Chapter 7 : Batu suci pualam putih

2.6K 53 0
                                        

  "ini sultan rajo bumi!" teriak prajurit itu. Ayo kita segera membawa beliau kedalam istana.

  Kemudian, dengan dibawa dalam tandu yang memang disediakan dipos. Tubuh sultan rajo bumi dan prajurit langit sagara, segera dibawa oleh 8 prajurit suci. Sisanya tetap menjaga gerbang istana batu pualam putih.

  Hari itu, berita mengenai ditemukannya sultan rajo bumi yang bersimbah darah membuat kegemparan melanda seluruh elemen dikerajaan atas langit.

  Siapakah, dan apa yang terjadi, sehingga sultan rajo bumi menderita cidera parah sedemikian rupa? Tak ada yang bisa menjawab. Banyak desas desus dan cerita bermunculan tersebar. Akan tetapi, apa kebenarannya masih dipertanyakan.

Istana batu pualam suci

  Diaula istana, berkumpul beberapa tokoh kerajaan atas langit. Mereka berkumpul atas permintaan dari sanghyang dewa agung.

  Di aula besar itu duduk disinggasana besar yang terbuat dari batu pualam putih, duduk dengan gagahnya seorang kakek tua berambut perak putih panjang. Meskipun sudah berusia ribuan tahun, tetapi tubuhnya tetap yegap dan kokoh. Mengenakan pakaian serta jubah putih, serta memegang sebuah tongkat putih duduklah pemimpin tertinggi dari kerajaan atas langit, dialah sanghyang dewa agung.

  Lalu, duduk disebelah kanannya adalah seseorang dengan jubah dan pakaian berwarna coklat. Tubuhnya gempal dan besar. Disampingnya terdapat sebuah kendi terbuat dari tanah liat dicampur dengan emas. Dia adalah dewa langit penguasa tanah.

  Duduk disebelah kiri sanghyang dewa agung, adalah dewa langit penguasa angin. Memiliki penampilan mencolok dengan rambut putih jabriknya. Mengenakan pakaian dan jubah berwarna putih kebiruan. Dipinggangnya terselip sebuah pedang dengan sarung perak.

  Disampingnya, duduk dengan tidak tenangnya seorang tua berpakaian serba merah. Bahkan matanya juga berwarna merah! Dialah dewa langit penguasa api. Ditangannya tergenggam sebilah pedang besar dengan sarung kekuningan.

  Lalu disebelah dewa langit penguasa api adalah raja naga langit. Raja segala naga dan ular didunia. Sesuai namanya, bentuk fisiknya seperti manusia pada umumnya. Akan tetapi seluruh tubuhnya penuh dengan sisik berwarna keemasan yang seatos baja. Juga rambutnya yang panjang berwarna putih. Juga kumisnya. Sepasang jari tangannya berjumlah 4 yang disertai kuku-kuku panjang beracun.

   Sanghyang dewa agung menatap para hadirin yang hadir diaula istana batu pualam suci. Sebelum berbicara, ia terlebih dahulu menghentakan tongkat putihnya. Hentakan tongkat putih ini menggema keseluruh penjuru istana.

  "Terima kasih kalian berempat sudah mau hadir diistana batu pualam suci. Kalian berempat aku panggil karena ada satu kejadian besar terjadi dikerajaan atas langit. Tentu kalian sudah tahu perihal kejadian yang menimpa diri sultan rajo bumi."

  "Benar sekali wahai dewa agung." kata dewa langit penguasa tanah.

  "Bagaimana kejadiannya sehingga sultan rajo bumi bisa terluka seperti itu ? Dan dimanakah penyerangan terhadap sultan rajo bumi terjadi?" tanya dewa langit penguasa angin.

  Sebelum menjawab, sanghyang dewa agung mengangkat tangan kirinya. Lalu muncullah seorang perempuan muda dengan paras cantik. Perempuan cantik ini mengenakan pakaian serba ungu. Ia berjalan kearah dewa agung sambil membawa sebuah benda yang dibungkus kain putih.

  "Letakan benda itu dimeja pertemuan. Dan kau duduklah disamping raja naga langit, dewi nawangwulan." kata sanghyang dewa agung kepada perempuan itu.

  Dewi nawangwulan menghaturkan sembah terlebih dahulu. Kemudian, ia segera duduk disamping raja naga langit.

  "Benda ini," ucap sanghyang dewa agung. "Berhasil diambil oleh sultan rajo bumi saat ia bertarung dengan penyerangnya. Benda ini ada didalam genggaman tangannya. Sepertinya, sultan rajo bumi sempat mengambil benda ini untuk dijadikan petunjuk."

  "Benda apakah itu, wahai dewa agung ?" tanya dewa langit penguasa air.

  Sanghyang dewa agung menarik kain penutup. Dan tampaklah sebuah benda kecil berwarna hitam yang memancarkan sinar angker. Sesaat, didalam aula itu terasa ada sebuah kekuatan aneh menyungkupi. Akan tetapi ketika sanghyang dewa agung kembali menghentakan tonkat putihnya kelantai, hawa aneh tersebut segera musnah.

  "Ini adalah batu hitam kalimayat. Awalnya berwarna putih. Akan tetapi karena sipemakai berhati jahat dan culas, maka batu ini secara perlahan berubah menjadi hitam. Mengikuti hati sipemilik. Dahulu kala, batu hitam kalimayat ini bernama batu suci pulam putih. Batu mustika kerajaan atas langit."

  "Apa? Jadi batu ini berasal dari kerajaan kita?" tanya dewa langit penguasa air. Memang, diantara kelima dewa penguasa. Dewa langit penguasa air adalah yang paling baru diangkat sebagai dewa langit. Kira-kira baru 200 tahun ia mendapat posisi itu.

  "Benar. Batu suci pualam putih dahulu kala berguna untuk menguji isi hati seseorang. Baik dia bangsa manusia, lelembut, siluman atau makhluk setengah ghaib seperti kita." ujar sanghyang dewa agung. Kemudian ia melanjutkan, " hampir 500 tahun yang lalu, batu ini hilang dari dalam ruangan 1000 ghaib. Yaitu ruangan yang digunakan sebagai tempat penyimpanan benda-benda sakti milik kerajaan atas langit."

  Tapi, bagaimana bisa batu sakti ini dicuri, dewa agung. Seperti kita ketahui bersama, ruangan 1000 ghaib hanya bisa dimasuki oleh dewa agung sendiri dan orang-orang yang memiliki tanda khusus yang diberikan oleh dewa agung. Jika tidak, maka orang tersebut akan terkurung oleh 1000 keghaiban yang berada disana." kata dewa langit penguasa air.

  "Itulah masalah yang sampai saat ini belum bisa terpecahkan." yang menjawab adalah raja naga langit.

  Sanghyang dewa agung mengangguk. Mengapa raja naga langit berani menyela sanghyang dewa agung ?

  Ini karena antara sanghyang dewa agung dan raja naga langit telah terjalin hubungan persahabatan yang sangat dalam. Karena dahulu kala, ribuan tahun yang lalu, saat sanghyang dewa langit hendak membangun kerajaan atas langit. Tempat yang dewa agung pilih adalah tempat berdiamnya ratusan ekor naga yang dipimpin oleh raja naga langit. Sehingga antara sanghyang dewa agung dan raja naga langit terjadi pertempuran dahsyat yang berlangsung selama hampirn10 hari. Dan berhasil dimenangkan oleh dewa agung.

  Raja naga langit yang kalah hampir saja melakukan bunuh diri masal. Akan tetapi bisa dicegah oleh sanghyang dewa agung. Kemudian, bersama mereka membangun sebuah kerajaan. Yang dikenal sebagai kerajaan atas langit.

  Keheningan sejenak melanda aula istana batu pualam suci. Lalu terdengar dewa langit penguasa api berkata, "kalau seperti itu, sebaiknya kita tanyakan hal ini kepada sultan rajo bumi."

  "Benar." ucap dewa langit penguasa tanah.

  Sanghyang dewa agung menoleh kearah dewi nawangwulan.

  "Bagaimana kondisi sultan saat ini?"

  Sebelum menjawab, dewi nawangwulan memberikan penghormatan terlebih dahulu.

  "Berkat doa dan usaha sanghyang dewa agung, keadaan sultan rajo bumi sekarang ini sudah lebih baik."

  "Apakah dia sudah bisa bangun dari tempat ketidurannya?"

  "Untuk saat ini masih belum bisa wahai dewa agung. Maafkanlah kami yang belum bisa menyembuhkan secara penuh keadaan sultan rajo bumi."

  "Tidak apa-apa dewi. Aku mengerti. Tidak mudah dan pasti memerlukan waktu untuk bisa pulih seperti semula. Bahkan, menurut tabib agung awan putih , sultan rajo bumi termasuk beruntung karena ia masih bisa bertahan hidup dalam kondisi seperti itu." kata dewa agung.

  "Jadi untuk sementara, kita harus menunggu keadaan sultan rajo bumi sembuh terlebih dahulu, baru kita bisa menemuinya dan menanyakan perihal batu putih pualam suci ini." melanjutkan dewa agung.

  Para pembesar kerajaan atas langit merunduk hormat.


***

 

Babad jawadwipaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang