48

88 6 4
                                        

Hai Hai balik lagi sama author

Author yakin kalian pasti udah lupa sama alur ceritanya ini karena author yang jarang updated

Jadi kalian baca aja ya walaupun lupa wkwkkw

Jangan lupa vote dan komen😘😘😘

Happy Reading
.....

Udara sunyi menguap di permukaan dan ketegangan masih terasa karena di dalam kamar rumah sakit Steven masih diperiksa keadaan oleh dokter karna terjadinya kejang-kejang.

Karina sudah tidak bisa lagi menahan tangisnya sedari tadi dan terus merapalkan doa agar Steven cepat balik kesedia kala. Sedangkan Nendra hanya terdiam karna masih bingung dengan keadaan semua ini.

Hingga beberapa menit kemudian dokter keluar dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Keluarga Steven", ucap sang dokter dengan berat hati

Karina pun terbangun dan langsung menghampiri dokter tersebut, "dok bagaimana keadaan Steven?, Apakah dia  baik-baik saja?", Tanya Karina beruntun dan terisak.

Sang dokter pun menghela nafas dan dengan berat hati harus berkata, "maaf dengan berat hati saya harus mengatakan bahwa saudara Steven sudah tidak bisa diselamatkan dan dinyatakan sudah meninggal dunia", terang dokter dengan perasaan yang sangat sedih.

Karina yang mendengar hal tersebut mendadak membeku dan terdiam dan tubuhnya pun langsung merosot ke lantai. Sedangkan Nendra yang berada di belakang Karina langsung membantu Karina untuk berdiri dan memegang tubuhnya agar tidak terjatuh lagi.

Nendra sungguh syok mendengar pernyataan sang dokter, " dokter tidak mungkin adik saya sudah meninggal. Sekarang dokter masuk dan saya minta tolong untuk cek ulang dan selamatkam adik saya", ucap Nendra dengan tegas

Sang dokter pun hanya bisa menunduk dan menggeleng karena tidak ada yang bisa diselamatkan dengan kondisi Steven yang sudah sangat berada di ujung tanduk

" Maaf tapi ini sudah kehendak yang maha kuasa, saudara Steven sudah tidak bisa diselamatkan karena penyakit nya yang sangat berbahaya", ujar sang dokter sekali lagi

Nendra yang mendengar hal tersebut pun akhirnya hanya bisa terdiam dan tidak sadar menetes kan air matanya.

Sedangkan Daniel yang baru saja kembali dari kantin dan melihat Karina yang sedang di peluk oleh Nendra pun mendekat dan langsung menarik Karina menajuhi Nendra.

" Ada apa ini?, Kenapa kalian menangis", tanya Daniel dengan khawatir melihat kondisi adik nya.

Karina hanya terdiam bak patung dan sudah tidak bisa berkata-kata karena keterkejutannya dan air matanya yang tiada hetinya turun terus hingga ia sudah merasa sangat lelah.

Karena tak kunjung mendapatkan jawaban Daniel pun melihat sang dokter dan membutuhkan jawabannya, sehingga sang dokter pun menjelaskan hal yang sama bahwa Steven sudah tiada.

Daniel yang mendengar kan hal tersebut seperti terkena petir di siang bolong, dan ia langsung mengajak Karina untuk masuk dan melihat secara langsung.

Dan betul saja setelah masuk ke dalam ruangan tersebut Steven sudah ditutupi dari ujung kaki hingga kepala. Sehingga membuat Karina langsung menangis tersedu-sedu.

SI GENDUT KARINA [ On Going ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang