Dewa langit penguasa angin gelisah. Entah mengapa saat ini hatinya mendadak terasa berbeda. Saat ini, dirinya berada didepan ruangan 1000 ghaib. Sebuah tempat yang bukan sembarang orang bisa mendekatinya. Bahkan bagi dirinya yang menduduki jabatan penting sekalipun.
Sambil berdiri dengan tangan bersidakep didada, ia mengenang akan pertemuannya dengan Dewa langit penguasa petir.
*
Pagi hari tadi dikediaman dewa langit penguasa angin. Tampak seseorang berkuda mendekati istana berwarna biru itu.
Di pintu gerbang istana, beberapa pengawal yang mengetahui siapa orang itu segera membukakan pintu gerbang seraya tak lupa memberikan hormat.
Sesampainya didepan istana, penunggang kuda itu turun. Seorang prajurit langit segera mengambil alih tali kekang kudanya lalu menggiringnya ke tempat peristirahatan kuda khusus pejabat kerajaan atas langit.
"Wahai, tak ku sangka bahwa kau akan datang menemuiku pagi ini, dewa langit penguasa petir." sapa pemilik kediaman itu kepada si tamu.
Laki-laki paruh baya berpakaian kuning keputih-putihan yang tidak lain adalah dewa langit penguasa petir adanya segera tersenyum lebar. Keduanya lalu berpelukan.
Dewa langit penguasa angin menepuk-nepuk bahu sahabatnya itu sambil tersenyum gembira.
"Lama tak bertemu, kau tampak tak berubah sama sekali wahai dewa langit penguasa petir." Ucapnya.
"Akh, janganlah kau bersikap formal seperti itu. Panggil saja nama asliku." balas dewa langit penguasa petir.
Dewa langit penguasa angin tertawa, "hahahaha...kau memang tak berubah, cakrabuana."
Lalu kedua sahabat lama itu masuk kedalam istana.
Keduanya kini tengah duduk diserambi istana.
Cakrabuana, alias dewa langit penguasa petir memandang kearah luar istana. Sepasang mata garudanya menyipit ketika memandang dikejauhan letak istana batu pualam suci, pusat dari kerajaan atas langit.
"Bayu ", ucap cakrabuana memanggil nama asli dewa langit penguasa angin, "ada yang harus aku katakan padamu. Ini menyangkut keamanan kerajaan atas langit."
Kedua alis Bayu tampak berjingkat mendengar ucapan sahabatnya itu.
"Maksud mu ?"
Cakrabuana menarik nafas dalam. Lalu ia berucap, "kau tentu tahu, bila aku mendapatkan tugas untuk mengawasi keadaan wilayah luar kerajaan atas langit. Dan aku mendapatkan informasi yang sangat mengejutkan. Yaitu ada seorang tokoh sakti dari kerajaan bhumi yang berhasil menyusup kedalam wilayah kerajaan atas langit."
"Apa kau bilang ?" Tanya Bayu langsung berdiri mendengar perkataan sahabatnya itu.
Hampir saja Bayu pergi jika saja cakrabuana tidak menahan tangan sahabatnya itu.
"Hendak kemanakah kau ?" Tanya cakrabuana.
"Tentu saja aku akan melaporkan kejadian ini kepada dewa agung." jawab Bayu cepat.
Cakrabuana berdiri. Ia memandang lekat Bayu.
Bayu merasa aneh melihat cara sahabatnya itu memandanginya.
"Kenapa kau ?" Tanya Bayu tidak mengerti.
"Duduklah dan mohon dengarkan penjelasan yang akan aku sampaikan kepadamu." ucap cakrabuana.
Keduanya kembali duduk. Dan dengan cepat cakrabuana menjelaskan semua duduk permasalahan kepada Bayu.
Bayu, atau dewa langit penguasa angin merasa terkejut dengan penjelasan itu. Jika saja bukan dari orang terdekatnya yang berkata, pasti sudah sedari tadi orang itu ia habisi.
Bayu duduk termenung. Sulit baginya untuk mempercayai semua perkataan yang disampaikan oleh cakrabuana.
Bayangkan saja, ada seorang tokoh sakti yang menyamar menjadi sanghyang dewa agung !
Ingin sekali Bayu tak mempercayai keterangan itu. Tapi yang menyampaikan informasi itu adalah orang yang sangat dipercayainya, dewa langit penguasa petir alias cakrabuana.
"Aku mahfum akan kebimbanganmu. Tapi, semakin lama kau mengambil keputusan, maka akan semakin besar bencana yang akan terjadi dikerajaan kita." desak cakrabuana.
"Baiklah. Aku percaya akan semua perkataan yang kau ucapkan. Tapi aku ingin sebuah bukti yang kuat untuk percaya akan ucapanmu. Masalahnya ini bukan main-main. Orang yang akan kita hadapi adalah Sanghyang dewa agung.."
"Tiruannya !" potong cakrabuana, "ingat. Yang akan kita hadapi nanti hanyalah orang yang meniru bentuk dari junjungan kita."
Laki-laki berambut perak itu termenung sejenak. Setelah itu, ia membulatkan tekadnya.
"Ayo !" Ucapnya kemudian.
*
Dan begitulah, atas hasutan dari cakrabuana alias dewa langit penguasa petir. Maka Bayu yang dikenal pula sebagai dewa langit penguasa angin terbujuk dan kini menunggu dengan dada berdebar-debar didepan ruangan 1000 ghaib.
Semua petunjuk yang diberikan oleh sahabatnya itu telah ia laksanakan. Salah satunya adalah dengan mensterilkan sekitar bangunan ruangan 1000 ghaib berada. Ia beralasan bahwa akan ada pertemuan penting dan tidak ada seorangpun yang boleh berada disitu. Termasuk penjaga ruangan 1000 ghaib.
Beberapa jebakan juga telah ia siapkan. Menurut cakrabuana, tokoh yang menyamar itu sangat sakti. Dan tidak bisa hanya dilawan seorang diri saja. Meskipun ia dan Bayu bekerja sama, tetap akan sangat sulit untuk menghadapinya.
"Tapi kau tak usah khawatir, aku telah memanggil seorang sahabatku untuk membantu kita." Ucap cakrabuana ketika itu.
Untuk berjaga-jaga, Bayu sendiri telah menyiapkan sebuah jebakan yang mungkin, tokoh maha sakti seperti raja naga langit pun mustahil untuk melawannya.
Cakrabuana telah mewanti-wanti, bahwa nanti, ia akan datang bersama dewa agung palsu yang memiliki kemiripan hampir sempurna dengan Dewa agung yang asli. Tapi ia diminta untuk tidak ragu-ragu untuk menyerang bila sahabatnya itu telah memberikan kode.
Disaat hatinya sedang gelisah. Lamat-lamat terdengar suara langkah kaki yang mendekat.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Babad jawadwipa
Fantasikisah proses terjadinya pulau jawa yang terbentuk karena pertempuran diantara 2 kerajaan besar pada zaman itu. yakni kerajaan langit dan kerajaan bhumi
