selalu memenuhi udara sejak di depan pintu. Ia memesan kue favorit adiknya yaitu strawberry shortcake dengan krim lembut dan potongan buah segar di atasnya. Setelah dibungkus rapi, ia membawa pulang kotak putih itu.
Begitu membuka pintu rumah, aroma wangi vanilla bercampur pendingin ruangan langsung menyambutnya. Di ruang tengah, terlihat adik tengilnya sedang duduk santai di sofa, menonton acara variety show sambil memeluk bantal. Begitu mendengar suara pintu terbuka, ia menoleh cepat.
“HYUNG! Di beliin, kan?” serunya dengan antusias.
Yang ditanya hanya mengangkat kotak kue itu sedikit. Beomgyu langsung bangkit dan menghampiri kakaknya, matanya berbinar seperti anak kecil yang baru dapat hadiah.
“Makasih, Hyung! Kupikir lupa karena Faktor U”
Yeonjun hanya menatap tajam ke arahnya, melepas sepatunya lalu menaruh tas di kursi. Sementara itu, Beomgyu sudah sibuk membuka kotak kue dan memotong sedikit bagian atasnya dengan sendok plastik.
“Hmm… enak banget,” katanya sambil mengunyah.
Tapi beberapa detik kemudian, ekspresinya berubah berpikir. “Tapi ini pasti lebih enak kalau udah dingin.”
“Maksudnya mau masukin ke kulkas dulu?”
“Iya. Biar krimnya lebih enak. Aku taruh bentar, nanti aku makan lagi.”
Beomgyu pun berjalan ke dapur, menaruh kotak kue itu dengan hati-hati di dalam kulkas, lalu menutup pintunya.
“Jangan disentuh ya, Hyung!” katanya setengah bercanda sebelum berbalik menuju tangga. “Aku mau ganti baju dulu.”
Yeonjun hanya mengangguk, kemudian duduk di kursi dekat dapur, melepas jam tangan dan menghela napas panjang. Tapi tak lama kemudian, matanya melirik ke arah kulkas. Pikiran jahilnya muncul begitu saja.
“Cuma sedikit, dia nggak akan sadar,” bisiknya sambil berdiri dan membuka kulkas pelan-pelan.
Ia mengambil sendok plastik yang sudah ada di dalam kotaknya, yang sudah pernah dipakai adiknya itu dan menyendok sepotong kecil.
Hmm… enak juga.
Krimnya lembut, rasa strawberry-nya pas, dan entah kenapa semakin dimakan, tangannya tidak berhenti.
Beberapa menit kemudian, Yeonjun menatap ke kotak kue yang kini... kosong. Ia terdiam. “Ooh.”
Saat itulah, langkah kaki terdengar dari tangga. “Hyung! Aku mau-”
Beomgyu berhenti di ambang dapur. Pemandangan di depannya membuatnya ternganga.
Kakaknya berdiri di depan kulkas yang masih terbuka, bibir dan pipinya belepotan krim putih, memegang sendok plastik bekas, dan kotak kue di tangannya sudah bersih tak tersisa.
“HYUNG!!!” teriak Beomgyu kencang sampai gema suaranya terasa di seluruh rumah. “ITU KUE KU!!”
Yeonjun yang masih menahan tawa canggung mencoba menjelaskan, “Aku cuma mau nyicip dikit tapi... ngga sadar-”
“NGGA PEDULI!”
Beomgyu menatap kotak kosong itu seolah menatap masa depannya yang hancur. Yeonjun, di sisi lain, menutup mulutnya yang masih penuh sisa krim, lalu nyengir lebar.
“Gapapa, besok aku beliin lagi. Sekalian dua kotak deh,” katanya dengan nada menenangkan.
Tapi Beomgyu hanya mendengus sambil menepuk dahinya. “Kamu tuh bener-bener nggak bisa dipercaya kalau urusan makanan, Hyung…”
Yeonjun terkekeh, “Tapi jujur, kuenya emang lebih enak pas dingin di mulutku.”
Bahkan sebelum ia selesai bicara, beomgyu sudah melempar bantal dari sofa ke arah Yeonjun, yang buru-buru kabur sambil meminta maaf.
-------------------------------------
⛓️ 𝐂𝐇𝐀𝐈𝐍 ⛓️
-------------------------------------
KAMU SEDANG MEMBACA
Chain [Short Story]
Short StoryKakak beradik yang hidupnya penuh dengan : ribut soal hal sepele, saling jebak dengan keusilan, tapi tetap nggak bisa hidup tanpa satu sama lain. Dalam setiap keributan mereka, terselip momen manis yang menunjukkan bahwa di balik semua pertengkaran...
![Chain [Short Story]](https://img.wattpad.com/cover/333659552-64-k233783.jpg)