'Aku mencintaimu karena seluruh alam semesta ini berkonspirasi membantuku untuk menemukanmu'
(Paulo Ceolho)
°
°
°
°
Cahaya itu datang.
Perlahan
Diam-diam menyusup
Dan menyilauku
Membuatku sadar, bahwa aku sudah terlalu lama di dalam lubang kegelapan yang kubuat sendiri. Cahaya itu menarikku ke atas, kemudian berpijak pada tempat yang benar.
Di tempat yang seharusnya.
Dia datang mencariku dan kemudian menarikku kembali. Membuatku merasakan lagi deruan nafas hangatnya di wajahku, merasakan dentuman indah jantungnya, merasakan sentuhan hangat kulitnya di tubuhku.
Dia membawaku kembali melihat cahaya.
Setelah penjelasan yang dia katakan padaku, sekarang aku tahu, bagaimana perasaannya.
Walaupun tak ada pengakuan langsung namun aku mengerti, tidak mudah baginya berperang melawan hatinya sendiri.
Hati bekunya yang membuat segalanya menjadi rumit.
Dan kini semuanya sudah jelas. Dia menang dari ke-egoisannya dan datang mencariku.
"Bertahanlah untukku, sebentar lagi. Dan tetaplah bersamaku sampai aku memahami perasaanku"
"Aku akan bertahan, aku akan bertahan untuk hatimu Nathan" air mataku sudah tak bisa lagi ku tahan. Dia memintaku untuk tetap berada disampingnya, itu sudah lebih dari cukup buatku.
Dia kembali merengkuhku erat. Mencoba menenangkan isakan tangisku yang semakin kuat. Aku terlalu bahagia sampai menangis tersedu-sedu seperti ini.
"Tenanglah, aku tak ingin kau menangis lagi" ucapnya melepas pelukan kami dan menghapus air mataku.
"Aku terlalu senang" ucapku.
Dia menyunggingkan senyuman indahnya yang sangat jarang aku lihat, tapi kini terlihat nyata.
"Kita kembali ke apartement ya" ucapnya yang masih menghapus air mataku.
"Iya"
Aku rindu semua aktifitas yang kulakukan bersamanya. Dan aku bersyukur, aku masih bisa melakukan semua itu lagi.
"Syukurlah. Ayo kita temui nenek dan pamitan" ucapnya seraya menggenggam tanganku.
Sepertinya aku tak bisa melepas senyuman di bibirku. He is my moodbooster.
"Setelah ini, aku pasti akan dimaki habis-habisan oleh nenek"
Aku hanya tersenyum geli mendengarnya dan membayangkan apa yang akan nenek katakan padanya nanti.
°
°
°
°
Akhirnya aku kembali ke apartement ini lagi. Tak ada yang berubah, namun sedikit berantakan.
Minuman kaleng dan bungkusan makanan ringan berantakan di meja ruang tv. Handuk yang entah kenapa bisa ada di meja makan, dasi dan kaos kaki
tergeletak mengenaskan di sofa.
Astaga, dia apakan apartementnya?
Saat aku masuk ke kamar kami, ternyata keadaannya jauh lebih parah dari ruang tv dan dapur.
Baju-baju yang berserakan di tempat tidur, seprei yang tak diganti sejak aku pergi 3 hari yang lalu, dan bedcover yang sudah dilantai.
'Sepertinya aku harus kerja rodi hari ini'
"Maaf, aku membuatnya berantakan" ucapan Nathan menghentikan kegiatanku yang sedang memunguti baju-bajunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Riana
RomanceSenyum itu yang membuatku terikat, sampai pada akhirnya aku terjebak dalam ikatan itu. Tapi, sampai kapan aku bisa bertahan? Riana Wulandari Bukan aku yang menyuruhmu untuk mendekat, jadi jangan salahkan aku bila kau sampai terluka Nathan Alvedro ...
