Chapter 9: Ratu Ayu Maha Sakti

2.4K 42 0
                                        

  Ratu ayu demi melihat siapa yang masuk kedalam istananya tersenyum senang. Pancingannya mengena.

  "Hmm...datang juga dia kemari. Malah, ia datang lebih cepat dari perkiraanku." ujar ratu ayu dalam hati.

  Yang memasuki ruangan dalam istana adalah seorang pemuda gagah berpakaian merah dan jubah berwarna abu-abu. Dia tak lain adalah sinuhun muda.

  "Wah..wah..wah, ada apakah gerangan sampai seorang jendral yang mulia raja roh berkenan hadir diistanaku ini?" tanya ratu ayu seraya tersenyum.

  Sinuhun muda tak menjawab. Ia melirik kearah empat putri penjuru angin yang sedang asyik menyantap bagian-bagian tubuh pemuda malang yang diikat tadi.

  Ratu ayu tahu akan maksud lirikan sinuhun muda. Segera ia bertepuk tangan tiga kali.

  Mendengar suara tepukan itu, keempat putri penjuru angin langsung menyudahi acara "makannya". Pandangan mereka langsung melihat kehadiran sinuhun muda. Segera, secepat mungkin mereka menghaturkan sembah penghormatan kepada sinuhun muda. Lalu, dengan beringsut mundur, mereka menyeret bagian-bagian tubuh itu kedalam. Masuk kedalam ruangan dimana tadi tubuh ini keluar.

  "Maafkanlah sikap mereka, sinuhun muda. Mereka agaknya terlalu asyik sehingga tidak melihat kehadiranmu disini." berkata Ratu ayu mahasakti.

  "Huh. Itu bukan urusanku. Tapi yang jadi urusanku adalah kau." berucap sinuhun muda sambil menunjuk rayu ayu.

  "Hai....apa kesalahanku? Hingga kau merasa bahwa aku telah melakukan kesalahan kepadamu?" bertanya Ratu ayu sambik tetap tersenyum.

  "Aku mendengar dari jaka utara bahwa kau telah membocorkan rahasia isi dari pertemuan diistana merah kepada bawahanmu. Dan kau tahu, seharusnya informasi itu tidak boleh kau sebarkan. Bahkan kepada bawahan terpercayamu sekalipun!" berkata keras sinuhun muda,

  "Oh, soal itu. Aku akui aku salah. Tapi harap kau tidak usah terlalu begitu khawatir. Para bawahanku semuanya setua dan tak akan membocorkan apapun yang tadi telah kukatakan kepada mereka."

  "Kau bodoh."

  "Memang aku bodoh. Dan itu semua gara-gara kau. Dan kau tahu itu, sinuhun muda." ucap Ratu ayu sambil turun dari singgasananya. Perlahan, ia berjalan anggun kearah sinuhun muda.

  Ia melanjutkan perkataannya, "aku sudah lama tergila-gila kepadamu. Dan perasaan itu telah lama aku pendam. Munghkin sekarang aku sudah tidak sanggup lagi menahannya. Jadi, kulakukan segala cara agar menarik perhatianmu."

  Sinuhun muda tetap diam tak bergerak. Bahkan ketika tangan Ratu ayu menyentuh pundaknya.

  Ratu ayu mendekatkan wajahnya ketelinga sinuhun muda. Lidahnya terjulur keluar. Lidah berwarna merah dan basah oleh liur itu menjilat telinga sinuhun muda.

  "Cukup." sinuhun muda  menahan gerak tubuh dari Ratu ayu yang hendak memeluknya itu.

  Dengan nafas yang agak tersengal, dengan terpaksa Ratu ayu maha sakti melangkah mundur. Dadanya yang sangat menonjol besar tampak turun naik. Perlahan ia memutar tubuhnya. Dan dengan langkah yang menggairahkan ia berjalan kembali menuju keatas singgasananya.

  Setelah beberapa saat. Ratu ayu berkata.
 
  "Jadi, kedatanganmu hanya untuk memarahiku?" tanyanya dengan nada genit.

  "Kedatanganku keistanamu ini selain memperingatkan akan kebodohanmu, juga ingin bertanya sesuatu." jawab sinuhun muda.

  "Hoo...jadi, apa yang ingin kau tanyakan kepadaku?"

  "Apa kau tahu, dimana sekarang sinuhun akhirat?"

Babad jawadwipaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang