Aku Titip Kamboja

162 19 0
                                        

~Horor Story~

Pendar jingga di ujung langit makin memudar perlahan berganti gelap. Deru angin terdengar rungu, dingin menyesap melalui pori wajahnya yang terbuka yang ia usap dengan tangan yang serasa beku. Mengedarkan pandangan kesekitarnya, hanya ada pohon dan ilalang, pria itu tak tahu sekarang ia ada di mana. Asing.

"Whusssssh!"

Tiba-tiba angin berembus kencang. Dedaunan kering seolah terbawa kesatu arah. Tubuh Ali meremang kala melihat bukan hanya dedaunan kering terbawa angin, ditemaran senja ia masih bisa melihat berkuntum bunga putih yang sekaligus menebar wangi khasnya terembus terbawa angin yang mengunci arah pandangnya hingga dari kejauhan ia melihat sebuah bangunan berdiri tanpa cahaya.

"Krietttttt!"

Derit pintu terdengar, sementara netranya menangkap daun pintu terbuka lebar seolah mempersilahkannya masuk tanpa ia dorong. Langkah kakinya tak berat, ia tak punya pilihan,

"Assalamualaikum, Assalamualaina wa'ala ibadillahisholihin!"

Tak lupa ia mengucap salam pada saat masuk rumah kosong itu.

"Wa'alaykumusalam!"

Ali terjengit kanget. Bulu kuduknya kembali meremang mendengar jawaban salam. Ia salah, ternyata bukan rumah kosong. Netranya bekerja keras ditengah kelam.

"Wushhhh!!!"

Lagi-lagi Ali terjengit. Disudut ruangan terlihat sebuah lilin dinyalakan.
Remang cahaya mulai berpendar, membantu netra Ali melihat penampakan siluet penyala lilin yang membelakanginya.

"AUUUUUUUUUU!!!"

Serigala mengaum dari kejauhan. Bukan hanya bulu kuduk, namun pori-pori diseluruh tubuh Ali terasa mengembang. Terlintas dalam pikirannya ingin berbalik badan dan keluar dari tempat itu. Namun kakinya justru berkhianat, langkahnya mendekat kearah tubuh yang memunggunginya.

Aman. Punggungnya tidak bolong, berarti bukan sundel bolong. Bukan juga kuntilanak, karna tidak pakai baju putih, dan tdk pula pocong, krn tdk berkain kafan.

"SREEKKK!"

Tubuh itu bergerak. Jantung Ali hampir kolep krna kaget. Nyala lilin membantu netra Ali bekerja keras menyisir dari samping. Nampak bunga kamboja menyelip di telinga dg siluet hidung yg runcing.

Manusiakah? Atau mahluk haluskah?
**
2. Manusiakah? Atau Mahluk haluskah?

"Kenapa? Curiga aku bukan manusia?"

Suara pertanyaannya terdengar lirih namun sanggup membuat jantung Ali seolah jatuh sampai ke perut.

"Bu---bukan!" Geleng Ali.

Wanita itu menoleh, binar hazel-nya berbaur dengan cahaya lilin. Wangi kamboja menyeruak padahal api lilin tegak tanpa bergerak.

"Tidak ada yang salah kalau kau mengira aku bukan manusia!" Ucapnya kemudian.

"Di tengah hutan, sendirian, di kegelapan, kesepian, hanya ada kamboja!"

Ia berkata sambil duduk di kursi panjang kayu yang ada disekitar meja. Ia menoleh pada Ali yang masih berdiri menatapnya.

"Kau pasti lelah, dari pada ngobrol denganku lebih baik, kau beristirahat agar besok bisa kembali mencari jalan keluar!"

Ali membenarkan ia lelah, namun rasa ingin tahu siapa wanita itu dan bagaimana bisa ia berada di tempat itu membuat lelahnya terpinggirkan.

"Di tengah hutan, di kegelapan sendirian bahkan merasa kesepian tapi kenapa masih di sini? Tidak mencoba mencari jalan keluar?" Ali bertanya penasaran.

Short Story CollectionCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang