221-230

9 2 0
                                        

Bab 221 – Pengepungan Gerombolan Iblis

"Lynne!"
"Yang Mulia!"
Enam saudari Dewa Tertinggi, bersama Ayaka dan yang lainnya, melesat dari Kota Hekiraku dan terbang ke hamparan jurang yang gelap.

Di dalam kegelapan jurang yang tak terbatas, aura iblis yang dahsyat menyerbu mereka dari segala arah. Rasanya mereka bagaikan kapal yang ditelanjangi, tenggelam ke kedalaman samudra, padahal laut itu adalah segerombolan iblis hidup yang mendekat.

"Ini jebakan! Semuanya jebakan!" teriak Asura-Onna.

"Pertahanan Kota Hekiraku sudah hancur. Bagaimana kita bisa melawan ini?" Suara Rakshasa-Onna bergetar tak percaya. Bahkan setelah puluhan ribu tahun di Yomi, ia belum pernah menghadapi situasi seburuk ini.

"Apa lagi yang bisa dilakukan? Kita lawan." Suara Lily dingin dan tegas. Matanya tenang saat ia menghadapi gelombang iblis yang tak berujung, tanpa sedikit pun rasa takut.

Ia pernah jatuh ke Yomi sebagai Bintang Biduk, diburu tanpa henti oleh para iblis dan dikejar oleh Dewa Tertinggi. Namun ia selamat. Kini, kekuatannya menyaingi kekuatan para Dewa Tertinggi itu sendiri. Sebanyak apa pun musuh yang menghadangnya, ia tak perlu takut.

Kelopak bunga sakura bermekaran di sekelilingnya, berputar-putar sejauh puluhan kilometer. Berbalut pakaian merah tua, Lily berdiri di tengah badai gemilang Scarlet Lunar Sakura Force. Bagai bulan purnama yang jatuh dari langit, ia menerjang kawanan iblis.

Ia telah menanggung hukuman ilahi, jatuh ke dalam Yomi, dan melarikan diri demi menjaga kesuciannya. Ia terseret ke dalam kengerian Rakshasa Dojo, dipaksa masuk ke dalam Parade Malam Seratus Gadis, meraih posisi puncak melalui darah dan tekad, lalu ditukar dengan Jurang Tak Terbatas bagaikan sesajen. Ia hampir kehilangan semua yang ia sayangi.

Kebencian telah membara diam-diam dalam dirinya selama ini. Demi saudara-saudarinya, ia telah menelan harga dirinya dan bernegosiasi dengan para dewa iblis jurang. Namun kini, akhirnya, tak ada lagi ruang untuk diplomasi, hanya perang.

Dengan kecepatan yang mencengangkan, Lily melesat ke dalam gelombang iblis. Langit dipenuhi makhluk terbang, kapal hantu, dan iblis bersayap yang melolong saat mendekat. Namun dalam sekejap, ribuan orang jatuh ke dalam jangkauan Domain Sakura Bulannya yang luas.

Dengan tatapan terfokus, Lily mengerahkan seluruh kekuatan energi Lunar Sakura-nya. Kelopak-kelopak yang berputar di sekelilingnya berubah menjadi bilah-bilah halus yang tak terhitung jumlahnya. Wilayah kekuasaannya kini lebih dari sekadar proyeksi Dunia Jiwa, diperkuat oleh kekuatan Dewa Tertinggi dan diperkuat oleh luasnya Kekuatan Lunar merahnya. Bahkan ia tak mampu mengukur batasnya.

Badai bilah bunga sakura mencabik-cabik gerombolan itu bagai pusaran angin puyuh, mengiris daging dan tulang. Ribuan iblis hancur dalam sekejap mata. Sisanya nyaris tak bisa bereaksi saat Lily, yang terbungkus cahaya cemerlang, menebas barisan mereka dengan membabat habis.

Dengan denyut energi yang tiba-tiba, Lily menghilang dan muncul kembali di tempat lain. Badai baru bilah-bilah sakura meletus dari hadapannya, menebas setiap iblis di sekitarnya. Hanya mereka yang memiliki kekuatan di luar Tahap Infernal yang berhasil bertahan hidup, dan bahkan mereka berjuang untuk tetap berdiri.

"Kekuatan apa ini?" seorang iblis tersentak. Baru saja melangkah ke Panggung Infernal dan tanpa harta pelindung maupun kekuatan ilahi, ia diserang dari segala arah. Luka-luka menganga di sekujur tubuhnya, energinya terkuras dalam hitungan detik. Terjebak dalam badai kelopak bunga, ia tak punya tempat untuk melarikan diri dan musnah dalam sekejap.

Tidak seorang pun yang dapat mengantisipasi bahwa Lily, bahkan dalam situasi putus asa seperti itu, akan membunuh iblis tingkat Neraka tanpa menghunus pedangnya.

Gadis Pedang IblisCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang