Martin memandang kartu nama yang tertera sebuah nama 'ANGELA HAILEY'. Sudah 3 hari Martin memandang kartu nama tersebut. Ia bimbang. Apakah ia harus menghubungi Angela untuk berkenalan lebih dalam? Atau tidak?
Menurut Martin, Angela merupakan perempuan yang sangat menggoda. Bibirnya yang berbalut lipstick merah sangat menggoda untuk bercumbu dengannya. Tapi Martin tidak ingin melakukan itu, ia ingin melakukan first kiss nya kepada Kathryn kalau suatu saat Kathryn menerima sebagai pacarnya.
"Hey! Apa yang kau lihat?!" Tanya Julian yang membuat Martin terkejut.
Martin menaruh kartu nama tersebut ke dalam kantung celananya. "Uhm, tidak ada" jawab Martin.
Saat ini Martin, Julian dan Kathryn sedang sarapan di sebuah restoran di Bandara. Hari ini mereka berangkat menuju Miami untuk menghadiri Festival.
"Mungkin sebuah foto wanita yang dia cintai" goda Julian sambil melirik Kathryn.
Martin tersenyum. "Kau salah, Julian" ucap Martin.
"Kenapa kau melirikku, stupid?!" Tanya Kathryn.
"Tidak apa, memangnya salah kalau aku melirikmu?" Ucap Julian.
"Diamlah Jordan!" ucap Kathryn dengan sinis.
"Aku tidak sabar untuk sampai di Miami!" Ucap Julian.
"Memangnya ada apa disana?" Tanya Kathryn.
"Kau ini! Mau tau saja" jawab Julian.
Kathryn memukul lengan Julian pelan. "Tentu saja aku mau tahu!" Ucap Kathryn
"Oh iya Martin, kau sudah mempersiapkan lagu yang akan kau bawa kan?" Tanya Julian.
"Tentu saja, sudah ku siapkan" jawab Martin. "Kath, kau ikut ke Festival?" Tanya Martin.
"Tentu saja tidak, untuk apa aku mengikuti kalian ke Festival. Lebih baik aku berjalan-jalan mengelilingi Miami" jawab Kathryn.
"Kau ini, cobalah sekali-kali ke Festival lalu menikmati setiap drop musik. Kau pasti akan menyukainya" ujar Julian.
"Kau menyuruhku untuk melakukan hal itu aku tidak akan mau" ucap Kathryn.
"Terserah kau saja, dasar keras kepala" ucap Julian.
"Perhatian! 20 menit lagi pesawat akan berangkat menuju Miami. Harap para penumpang segera memasuki pesawat. Terima kasih"
Julian berdiri dari tempat duduknya. "Oh bung, aku sangat tidak sabar!" Ucap Julian kegirang. "Ayo cepat! Kalau kita ditinggal pesawat, bisa sulit masalahnya" ujar Julian.
Kathryn berdiri sambil memakai tasnya. "Iya Jordan si manusia bambu" ledek Kathryn.
Julian diledek sebagai si manusia bambu, karena ia lebih tinggi dan kurus daripada Martin dan Kathryn. Julian sangat tidak suka dengan ledekan tersebut. Tapi, ia membiarkan kedua sahabatnya itu meledeknya sebagai si manusia bambu.
"Kathryn! Ku bunuh kau!" Ucap Julian.
"Bunuh aku tuan manusia bambu! Tapi kau tidak bisa mengejarku, karena kau punya kaki yang sangat panjang" ucap Kathryn. Lalu ia berlari.
Julian mengejar Kathryn lalu menggendongnya dari belakang. "Dapat kau! Si kepala besar!" Ucap Julian.
Raut wajah Martin berubah 180 derajat. Ia merasa seakan-akan suatu benda yang tajam menusuk hatinya. Terlihat Kathryn dan Julian yang saling tertawa, mereka terlihat mesra. Sejak dulu Martin sering melihat adegan seperti ini. Tapi kali ini rasanya berbeda sekali. Ia ingin marah, tapi ia tidak ingin melakukannya kepada sahabatnya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Red Lips [m.g]
FanfictionJangan terlalu percaya dengan perempuan yang datang tiba-tiba. Karena sebenarnya, ia akan membunuhmu dengan perlahan-lahan. [Martin Garrix Fanfiction]
![Red Lips [m.g]](https://img.wattpad.com/cover/57959212-64-k504297.jpg)