Oasis Kuno – Malam Hari
Langit gurun bertabur bintang, angin malam bertiup lembut. Setelah pertarungan sengit, tim memutuskan berkemah di dekat oasis yang kini sunyi. Api unggun menyala redup, cahayanya menari di wajah-wajah mereka.
Kiba sudah setengah rebah sambil mengelus Akamaru.
"Hhh... akhirnya bisa bernapas lega. Jujur, aku kira kita akan terkubur di reruntuhan tadi."
Shino duduk tenang seperti biasa, serangga kikaichū-nya berkeliaran di sekitar sebagai sistem alarm.
"Pertarungan tadi menunjukkan pola pergerakan yang... aneh."
Gaara duduk tak jauh dari Hinata, bersandar ringan pada batu besar. Sasuke duduk menyendiri sedikit lebih jauh dari api unggun, tapi matanya tetap memerhatikan mereka—terutama Hinata—dari kejauhan.
Temari dan Kankuro tiba tak lama kemudian, membawa beberapa laporan intel dari desa. Kankuro meletakkannya di tengah lingkaran api unggun.
"Kami periksa kembali ruang laboratorium di bawah. Ada sesuatu yang harus kalian lihat."
Kertas peta terbuka. Ada coretan rumit dan tanda segel. Hinata mendekat untuk melihat, mata Byakugannya memindai pola chakra.
"Ini... bukan segel biasa," gumamnya pelan. "Pola ini... seperti sisa segel milik Orochimaru."
Sasuke menegakkan tubuhnya. "Orochimaru?" Nada suaranya dingin tapi tajam.
"Dia sudah mati. Kalau ini ulahnya, berarti seseorang meneruskan pekerjaannya."
Gaara menatap peta dengan serius.
"Kami juga menemukan lambang organisasi kecil... mereka menyebut diri mereka 'Kagerō' — kelompok sisa-sisa shinobi eksperimen yang dulu bekerja di bawah jaringan Orochimaru. Mereka bersembunyi di gurun sejak perang berakhir."
Shino menambahkan, "Tujuan mereka kemungkinan adalah menciptakan tipe Zetsu yang bisa hidup tanpa chakra Indra–Asura... dan bisa dikendalikan."
Hinata terdiam. "Jadi... eksperimen itu... bukan sekadar penelitian biasa. Mereka berusaha membangkitkan sesuatu."
Kankuro menyeringai pahit. "Ya. Dan sepertinya kita baru saja membongkar markas kecil mereka. Kalau ada satu lab, kemungkinan besar masih ada jaringan lain."
Suasana sejenak hening. Hanya api unggun yang berderak.
---
Beberapa saat kemudian – pinggiran oasis
Tim mulai tidur bergantian. Kiba dan Akamaru langsung tertidur pulas. Shino berjaga. Gaara, seperti biasa, tetap terjaga sambil duduk di atas dinding pasir kecil mengamati gurun. Sasuke bersandar di batang pohon, matanya tertutup tapi jelas belum benar-benar tidur.
Hinata berjalan pelan ke arah air oasis, membasuh wajah. Angin malam menyapu rambutnya yang panjang. Bayangannya terpantul di air, tapi pikirannya jauh melayang...
'Naruto... aku pikir dengan ikut misi ini, aku bisa berhenti memikirkanmu. Tapi... entah kenapa... hatiku malah makin bingung...'
Bayangan Sasuke yang tadi menangkapnya, dan tatapan Gaara yang tenang, muncul bergantian di pikirannya. Dadanya terasa penuh sesak.
"Tidak bisa tidur?"
Hinata menoleh cepat. Gaara berdiri beberapa langkah darinya, jubah Kazekage-nya melambai ringan tertiup angin. Tatapan matanya lembut tapi dalam.
"G-gaara-sama... aku hanya... mengambil udara segar."
Gaara berjalan mendekat, berdiri di sampingnya menghadap air oasis.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unintended
FanfictionSetelah perang dunia ninja usai, Hinata memilih pergi dari Konoha. Alih-alih demi sebuah misi, Hinata hanya sedang berusaha membuat jarak untuk mengobati hatinya yang retak. Dalam perjalanan ia menemukan banyak hal tak terduga ... mampu merasakan ci...
