Fluttering Heart

1.4K 192 8
                                        

Jongin POV.

"Kau duluan saja. Aku ingin ke kamar mandi" ujarku kepada Sehun
"Ha? Baiklah" ujar Sehun melepaskan rangkulannya dari bahuku

Akupun membalikkan badan dan berjalan sendirian menuju koridor. Pikiranku masih melayang pada kejadian di Kafetaria. Bayangan Sehun yang tengah menggengam lengan Soojung... Aaarrgghh!. Kenapa juga aku peduli? Dia tak lebih dari teman sekamarku. Ya, Teman sekamar. Hanya sebagai teman sekamar.

"Kau kenal gadis tadi yang habis berurusan dengan Kaeun?"
"Apa? Kaeun? Astaga. Dia sudah cukup gila untuk berurusan dengan putri dari kepala sekolah"
"Kasihan ia. Dipojokkan di dinding. Kaeun memang cantik, tapi ia tadi terlihat menyeramkan"
"Bukankah kau pikir gadis yang mendekati Pangeran juga biasa saja? Ia bahkan tidak memiliki kelebihan apapun"

Langkahku berhenti mendengar kedua gadis yang sibuk bergosip ria saat melewatiku. Apa yang terjadi dengan Soojung?. Aku mempercepat langkahku menuju kearah kamar mandi. Bodoh! Untuk apa kau khawatir seperti ini? Ini berlebihan, Kim Jongin. Ini berlebihan. Mungkin mereka hanya mengajaknya berbicara. Atau bahkan menghajarnya? Bagaimana kalau kepalanya dihantamkan ke tembok? Bagaimana... Bagaimana....

Semua pemikiran konyolku membuatku berjalan dengan langkah yang lebih cepat, dengan mengepalkan tanganku. Ini wajar bukan. Aku hanya ingin melindungi gadis itu, sebagai teman sekamar, tidak lebih. Ya. Tidak lebih.

Langkahku berhenti saat aku menatap gadis berambut blonde yang tengah diapit dua orang gadis. Sepertinya dua orang gadis itu temannya. Mereka bergelayut di kedua tangan Soojung. Sementara, Soojung sendiri hanya membatu disana. Aku tak dapat mengartikan tatapan kosong itu. Aku belum pernah melihatnya seperti itu. Kulangkahkan kakiku untuk mendekatinya. Bahkan ia sendiri tak sadar aku tengah berada di depannya. Kedua gadis yang tengah memegang lengannya melemparkan tatapan curiga kearahku, namun siapa yang peduli. Yang aku pedulikan adalah kondisi gadis ini.

"Soojung?" ujarku pelan '

Ia merespon panggilanku dan ia tersentak saat melihat wajahku. Kuperhatikan tidak ada luka luka di wajahnya. Tidak ada area yang lebam di wajahnya. Kini aku dapat bernafas lega sedikit.

"Kau ini kenapa? Diam mematung seperti patung di koridor ini. Bagaimana kalau kamu dihampiri setan? Lihat, wajah temanmu saja sampai pucat seperti itu" ujarku sambil menunjuk kedua sahabatnya yang ada disampingnya

"Ah, iya.. Maafkan aku" ujarnya pelan tanpa melihat kearahku


"Psst, itu dia yang berurusan dengan Kaeun dan teman temannya? Harusnya ia tahu dengan siapa ia berurusan" ujar dua orang gadis yang tengah berbisik sambil melewati kami

"Lalu apa urusannya denganmu hah!" ujarku sambil melirik mereka dengan tajam


Aku menatap dua gadis yang tengah berbisik itu, dengan penuh kemarahan. Mereka malah ketakutan dan segera meninggalkan kami dan menundukkan kepala mereka. Aku menatap Soojung. Ia terlihat pucat. Aku dapat melihat tangannya yang gemetaran. Aku menatap matanya. Penuh ketakutan. Dan juga rapuh. Dan faktanya, aku melihat diriku sendiri, didalam matanya. Penuh ketakutan, kesendirian, lemah, dan juga, rapuh. Aku tak mengerti apa yang sedang kurasakan ini, ini sudah lebih cukup yang kulihat.


Kugenggam lengannya dengan kuat dan menariknya ke dalam dekapanku. Kudekap ia didalam lenganku. Dapat kurasakan wajahnya tepat menyentuh dadaku. Detak jantungku berdebar. Aku belum pernah merasakan hal ini. Belum ada orang yang selama ini membuat detak jantungku berdetak terasa nyata. Karna pada nyatanya, aku bahkan tak bisa mendengarnya sendiri.


"Jo..ngin" ujarnya terbata dalam dekapanku

"Ssh." ujarku lembut sambil mengelus pelan puncak kepalanya


Roomates With Contracts [HIATUS]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang