TMRC - Tiga belas (Antara Romantis dan Siksaan)

37.3K 3.2K 195
                                        

Gebi sudah berada di depan sebuah gedung. Gebi sendiri tidak menghitung berapa jumlah lantai gedung itu. Matanya hanya fokus menatap huruf-huruf besar stainless steel berwarna silver yang terpajang di atas pintu masuk gedung itu dengan tulisan PRIXMA.

Hari ini seperti janjinya pada Pak Beni, dia akan melakukan Interview dengan direktur perusahaan ini. Setelah hampir dibuat gila oleh permintaaan boss-nya yang menyuruhnya memakai pakaian formal, Gebi akhirnya menurut saja.

Gebi memakai blouse bergaya middy berwarna misty rose. Dipadukan dengan rok pensil berwarna hitam. Setelah melalui pergulatan batin, Gebi harus merelakan sneakers dan menggantinya dengan peep toe heels hitam pemberian Kiffarah. Rambut panjangnya dikucir kuda. Pamerkan leher jenjangnya. Tak lupa, make up tipis yang membuat look-nya begitu fresh.

Setelah menerima chat dari sang Bos, Gebi langsung menuju lantai 12.

"Permisi?" Gebi menyapa seorang wanita. Name tag-nya bertuliskan Vika.

Yang dipanggil tersenyum. "Iya? Ada yang bisa saya bantu?"

Gebi mengulurkan tangan. "Angkasa Gebintang dari harian RadJak. Mau melakukan Interview dengan Direktur Prixma group ini."

"Baik. Saya cek dulu jadwal Bapak"

Gebi menunggu. Sambil edarkan pandangannya ke ruangan bernuansa abu-abu muda tersebut.

"Nona?" Panggil Vika. "Sudah saya cek, jadwal Interview Bapak memang ada untuk hari ini. Pukul 11 nanti. Itu artinya, Anda masih harus menunggu 20 menit."

"Tidak masalah.” Gebi tersenyum.

"Baik. Silakan." Vika menunjuk ke sofa di sudut ruangan itu.

Gebi menurut dan duduk di ruang tunggu sambil memainkan ponsel. Tiba-tiba, senyuman usil tercetak di bibir. Terpikir olehnya untuk mengganggu Kaffi. Sudah dua hari Kaffi keluar kota. Gebi benar-benar merasa kesepian tidak mendengar ocehan Kaffi. Entah sejak kapan, dia merasa bentakan dan sumpah serapah Kaffi semacam kebutuhan. Gebi sudah terlalu terbiasa dengan itu.

Dibukanya aplikasi WhatsApp, mulai membombardir Kaffi dengan chat tidak pentingnya.

Gebintang : Hai
Gebintang : sayaaaaang
Gebintang : kau sedang apa?
Gebintang : bagaimana Makassar?
Gebintang : kpn kau pulang? Aku merindukanmu
Gebintang : kau pasti tdk bisa bekerja krn memikirkanku kan,?
Gebintang : love, hug, kiss always.

Jeda beberapa menit sebelum Kaffi membalasnya.

T. Kaffiar : Bodoh

Gebintang : Aku juga menyayangimu :*

T. Kaffiar : Aku sibuk. Jgn menganggu.

Gebintang : Apa kau butuh energi?
Gebintang : Kau mau sesuatu yg HOT?

T. Kaffiar : DEMI TUHAN BERHENTILAH!

Gebintang : Akan kukirim foto telanjangku

T. Kaffiar : Dasar wanita GILA!

Gebintang sent a picture

Gebi mengirimkan foto seorang pria berbadan kekar dengan bikini berwarna kuning terang. Dia terbahak sendiri memikirkan reaksi Kaffi.

T. Kaffiar : Oh, Tuhan
T. Kaffiar : Kau tau? Dia lbh seksi darimu!
T. Kaffiar : dia mempunyai lekuk pinggang yg indah
T. Kaffiar : Sementara kau?
T. Kaffiar : Lekuk tubuhmu benar2 abstrak!
T. Kaffiar : Aku bahkan tdk mengerti apa bedanya kau dgn box pasta gigi

The Marriage Roller CoasterCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang