Dua pasang mata masih memperhatikan tubuh dewa agung yang terbaring diam dilantai ruangan.
Keduanya adalah sinuhun akhirat dan kesatria inti roh!
"Luar biasa", desis kesatria inti roh sambil terus memandangi tubuh diam dewa agung.
Sinuhun akhirat tanpa menoleh bertanya, "maksudmu !"
"Maksudku adalah, bahwa yang mulia raja roh telah berhasil mengalahkan musuh terbesar kerajaan kita. Bahkan tanpa menyentuhnya. Wujud sang garuda memang luar biasa." jawab kesatria inti roh.
Sinuhun akhirat menggangguk-angguk.
Ia sendiri menyadari akan hal tersebut. Perubahan wujud dirinya akibat kesaktian yang didapatnya dari bola putih inti roh yang didapatkannya dari rajo roh terdahulu.
Kesatria inti roh kembali bertanya, "lalu, sebenarnya apa yang saat ini sedang terjadi atas diri dewa agung ?"
Sinuhun akhirat menjawab, "Saat ini dia tengah berada dalam pengaruh kesaktian ku yang bernama ilmu membalik syaraf membalik roh. Semacam jurus ilusi."
"Apakah dia tak menyadari saat yang mulia raja roh melepaskannya ? Rasanya sangat mustahil bahwa dewa agung itu tak menyadari bahaya yang mengancamnya. Apalagi dengan tingkat kesaktiannya yang luar biasa itu."
"Apa yang kau ucapkan memang benar, kesatria inti roh. Aku juga sadar akan hal tersebut. Maka dari itu, aku melepaskan ilmu ini justru disaat dia lengah akibat dari perbuatannya sendiri."
Kesatria inti roh tampak tak mengerti.
Kembali sinuhun akhirat alias raja roh itu menjelaskan.
"Apa kau ingat saat dia menghancurkan lantai ruangan dengan pukulannya sehingga asap tebal menyelimuti seluruh tempat ini ?"
Kesatria inti roh mengangguk.
"Disaat dia memukul lantai ruangan ini, matanya terlebih dahulu mencari sosok diriku yang saat itu tengah mencengkeram tubuh bawahnya. Nah, disaat itulah aku melemparkan ilmu membalik syaraf membalik roh. Karena ia terfokus kepada hal lain, maka ia kurang baik dalam menjaga pertahanan dirinya. Sehingga ilmuku bisa masuk kedalam dirinya. Selain itu, kondisi tubuhnya yang lemah akibat luka yang ia derita juga membantu semua rencanaku."
Mendengar penjelasan itu, kesatria inti roh terdiam. Ujarnya, "Anda memang luar biasa, yang mulai."
Sinuhun akhirat tertawa.
Namun suara tawanya mendadak terputus akibat sebuah suara yang memotongnya.
"Pengecut...biadab...licik..."
Kesatria inti roh meneh mencari sumber suara itu. Dilihatnya tubuh dewa langit penguasa angin tampak bergetar meskipun sangat lemah. Tapi sorot matanya tajam dan menyala.
"Yang mulai, tampaknya orang bodoh itu masih bisa bertahan hidup, meskipun didalam tubuhnya telah hilang segala tenaga baik luar maupun dalam "
Sinuhun akhirat diam.
"Bolehkah aku menghabisi orang itu ?" Tanya kesatria inti roh.
"Lakukanlah."
Kesatria inti roh lalu melangkah mendekati tubuh tak berdaya dewa langit penguasa angin.
Meskipun dewa langit penguasa angin sadar bahwa bahaya yang mengancam. Tapi itu tak menyurutkan dirinya.
"Kau akan kukirim keneraka." kata kesatria inti roh.
Dewa langit penguasa angin tertawa meskipun perlahan. Jawabnya, "aku sungguh tak percaya, bahwa seseorang yang memiliki gelar kesatria akan membunuh lawannya yang sudah tak berdaya."
Jawaban itu membuat merah wajah kesatria inti roh. Untuk sesaat ia dicekam oleh emosi. Namun sekejap kemudian ia malah tertawa.
"Apa perduliku. Aku memang memiliki gelar dan kemampuan layaknya seorang kesatria. Tapi aku juga tak perduli apakah lawanku itu berdaya atau tak berdaya. Apabila dia kuanggap musuh, maka dia akan kuhabisi."
Lalu kedua kaki kesatria inti roh merenggang. Tangan kirinya terangkat lurus ke tubuh dewa langit penguasa angin.
Dan tiba-tiba, dari dalam tangan kiri itu meluncur sebuah larikan asap hitam yang langsung menyelimuti seluruh tubuh dewa langit penguasa angin.
Setelah seluruh tubuh dewa langit penguasa angin tertutupi oleh asap hitam tersebut, maka secara cepat tangan kiri kesatria inti roh menggenggam erat.
Dan,
"Kraak !"
Suara keras terdengar dari dalam gumpalan asap hitam yang tiba-tiba saja memadat. Meremas dan menghancurkan seisi tubuh dewa langit penguasa angin.
Maka, tamatlah sudah perjalanan hidup dari seorang manusia yang bernama Bayu, yang kemudian menerima anugerah kesaktian yang tinggi sehingga akhirnya mampu mendapatkan kedudukan di kerajaan atas langit dengan sebutan, dewa langit penguasa angin.
Kematian yang tragis, sebab disaat-saat terakhir hidupnya, ternyata ia harus menjalani dengan sesuatu yang buruk akibat dari fitnah keji yang dilakukan oleh orang yang dianggapnya sebagai sahabat terdekatnya.
Sinuhun akhirat memandang kejadian itu dengan pandangan mata kosong. Meskipun ia memiliki kekejaman yang diluar nalar dalam mewujudkan keinginannya. Tapi ternyata masih ada sedikit rasa sedih melihat kematian dari orang yang pernah ia sebut sebagai sahabat terdekatnya itu.
Tapi itu hanya selintas. Sekejap mata kemudian, seluruh kenangan masa lalu itu telah lenyap. Kini, ia berdiri dengan sikap sebagai sinuhun akhirat alias yang mulia raja roh. Pemimpin dari seluruh penjuru kerajaan bhumi di hamparan 1000 Nusa.
"Tapi itu masih belum cukup. Aku harus bisa merebut kekuasaan yang berada di kerajaan atas langit ini." gumam sinuhun akhirat.
Kesatria inti roh yang telah menghabisi nyawa dewa agung penguasa angin kembali menghadap.
"Tugas telah saya selesaikan, yang mulia."
Sinuhun akhirat menggangguk. Lalu ujarnya, "aku tak menyangka. Hanya untuk melumpuhkan seorang Kakek tua bangka itu saja, kita harus mengerahkan tenaga yang sangat besar."
Kesatria inti roh tampak mengerutkan keningnya.
"Tapi, yang mulia. Sesungguhnya hal itu terjadi karena kita hendak menangkap dewa agung hidup-hidup. Berbeda ceritanya jika kita langsung menghabisinya. Saya yakin, yang mulia memiliki kemampuan untuk melakukan hal tersebut."
"Mungkin saja. Tapi yang jelas, kita memang sangat membutuhkan dewa agung itu hidup-hidup. Karena kita memerlukan senjata BRAHMASTRA."
Kesatria inti roh mengangguk pelan.
Sinuhun akhirat lalu kembali berkata, "sekarang kita kembali ke kerajaan bhumi. Kita akan berkumpul disana membahas rencana penyerbuan besar-besaran ke kerajaan atas langit."
"Baik, yang mulai."
Kesatria inti roh lalu mengangkat tubuh dewa agung kepundaknya.
Sinuhun akhirat, sebelum beranjak meninggalkan bekas pertempuran itu berkata.
"Terima kasih atas bantuanmu membuat dimensi ini, sinuhun 7 langit."
Dari belakang tubuh sinuhun akhirat, tiba-tiba saja melangkah sepasang kaki tak berkasut. Lalu menyusul tubuhnya. Dan anehnya, warna kulit orang ini adalah hitam.
Makhluk ini ternyata adalah seorang Kakek tua berjubah garis-garis 7 warna. Selain tak memakai alas kaki, ditangannya juga tergenggam sebuah kitab bertuliskan kitab 7 langit.
Sambil sedikit membungkuk, sinuhun 7 langit berkata.
"Kebanggaan tersendiri bagi saya untuk bisa melayani yang mulia raja roh."
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Babad jawadwipa
Fantasykisah proses terjadinya pulau jawa yang terbentuk karena pertempuran diantara 2 kerajaan besar pada zaman itu. yakni kerajaan langit dan kerajaan bhumi
