Nathan (part 2)

9.3K 465 4
                                        

Ini masih Point Of View (POV) Nathan ya.
Selamat membaca.

°
°
°
°

Tak terasa sudah 1 bulan aku menjalin hubunganku dengan Kimmy. Aku memberitahunya bahwa hubungan ini tidak melibatkan perasaan dan dia hanya bahan pengalihanku saja. Dan dia menyetujui itu, karna memang itu yang dia inginkan. Mencoba mendekatiku berkali-kali tapi tak pernah mendapatkan hal yang dia mau dan sekarang dia mendapat kesempatan emas yang tak mungkin dia sia-siakan.

"Sayang, kapan kita pergi liburan? Aku bosan berada di jakarta terus" sayang? Oh, dia semakin menikmati perannya. Holly shit!!

"Aku sedang banyak pekerjaan Kimmy, lain kali saja" ucapku jengah.

"Oke tak apa. Tapi, kau harus janji kita akan pergi berlibur" terserah kau sajalah. Aku hanya menganggukan kepalaku agar dia cepat bungkam.

Tapi, apa-apaan sikapnya ini. Kulihat wajahnya perlahan mendekat padaku. Dan dia memang sudah lupa akan dirinya.

Aku baru saja akan mendorongnya, tiba-tiba sebuah suara menghentikanku dan juga Kimmy.

"Cukup!!"
"Ku mohon cukup"

Riana!

Shit, seharusnya dia tak boleh lihat hal ini. Ditambah posisi kami seperti...

aku bangkit dan menghampirinya dengan terburu-buru.

"Kenapa kau datang lebih cepat?" Shit, kenapa pertanyaan itu yang keluar.

"Kenapa? Kau takut akan ketauan seperti ini Nathan?" Lihat?! Dia akan semakin salah paham Nathan bodoh!

"Ri, dengarkan aku. Aku ti.."

"Sudah, tak usah dijelaskan. Silahkan lanjutkan kegiatan kalian. Maaf, jika aku mengganggu" ucapnya tanpa mendengarkan penjelasanku.

Shit!!

Jangan menatapku dengan tatapan itu.
Ku mohon Ri, jangan menatapku seperti itu.

Air matanya seakan air raksa yang menetes di jantungku. Aku merasakannya, aku juga merasakan kesakitan yang dia rasakan. Dan bodohnya, itu semua karna kelakuanku.

Kulihat dia tiba-tiba berhenti dan berbalik menatapku.

Semoga dia berubah pikiran dan mau mendengarkan penjelasanku.

Dia menatapku sebentar dan mengatakan sesuatu yang kembali membuatku tertohok.

"Selamat hari pernikahan yang pertama, suamiku"

Dia pergi meninggalkanku yang diam terpaku di depan pintu.

'Ulang tahun pernikahan kami? Kenapa aku lupa?'

Shit! Seharusnya tak seperti ini. Aku hanya ingin mengalihkan perhatianku dan memastikan apa yang aku rasakan bukan ingin menyakitinya.

Aku tau sekarang.
Semuanya sudah jelas.
Perasaan ini memang benar ada.
Tapi, sekarang apa?
Kau menyakitinya Nathan bodoh!!
Aku menyakitinya!!
aku menyakitinya di hari ulang tahun pernikahan kami!!

Aaakkkkkhhhh!!!!

Aku meremas rambutku kasar, rasanya kepalaku akan copot memikirkan kesakitan yang kubuat untuknya.

"Sayang, kau tak apa?"

Shit! Wanita sialan ini masih disini rupanya.

"Pergi" ucapku, aku sedang tak ingin di ganggu sekarang.

"Kau kenapa?" Dia bodoh atau apa ? Sudah jelas aku bertengkar dengan istriku dan dia bertanya aku kenapa.

"Pergi Kimmy, aku tak ingin di ganggu sekarang"

RianaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang