Chapter 8: Persiapan dimulai

2.4K 43 0
                                        

  Disebuah istana, disebelah utara istana yang mulia raja roh.

  Jaka utara tampak berjalan tergesa-gesa. Bahkan, bila ada yang menyapanyapun seakan tak ia dengarkan. Tujuannya saat ini adalah menemui junjungannya, sinuhun muda.

  Setelah mencari kesana kesini, ia akhirnya berhasil menemui sinuhunnya dibelakang istana.

  Sinuhun muda, ketika itu tengah memantau pasukannya berlatih. Sudah hampir 1 purnama, sejak pertemuan diistana merah yang menghasilkan keputusan bahwa akan dilakukan penyerbuan besar-besaran terhadap kerajaan para dewa, kerajaan atas langit.

  Sejak saat itu, sinuhun muda menyuruh jaka utara agar lebih giat lagi mengadakan latihan. Bahkan dalam beberapa hal, ia sendiri ikut turun tangan.

  Jumlah pasukan sinuhun muda tidaklah sebanyak para pilar lainnya. Hanya berjumlah 100 orang. Akan tetapi, pasukan sinuhun muda yang dinamai batara kala ini-dinamai batara kala karena kekuatan 1 orang saja dari pasukan ini setara 50 orang prajurit dari pasukan 6 pilar lainnya-terkenal akan kehebatannya. Terbukti, dari seluruh serbuan yang dilakukan oleh sinuhun muda bersama pasukannya, semua bisa dimenangkan dan tak ada seorangpun yang mati terbunuh.

  Jaka utara segera menghada. Setelah sebelumnya memberikan penghormatan, jaka utara segera bertanya, "sinuhun, apakah benar berita bahwa kerajaan kita akan menggempur kerajaan atas langit ?"

  Tanpa berpaling, sinuhun muda mengangguk.

  "Tapi, apakah hal ini sudah dipertimbangkan masak-masak terlebih dahulu?"

  Sinuhun muda berpaling melihat jaka utara. Jaka utara segera menundukan kepala.

  "Apakah kau takut dengan para makhluk rendahan diatas sana? Kalau kau memang takut, segera enyah dan keluarlah dari pasukanku."

  Jaka utara merapatkan kedua tangannya.

  "Ampun sinuhun, junjungan hamba. Hamba bukannya takut ataupun ragu akan keputusan yang mulia paduka srimaharaja roh. Akan tetapi, hamba hanya ingin memastikan kepada sinuhun akan kebenaran berita ini. Sinihun hanya memberikan perintah agar hamba lebih menggiatkan lagi latihan pasukan kita. Tapi tidak menjelaskan apa tuhjuan dari ini semua." kata jaka utara.

  Sinuhun muda tampak menghela nafasnya. Ia lalau berkata, "sesungguhnya berita ini tidak boleh tersebar keluar dari dalam istana merah. Dari siapa kau mendengar berita ini?"

  "Dari kepala pasukan Ratu ayu mahasakti, sinuhun."

  Sinuhun muda menghela nafas. "Dasar perempuan dajal. Dia tidak bisa menjaga sesuatu yang bersifat rahasia. Lalu, apa lagi yang kau dengar?"

  "Hanya itu sinuhun."

  "Hmm...kalau sudah begini apa boleh buat. Sudah terlanjur. Jaka utara."

  "Hamba sinuhun."

  "Kau harus merahasiakan hal ini terhadap siapapun juga. Jangan sampai berita ini bocor keluar dinding istana. Aku takut bila ini terjadi, akan berdampak buruk bagi kerajaan bhumi. Mengerti?!"

  "Sembah hamba junjungan. Saya mengerti."

  "Bagus. Sekarang kau pimpinlah latihan pasukan kita."

  "Dilaksanakan, sinuhun."

*

  Disebuah istana megah disebelah barat istana raja roh. Duduk dengan anggun seorang perempuan yang memiliki kecantikan luar biasa. Pakaian yang dikenakannya terbuat dari kain sutra halus berwarna merah muda. Sebuah mahkota kecil terbuat dari emas murni melekat indah diatas rambut hitamnya. Mata indahnya menatap kepada para kepala pasukannya.

Babad jawadwipaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang