Chapter 8

258 4 0
                                        

2 Tahun kemudian

"Cepat, kamu selesaikan berita itu dan segera menghadap saya jika telah selesai!" Ucap Atasan ku yang satu ini. Yapp, 2 tahun telah berlalu. Masa indah selama sekolah pun sudah ku lalui. Banyak kenangan yang belum bisa ku lupakan saat ini, dan aku juga sudah berusaha untuk melupakan masalahnya dengan si 'dia'—, apa harus aku menyebutkan namanya? Ya, itu loh si Justin Bieber. Justin? Tidak. Aku sudah melupakannya. Sudah, tak akan kubahas dia untuk hidupku selanjutnya. Aku sudah melupakan semua kejadian yang pernah ku alami bersama. Pertemuan yang singkat namun meninggalkan masalah besar.

Aku juga sudah tidak pernah berhubungan lagi dengannya, nomornya telah hilang bersama dengan smarthphone ku yang di lemparnya kegenangan air. Aduhhh, masih saja ingat tentang itu. Bukannya aku seharusnya sudah melupakannya? Baik, hidupku saat ini, dan tak ada tempat untuk semua masa lalu itu. Setelah lulus sekolah, akumemutuskan untuk melanjutkan kuliah di salah satu universitas di kotaku. Aku memilih untuk mengambil jurusan komunikasi tentang Jurnalistik.

Belum lama kuliah, aku sudah di tawarin magang sebagai jurnalis di salah satu majalah terkemuka di kota ini. Aku sungguh bangga dan berusaha menjalankan tugas ini sebaik - baiknya.

Siang hari..

"El?" Aku hanya membalas itu dengan gumaman. Jemariku terus menari diatas keyboard laptop hitam yang kupunya. "Lunch?" Aku tak kunjung menggubrisnya. "Bentar lagi, mbak Grays memberi ku tugas mendadak." Ada Satu hal yang bikin aku selalu semangat setiap harinya. Luthfi, dia juga kuliah dan mengambil jurusan yang sama dengan ku, dan dia juga diterima magang di tempat yang sama juga. Seneng deh. "Tapi kan sudah waktunya untuk makan siang, tinggalin aja dulu. Entar aku bantuin deh." Pintanya sambil berjanji. "Oke, baiklah." Belum sempat kami melangkahkan kaki ke arah kantin. Suara yang tidak asing bagiku terdengar.

Lisa?

"Luthfi mau makan siang ya? Jangan ke kantin deh, lebih baik makan sama aku, ini udah aku bawain spesial buat Luthfi!" Huhhh... Suara itu lagi, dari dulu sampai sekarang itu cewek masih saja ada di sekitar ku. "Maaf lis, tapi aku mau makan siang sama Elma." Jawab Luthfi. Kalau aku sih males. "Kamu magang disini juga?" Tanya ku. Sebenarnya males nanya sama dia. "Iyalah dimana ada Luthfi, aku akan selalu berusaha berada di sampingnya!" Oh. Masih ingat kan sama dia. Cewek resek yang selalu berusaha membuat ku jatuh dan dipermalukan.

"Udah deh Lis kalau kamu mau makan, makan aja sendiri. Ayo, Fi!" Aku menggandeng tangan Luthfi pergi. Melihat hal itu, Lisa terlihat kesal, dan menggerutui ku sampai aku dan Luthfi menghilang dari kejauhan.

Tak lama setelah itu..

"El, Fi kita semua di suruh menghadap ke ruangan mbak Grays sekarang!" Seseorang menghampiri ku dan Luthfi. "Baik, kami segera kesana." Jawab salah satu dari kami. Ternyata yang dipanggil adalah semua anak interns alias magang. Mungkin mbak Grays mau memberikan kami sebuah tugas.  yaellah, belum juga yang satu rampung, sudah ada yang menyusul aja uuuhh. "Oke, semua sudah kumpul. Kalau begitu saya akan menyampaikan sesuatu untuk kalian kerjakan. Tugas ini akan berpengaruh dengan status kalian disini. Kalau kalian berhasil dengan baik, bisa saja kalian menjadi crew tetap." Ucapnya meyakinkan. Ini kesempatan harus aku gunain sebaik - baiknya. Ini impian ku.

"Well, Ini tugas kalian!" Mbak Grays menyalakan Laptopnya yang telah terhubung dengan suatu alat,  sehingga layarnya dapat kami lihat di pantulan dinding. "Haaaaaa!!" Uups, menyadari suara ku menggema sendiri. Aku menutup mulutku cepat. "Sudah, aku tau kau memikirkan apa." Luthfi bicara berbisik "Kenapa harus dia Fi?" Tanya ku kembali berbisik. Namun ia hanya mengangkat bahunya seolah tak tau. "Yaa, kalian semua tau kan siapa dia?" Tanya mbak Grays. "Tau dong mbak, dia Justin calon pemimpin dalam rumah tangga saya nanti mba. hehe." Ucap Lisa lantang. Kami semua hanya mengiyakan saja apa katanya.

"Iya, dia adalah JUSTIN BIEBER." Mbak Grays menjelaskan apa yang akan kami lakukan nantinya. Dengan muka sedikit tak rela. Aku hanya tak menyangka, mengapa harus dia yang akan aku liput? Apa tidak ada artis lain? Habislah aku..

                   ***

Vote

STUCK ON YOU (COMPLETED) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang