11. Promise

688 76 3
                                        

Masih di tempat yang sama, kami masih di mall.

"Mau kemana lagi nih?" Ucapku pada dua orang yang ada di sampingku.

"Nonton yuk" David mulai bersemangat.

"Aishh gak ada ide lain apa?" Ucapku tak setuju. "Lo Li?" Aku menaikkan sebelah alis dan menatap penuh tanya padanya.

"Hmmm, gimana kalo kita ke pasar malem" ia pun mulai menyuarakan idenya, yang langsung mendapat dukungan dariku.

"Brilliant!" Aku pun mengangguk dan memberikan ibu jari pada idenya.

"Ayo!" Aku pun kembali menggandeng kedua malaikat tanpa dosa ini.

Sedangkan mereka hanya pasrah akan perbuatanku, bagaimana tidak, sikap absolut yang kumiliki memang harus dipatuhi oleh semuanya. Berasa raja gini, gak papa mereka ngerti kok.

******

Kami pun sampai di sebuah pasar malam. Seperti pada pasar malam pada umumnya, di sini terdapat banyak wahana bermain yang menarik. dan para pedagang yang sibuk menjajakan jualannya. Dengan segera kubawa dua kembar ini ke wahana kuda-kudaan yang ada di pasar malam ini.

"Gue pengen naik ini" ucapku antusias pada mereka berdua.

"Ya ampun Nes, kaya anak kecil aja deh. Main yang lain gih" tidak salah lagi David ini gak tau cara bersenang-senang apa? Jelas-jelas naek kuda-kudaan itu kan seru. Ya gak? Dari kecil aja setiap ke pasar malem pasti yang pertama kali dinaikin kuda-kudaan. Yah walaupun wahana ini untuk anak-anak tapi kan seru.

Tanpa menghiraukan keduanya yang menatap tak setuju ke arahku. Aku pun membeli sebuah tiket dan segera menaiki kudanya.

"Ayok naek juga, seru tau uuuuu" ucapku dari atas kuda yang telah berputar-putar, aku pun tersenyum bahagia.

Entah setan apa yang memasukinya David pun membeli tiket dan ikut bermain kuda-kudaan. Ali pun tak mau kalah ia juga melakukan hal yang sama dengan David. Hingganya saat ini kami satu-satunya remaja yang masih bermain di mainan anak-anak ini. Tatapan kagum dari para pengunjung pasar malam ini pada si kembar pun tak kalah seperti di mall tadi.

Hal ini membuat di putaran ronde ke-2, banyak remaja kaum hawa yang ikut bermain permainan ini. Ish dasar genit banget kali. Mereka pikir dengan gitu bisa narik perhatian si kembar apa? Hugh jelas-jelas si kembar kan sukanya ama aku. Ya gak? Duh ngarep banget sih Nes-,-

'Dasar caper! Gak punya malu banget sih' gumamku dalam hati.

Setelah berpuas-puas bermain di wahan kuda-kudaan kami sampai di wahana yang tidak kalah menyenangkan. Apa lagi kalo bukan, komedi putar. Tau kan? Wahana berbentuk Roda besi yang diputar itu. Roda yang memiliki tempat duduknya itu.

Kami pun menaikinya, di atas sini aku dapat melihat keindahan kota Jakarta dengan sangat jelas. Tepat saat roda berputar ke atas pemandangan nan indah menyambut kami. Berada di atas ketinggian kurang lebih 15 meter, membuat kami dapat melihat seluruh bagian kota di sini. Sumpah bagi kalian yang takut naik komedi putar bakalan nyesel banget deh. Soalnya keren banget, gak nyesel pokoknya kalo udah liat.

Aku pun tidak menyia-nyiakan moment ini dan mengambil ponsel yang ada di tas selempangku. Dan mengambil gambar dengan berbagai pose.

"Vid potoin gua sih" ucapku sembari mengulurkan ponselku padanya. Kan sayang banget kalo moment kaya gini gak diabadiin.

"Enak aja, suruh Ali aja gih" aneh gak biasanya dia kaya gini. Mana tangan sama seluruh tubuhnya bergetar lagi. Kenapa sih ni anak?

Ali yang seakan dapat membaca pikiranku pun menjawab.

I Can't Believe YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang