Tidak banyak barang yang terdapat di dalam ruangan tersebut. Ruangan itu pun sebenarnya cukup besar jika hanya ditempati oleh satu orang saja. Di sana hanya ada meja kerja lengkap dengan kursi besar yang cukup nyaman. Lalu dua kursi berukuran sedang yang letaknya persis di depan meja tersebut, berhadapan dengan kursi utama. Selebihnya tidak ada perabot apa-pun, kecuali sebuah pintu yang ada di sudut ruangan, pintu untuk menghubungan ke dalam ruang arsip dan toilet pribadi yang letaknya sengaja terpisah.
Pemiliknya memang tidak terlalu menyukai banyak hal yang mengganggu pandangannya saat bekerja. Pemilik ruangan itu lebih suka menatap ruangannya yang kosong atau hamparan pasir dari balik jendela kerjanya saat ia butuh melepas penat.
"Konoha telah mengirimkan Shinobi mereka untuk membantu melacak kemungkinan Zetsu putih yang masih ada."
Perempuan yang selalu menguncir rambutnya empat bagian itu menunggu reaksi pemimpin desa yang juga adalah adiknya, setelah ia memberikan laporan terkait perkembangan penyelidikan terhadap Zetsu putih. Adiknya, Sabaku Gaara melihat padanya sekilas, sebelum kembali sibuk memerhatikan huruf yang berbaris di dalam dokumen yang sedang ia pegang.
"Uchiha Sasuke juga ikut dalam misi ini."
Kalimat Temari berhasil menarik perhatian Gaara dari dokumennya. Kening Gaara mengernyit, "Apa Uchiha Sasuke bisa dipercaya?"
Gaara melihat Temari mengangkat kedua bahu, "Entahlah."
"Hm."
Gaara menepis pemikiran buruknya terhadap Sasuke yang sebenarnya ikut andil cukup besar pada pecahnya perang ninja beberapa waktu lalu. Uchiha Sasuke adalah seorang nuke-nin dari Konoha dan cukup ditakuti karena kekuatan Kekkei genkai-nya. Namun, di detik-detik terakhir, Sasuke juga yang membantu mereka mengalahkan Juubi.
"Hokage pasti sudah memikirkannya, Gaara."
Gaara mengangguk pelan tanda setuju dengan apa yang Temari ucapkan.
"Beberapa hari lagi mereka akan tiba di Suna, aku juga sudah mempersiapkan Shinobi kita untuk bergabung dengan mereka."
Gaara mengangguk lagi.
Suna, adalah salah satu desa yang mengalami kondisi terparah saat perang. Dan beberapa hari lalu, seorang Shinobi melapor tentang adanya ruang rahasia yang mereka temukan. Ruangan itu letaknya cukup jauh dari Kage Tower dan pemukiman penduduk. Ruangan bawah tanah itu terletak disebuah kawasan gurun pasir yang masih menjadi bagian dari Suna. Ada jalan terowongan yang menghubungkan ruangan tersebut ke sebuah wilayah yang saat ini masih dalam tahap penyelidikan.
"Sepertinya mereka akan tinggal cukup lama di Suna." Temari tidak menunggu respon Gaara saat selanjutnya ia berkata, "Aku akan menyiapkan tempat tinggal untuk mereka." dan segera keluar dari ruangan Gaara.
Sepeninggal Temari, Gaara melihat seekor elang berlambang Konoha datang dan hinggap di kusen jendela ruang kerjanya. Tanpa berpikir panjang, Gaara menghampiri jendela tersebut, meraih sebuah kertas yang digulung dan diselipkan pada kaki kiri si elang.
Gaara tersenyum tipis saat membaca kertas yang ternyata adalah sebuah surat dari Naruto, sahabatnya.
Dalam suratnya, Naruto hanya menuliskan beberapa kata yang menggambarkan rasa bahagianya. 'Gaara aku akan menikah dengan orang yang aku cintai!'
Hati Gaara menghangat, ia pun lantas ikut merasakan perasaan bahagia yang tersampaikan dengan baik lewat surat singkat Naruto.
Menikah?
Gaara melihat elang pengantar pesan itu terbang tinggi seakan menembus awan yang berarak. Dalam tatapannya yang bebas, Gaara mulai tergelitik untuk memikirkan perihal hatinya yang selama ini belum pernah tersentuh oleh hal-hal sentimentil seperti cinta. Yang Gaara tahu, ia sangat menyayangi almarhum ibunya, hanya itu cinta yang ada di dalam hati Gaara.
Orang yang dicintai?
Gaara Tertegun. Naruto tentu lebih beruntung, pembawaan sikapnya yang sangat hangat dan terbuka akan perasaan-perasaan baru yang ada, memudahkan Naruto untuk bisa merasakan dan mengutarakan perasaannya secara gamblang. Gaara yakin jika Naruto tidak membutuhkan waktu lama untuk melakukan itu semua. Dan nyatanya, sahabat pertamanya itu sebentar lagi akan segera menikah, membangun sebuah keluarga untuk keberlangsungan Klan-nya yang hampir punah.
"Menikah ya," gumaman Gaara disambut hembusan angin yang memaksanya untuk memejamkan mata.
.
.
.
Tbc-Thankiss :*
KAMU SEDANG MEMBACA
Unintended
FanfictionSetelah perang dunia ninja usai, Hinata memilih pergi dari Konoha. Alih-alih demi sebuah misi, Hinata hanya sedang berusaha membuat jarak untuk mengobati hatinya yang retak. Dalam perjalanan ia menemukan banyak hal tak terduga ... mampu merasakan ci...
