Have A Little Bubbletea

1.8K 184 5
                                        

"....... dan ini adalah Dorm untuk para siswa" ujar Inspektur sambil mengajak para siswa dan siswi baru memasuki sebuah lorong dengan banyak pintu yang bertuliskan angka angka. Koridor dorm ini tidak ada yang mencolok, dinding yang berhiaskan warna broken white  dipadu dengan dengan ubin ubin marmer dengan warna yang sepadu, dan lukisan lukisan eksentrik di setiap sisi sebagai jeda per-kamar. 

"Setiap kamar difasilitasi sebuah AC, satu kamar mandi, satu tempat tidur tingkat 2, 2 lemari baju, dan 1 lemari buku. Setiap kamar mandi memiliki shower, dan juga sebuah bathtub" ujar Inspektur melalui pengeras suara 


Fasilitas yang memadai bak sebuah hotel, cukup menggagumkan, batin Jongin. 


"Baiklah para siswa siswi baru, tinggalkan koper kalian di lorong ini, dan kalian diperbolehkan untuk ke kafetaria. Pukul 12.54 KSt, kalian sudah berkumpul disini" ujar Inspektur tersebut sambil berlalu. 


Jongin pun menaruh kopernya disalah satu sudut koridor, dan berlalu pergi dari koridor Dormitory, mengikuti kearah kakinya melangkah. Ia dapat melihat disekelilingnya sudah mendapatkan teman dekat, dan ia bak anak yang tersesat sendirian, tanpa teman. Ia membaca peta lokasi untuk menemukan Kafetaria, yang ternyata ia harus melewati dua lorong lagi. Kakinya sudah cukup tersiksa karena hukuman tadi, dan ditambah lagi, lokasi Dormitory yang begitu jauh dengan akses manapun. Kalau bukan karena perutnya yang sudah keroncongan, mungkin ia akan lebih memilih berdiam diri di koridor. 


/ / / / /  / / /  / / / /  / / / / /  / / / / /  / / / 


"Kyaa! Oh Sehun! Oh Sehuun!" 


Teriakan itu mengisi seluruh koridor yang dipenuhi gadis gadis muda yang tengah mengelilingi seorang anak laki laki dengan kulit putih pucat, rambut berwarna blonde, bibir yang tipis, dengan tatapan yang begitu dingin. Tingginya bak seorang model model pria di majalah majalah terkenal. Bentuk badannya tidak begitu bagus, namun apa yang membuatnya sempurna adalah bahunya yang lebar yang dapat dibayangkan bagi gadis gadis untuk mendaratkan wajah mereka di belakang bahunya. Ia tidak memakai hal hal yang mencolok. Baju kemeja putih polos lengan panjang yang kedua lengannya ia gulung sampai sikut, dengan dua kancing kemejanya yang paling atas dibuka. Dengan celana denim dan sedikit terbuka di bagian lutut, dan juga tak lupa sepatu Nike berwarna putih. Ia tengah berjalan menuju lorong Kafetaria sendirian, dan Ia tak sadar dibelakangnya sudah diikuti gadis gadis selama perjalanannya ke Kafetaria. 


Sehun hanya tersenyum setiap kali gadis gadis itu bergiliran mengajaknya untuk foto bersama. Satu jepret, dua jepret, tiga jepret, Sehun tampaknya sudah terbiasa dengan kamera. Bukan untuk menyombongkan, Sehun merupakan salah satu keponakan pemilik saham di sebuah agency entertaiment di Korea yang tengah naik daun. Dan ia dirumorkan menjadi trainee disana. Kabar Sehun sebagai calon trainee yang akan bersekolah di KIS sudah membuat para siswa siswi gempar akan kedatangan calon artis yang akan bersekolah di KIS itu. Dan, Sehun juga sudah mendapatkan pelatihan pelatihan seperti menyanyi, menari, berakting, dan tak lupa, modelling. 


"Sehun, kumohon jangan sombong setelah ini!" ujar salah satu gadis yang baru saja selesai mengambil foto dengannya 

"Tentu tidak" ujar Sehun tersenyum ramah, yang mungkin sudah melelehkan hati setiap gadis yang ada disekitarnya

"Kalau boleh aku permisi, aku ingin ke kafetaria ingin mengisi perutku. Kalian jangan lupa makan oke?" ujar Sehun sembari pamit sambil membungkukkan badannya dan berlalu

Roomates With Contracts [HIATUS]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang