21. Mission Complete

540 60 9
                                        


Ia berjongkok dengan ala-ala orang mau nembak romantis.

Duh, mimpi kagak ya?

Tanpa sadar aku mencubit lenganku sendiri, dan meringis. Ia melihatku dan terkekeh geli melihat apa yang barusan aku lakukan.

"Nes, selama ini gue sadar, gue salah udah nganggep kita cuma temenan. Karena tanpa gue sadari perasaan itu tumbuh, lebih dari apa yang diperkirakan. Gue mulai sadar, kalo gue...." ia menggantung kalimatnya. Apa ini bener? Bukan mimpi kan? Aku merasa bodoh saat ini. Tak mengerti akan suasana. Tapi sih, roman-romannya kalo udah jongkok kaya gini, dia bakal nyatain cinta. Kok ini belum sih?

"Gue mulai sadar Nes, gue cinta sama lo. Gue cinta sama lo, lebih dari temen. Jadi gue mohon, pliss would you be mine?"

Argh akhirnya, kata-kata itu. Kata-kata itu beneran keluar dari mulutnya.

Ya allah, benarkah semua ini? Jika benar, kumohon, walaupun ini cuma mimpi atau khayalan belaka. Kumohon, jangan bangunkan aku sekarang. Tidak sekarang, aku ingin menikmatinya, setiap detik dan momen ini. Semua yang benar-benar aku impikan, semuanyaaa
Benarkah ini kenyataan?"

"Jadi Nes, jawabannya?" Ia menyentakku dari lamunanku dengan pertanyaannya.

"Vid, lo serius?"

Ia tidak menjawab, melainkan hanya mengangguk dengan semangat.

Ahh, tanpa terasa air mataku mengalir dari pelupuk mataku. Air mata kebahagiaan tentunya.

"Iya Vid, gue mau. Gue juga cinta sama lo" ucapku pada akhirnya dan menunduk.

Dan saat itu juga aku berharap izinkan aku bahagia.

******

David POV

Gak Nes, bukan jawaban itu yang gue mau. Lo pasti lagi bercanda kan?

Enggak, Gue yakin ini semua gak bener. Lo pasti bohong kan? Iyakan? Pliss Nes jawab.

Percuma sebanyak apapun pertanyaan yang berkecamuk di otak gue. Karena, diri gue sendiri yang dengan oonnya mau kejebak rencana busuk si Vio.

Gak, gue harus berbuat sesuatu?

Tapi apa?

Sedangkan gue aja masih terdiam, terpaku oleh jawaban si Agnes. dan akhirnya, semua yang gue takutkan dimulai saat ini juga.

"Well, well, well. Sekarang kita tau kan kebenarannya. Kalo si Agnes 'cewek aneh, tomboy dan oon ini beneran suka sama seorang malaikat'. Gue sih gak nyangka aja, cewek gak tau diri kaya dia ini bisa berharap sebesar itu. Bahkan sangking bloonnya, dia masuk ke dalam jebakan yang udah gue buat sama David."

Kenapa? Kenapa begitu sakit mendengar penghinaan atas Agnes tadi? Ya Tuhan, apa yang telah kuperbuat? Teganya aku? Melakukan hal ini pada teman satu-satunya yang aku miliki? Mengapa aku begitu tak tahu diri?

"Dan lo Nes! Bego banget sih jadi cewek! Emang lo pikir ada gitu yang mau suka sama cewek tomboy kayak lo?! Mending lo ngaca dulu deh! Udah jelek, oon, sok-sokan lagi. Lo tuh udah jadi PHO di hubungan gue sama David. Dasar gak tau malu!"

Aku menundukkan kepalaku, malu akan perbuatanku. Tapi apa yang telah aku lakukan? Aku membiarkan Agnes, berada di posisi ini sendirian.

Tidak, aku tidak bisa terus-terusan diam seperti ini.

"Nes, dengerin dulu penjelasan gue" aku menarik tangannya, yang sedari tadi mengusap air mata yang terus mengalir dari pelupuk matanya.

Ia marah, tentu saja.

I Can't Believe YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang