19. Hati Kecil Pria Keras Kepala

160 22 10
                                        

Terima kasih kalian yang sudah menungguku kembali ke dunia kepenulisan, maaf lama update

-----

🎧 Young Captain - 予你 (Give You)

-----

****************************

BAB 19.
Hati Kecil Pria Keras Kepala

|

Sepulang sekolah di pinggir lapangan Sheril tidak sengaja melihat Mogens yang membonceng Valerie di motornya. Gadis itu hanya melihatnya diam. Ia benar-benar tidak akan mengganggu cowok itu lagi.

Sheril ikhlas apabila sampai hari kelulusan sekolahnya nanti ia belum bisa berpaling dari Mogens, ia menerimanya. Bagaimana pun juga kehidupan harus tetap berjalan meskipun ia harus merasa sakit sendirian.

Sheril berangkat ke bengkel motor tempat di mana ia bekerja. Hingga sore ia tidak berhenti melakukan pekerjaannya. Saat sudah waktunya pulang kerja ia tidak sengaja melihat ibu Mogens dan keponakan Mogens tengah ada di dekat daerah bengkelnya.

Namun dari jarak yang tidak terlalu jauh Sheril terkejut saat ada pria bermotor menarik tas ibu Mogens, bermaksud mencopet. Sheril tidak tinggal diam, ia langsung berlari mengejar pencopet itu. Sialnya, ia terjatuh di aspal hingga kedua lututnya terluka.

Gadis itu belum menyerah. Ia meminta bantuan teman kerjanya yang hendak pulang untuk dibonceng mengejar pencopet itu. Sheril berhasil menangkap pelaku setelah dibantu oleh beberapa pengguna jalan.

Ibu Mogens tiba di tempat Sheril berada lalu bergegas turun dari mobil dan menghampiri Sheril.

"Sheril! Kamu gapapa?" tanya Eva panik.

"Tante kok susulin aku?" Sheril bingung dan terkejut. Ia pun sadar kini tas ibu Mogens ada di tangannya. "Ah, ini Tante tasnya."

Evaa mengusap pelan kepala Sheril. "Astaga Sheril makasih banget ya udah bantuin tante. Lutut kamu jadi luka gitu. Tadi, tante mau ketemu kamu."

Sheril menggeleng cepat pertanda hal itu bukan masalah besar. Evaa melihat ada kafe kecil di depan, ia mengajak Sheril untuk duduk di dalam kafe itu sebentar. Setelah berbincang tidak terlalu lama, Sheril berpamitan ke toilet.

Ia bersembunyi karena ia tahu sebentar lagi Mogens akan tiba di kafe itu karena Evaa menyuruhnya datang. Sheril mengintip dari balik tembok dan dugaannya benar, Mogens datang dengan terengah-engah.

Sheril memerhatikan begitu khawatirnya Mogens kepada ibunya, cowok itu tanpa berhenti mengecek kondisi Evaa. Mogens mengajak Evaa keluar dari kafe itu. Sheril masih tetap diam di tempatnya hingga mereka pergi. Sheril melangkah dengan terpincang-pincang untuk mencari angkutan umum karena motornya tertinggal di bengkel.

****

Di sebuah kamar luas dengan penerangan minim, Mogens tidak berhenti memukul samsak tinju. Ia tidak jadi mengobrak-abrik markas Andre setelah mendapat pesan dari ibunya tentang pencopetan tadi sore.

Ucapan Evaa terus terngiang di kepalanya. Keringat yang membasahi tubuhnya ia biarkan. Rasanya ia hanya ingin terus melampiaskan kejanggalan di dadanya.

"Ibu tau kamu udah lama putus dengan Sheril, di ultahan kemarin juga kamu cuma akting di depan Ibu. Ibu harap kamu ngga terlalu dingin ke dia. Ibu ngga meminta kamu untuk balikan. Dia itu anak yang rapuh, Mogens."

Cowok itu mengusap wajahnya setelah menghentikan pukulannya. Kakinya melangkah ke rak kecil, ia membuka salah satu laci. Tangan kanannya mengambil secarik foto yang masih tersimpan bersih di sana. Memandangnya dengan tatapan sendu.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 13 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

MOGENSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang