chapter 11: Sultan rajo bhumi dan sinuhun akhirat 2

2K 99 4
                                        

Sinuhun akhirat melangkah perlahan kearah Sultan rajo bhumi. Kedua tangannya diletakkan dibelakang panggungnya. Sultan rajo bhumi sendiri meningkatkan kewaspadaannya. Ia tahu, kemampuan laki-laki yang kini tengah berjalan kearahnya itu.

Dan kini, keduanya telah saling berhadapan dengan jarak sekitar 4 meter.

Sultan rajo bhumi menegur dengan perasaan campur aduk, " dewa langit penguasa petir, apa yang kau lakukan disini?"

Sinuhun akhirat atau dewa langit penguasa petir menyeringai. Bukan menjawab pertanyaan tersebut, laki-laki berpakaian ringkas merah ini malah balik bertanya kepada Sultan rajo bhumi.

" Justru aku yang akan bertanya kepadamu. Apa yang kau lakukan di sini ?"

Sultan rajo bhumi terdiam. Pikirannya mencoba untuk menerka apa yang terjadi di antara para siluman danawa itu dengan dewa langit penguasa petir.

Memikirkan hal itu, Sultan Rajo bhumi menjadi tegang. Namun, ia mencoba tetap tenang. Maka dari itu, ia menjawab pertanyaan yang diajukan oleh lawan bicaranya.

" Seperti biasanya, aku sering melihat keadaan yang terjadi di dunia bawah. Melihat kondisi korban keganasan kerajaan bhumi. Dan aku melihat sendiri keganasan itu. Bahkan, bukan hanya itu. Tapi kini aku telah melihat sebuah kenyataan bahwa ada seseorang yang aku tahu telah berkhianat."

" Maksudmu itu adalah aku ?" Potong Sinuhun akhirat cepat.

Sultan rajo bhumi mengangkat bahunya. Ia lalu membalikkan badannya dan dengan segera hendak pergi.

Namun, gerakannya terhenti. Sebab, dihadapannya telah berdiri beberapa siluman danawa yang tadi berbuat onar.

Sultan rajo bhumi sedikit menoleh ke arah Sinuhun akhirat.

" Jadi, apakah yang akan kau lakukan?" Tanyanya.

Sinuhun akhirat tersenyum manis.

" Aku hanya ingin membunuhmu." Ujarnya singkat.

Sultan rajo bhumi merinding mendengar kata-kata itu. Berpikir cepat, ia menyadari bahwa ia harus bisa lolos dari maut. Dan mengabarkan kepada Pemimpin tertinggi kerajaan atas langit yakni Sanghyang dewa agung tentang penghianatan yang dilakukan oleh dewa langit penguasa petir.

Berpikir sampai disitu, maka dengan gerakan yang cepat, Sultan rajo bhumi menerjang kearah siluman danawa.

Para siluman itu, meskipun mereka berbadan besar namun memiliki kemampuan yang baik.

Melihat Sultan rajo bhumi memulai serangan kearah mereka. Dengan cepat para siluman ini bergerak menghindari serangan itu. Namun malang bagi siluman danawa yang berada dibelakang. Ia terlambat menghindari serangan itu. Maka tanpa ampun, tubuh raksasanya terpental jauh akibat tendangan keras dari Sultan rajo bhumi.

Raksasa danawa itu menggeliat beberapa kali lalu terdiam tak berkutik lagi.

Melihat kawannya mati dengan hanya satu serangan, para siluman ini menjadi marah. Namun, sebelum siluman-siluman itu bertindak. Mendadak dari arah belakang terdengar suara angin bersiur dengan kencang.

Tanpa berpaling, Sultan rajo bhumi sadar bahwa ia tengah diserang dari belakang. Maka dari itu, ia lalu melompat kearah samping kirinya. Dan dengan beberapa kali berjumpalitan ia mendarat dengan mulus.

Kini kembali ia berhadapan dengan Sinuhun akhirat alias dewa langit penguasa petir.

" Apakah kau akan terus bermain dengan siluman bodoh itu ?" Sindir Sinuhun akhirat.

" Cih, wahai penghianat. Apabila kau ingin bertarung denganku. Maka marilah kita berkelahi dengan jantan. Jangan kau hanya berani menyerangku dari belakang." ejek Sultan rajo bhumi.

Merah padam muka sinuhun akhirat mendengar ejekan yang dilontarkan oleh sultan rajo bhumi itu.

" Apa ucapanmu..maka terjadilah." Desis sinuhun akhirat.

Sultan rajo bhumi bersiap menghadapi serangan yang akan dilakukan oleh sinuhun akhirat. Ia lalu memperkokoh kuda-kuda dengan cara merenggangkan kedua kakinya. Lalu tangan kiri diangsurkan ke depan dan tangan kanan ditekuk kebelakang. Posisi badannya agak ditundukkan.

Melihat kuda-kuda yang dilakukan oleh sultan rajo bhumi, sinuhun akhirat tersenyum sinis.

" Apakah kau bersiap menghadapi seranganku dengan menggunakan ilmu harimau dewa ?" Ujar sinuhun akhirat.

" Janganlah kau banyak bercakap, wahai penghianat. Kemarilah dan seranglah aku."

" Baik. Bersiaplah untuk mati."

Lalu dengan cepat sinuhun akhirat berkelebat ke arah sultan rajo bhumi. Kedua belah tangannya tiba-tiba saja berubah warna menjadi merah dan membara.

" Jurus sepuluh jari neraka." Desis sultan rajo bhumi merinding. Namun demikian, pantang baginya untuk mundur. Ia yakin dengan kemampuannya. Maka iapun memperkuat kedudukannya. Tanah yang ia pijak ambles sedalam 3 cm. Dari kedua tangan yang terkembang memancar cahaya keputih-putihan.

Serangan sepuluh jari neraka menyerang kepala dan dada sultan rajo bhumi dengan ganasnya. Namun demikian, sultan rajo bhumi juga sudah bersiap dirinya.

Begitu serangan yang dilancarkan oleh sinuhun akhirat mulai mendekat, ia memapak serangan yang mengarah ke dadanya menggunakan tangan kiri.

Benturan pertama terjadi dengan mengeluarkan suara keras.

Kemudian, setelah berhasil membuat mental serangan yang mengarah ke dadanya. Sultan rajo bhumi menarik mundur kepalanya kebelakang guna menghindari serangan sepuluh jari neraka yang mengarah pada wajahnya.

Meskipun berhasil dihindari oleh sultan rajo bhumi, akan tetapi tak semua serangan yang dilancarkan oleh sinuhun akhirat bisa diredam. Hawa panas yang menyengat dari jurus sepuluh jari neraka masih menyengat wajah dan terasa perih.

Sekarang, ganti sultan rajo bhumi balas menyerang. Tangan kanan yang ia sembunyikan dengan cepat dihantamkan kedada sinuhun akhirat.

Jangankan tubuh manusia, batu Padas sekalipun bila terkena serangan jurus harimau dewa akan hancur berkeping-keping.

Melihat hal itu, sinuhun akhirat segera menghilangkan kedua belah tangannya untuk melindungi dirinya dari hantaman tangan kanan sultan rajo bhumi yang dilempari jurus harimau dewa.

Kembali terjadi dentuman keras ketika kedua tangan itu beradu.

" Bumm !"

Asap mengepul dari tempat terjadinya bentrok kedua makhluk yang berkekuatan hebat.

Sultan rajo bhumi tampak duduk berlutut di tanah. Wajahnya terlihat agak pucat. Lalu, beberapa jarak darinya, sinuhun akhirat berdiri tegak namun kedua lengan yang ia gunakan untuk menahan serangan yang dilancarkan oleh sultan rajo bhumi tampak agak memerah.

" Sikeparat ini. Ternyata ilmunya meningkat dari beberapa waktu lalu. Tapi, tetap saja ia bukan tandinganku. Aku harus secepatnya membunuh orang ini." Ucap sinuhun akhirat dalam hati.


***



# maaf kepada para pembaca sekalian. Lama update kisah babad Jawa ini. Hehehehe...soalnya kemarin (1bln yg lalu) HP ku rusak. Pas dibenerin pada keriset semua:-(. Terus parahnya lagi, gw lupa password wattpad gw. Lupa, loginnya pake apa dan kata sandi nya apa. Jadi butuh waktu lama buat masukannya.

Tapi alkhamdulillah. Kemarin baru inget...jadi, baru sekarang bisa update kisah ini.

Mudah-mudahan bisa update terbaru tips Minggu. Amin...

Maaf ya...

Oya, minta votenya y biar tambah semangat.

( Gak maksa sih )

Babad jawadwipaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang