Heartbreak in Valentine

738 92 8
                                        

Sehun's POV

It's valentine!  Hari yang sangat sangat kutunggu. Kalau kau ingin tahu mengapa, ini jawabannya.

1. Aku ingin menyatakan perasaanku pada Soojung
2. Tanggal yang sempurna untuk mengikat jalin cinta

Aku bahkan mensurvey dari Google untuk berbagai macam cara menyatakan perasaan terhadap gadis. Dan semuanya sudah terlalu kuno. Boneka beruang?  Mawar?  Aku harus mencari sesuatu yang baru. Sesuatu yang unik.  Akhir akhir ini Soojung tampak baik baik saja, ia mulai sering tersenyum sejak 1 minggu setengah ini. Mungkin moodnya akan membaik setelah aku menyatakan perasaanku,  toh siapa yang akan menolak diriku? 

Sembari sibuk merangkai project ku, aku selalu dibayang bayangi oleh reaksi reaksinya yang masih tabu untuk kubayangkan. 

Jongin's POV

Soojung tampak bahagia.

Tapi siapa yang tahu siapa yang menyebabkan kebahagiaan itu. 

Yang jelas, bukan aku.

Sakit memang, tapi setidaknya aku pernah berjuang untuk melukis senyum di wajah itu. 

Ia tampak cantik, seperti biasanya hari ini. Ia tak menggunakan make up berlebih seperti biasanya. Akhir akhir ini sepertinya aku jadi gila, karna dia selalu ada di pikiranku.

Dan tentang ciuman itu.. Oh Tuhan.

Setiap kali aku membayangkan scene itu, aku selalu berakhir tersenyum senyum sendiri. Dan hari ini, aku mendapati diriku sedang tersenyum didalam kelas.

"Kau tidak sedang terangsang kan?" bisik Taemin 

Aku menjitak kepalanya cukup keras.

"Dasar bodoh" jawabku, "Aku saja tak ingat terakhir kali aku menonton film jav. Mana mungkin aku bisa terangsang tiba tiba" sambungku lagi.
Taemin tertawa, "Mau kubagi koleksiku? "
"Aish" ujarku sebal

Entah kenapa suasana Cafetaria begitu berbeda. Banyak gadis gadis yang... Membawa cokelat. Memangnya ini hari apa?

"Ah... Aku baru ingat hari ini Valentine. Pantas gadis gadis disini begitu bersemangat"

Aku menghela nafasku dengan kasar. Valentine? Aku belum pernah merayakannya. Karna yang kuingat adalah saat aku menemukan lokerku yang berisi tumpukan cokelat yang selalu berakhir dengan aku membuangnya kedalam tempat sampah. Bukannya aku tidak menyukai cokelat, aku menyukai cokelat, hanya saja, aku tidak tertarik dengan hari yang disebut hari kasih sayang ini. 

"Hei, apa kau tahu hari ini Pangeran tidak ada disekolah?" ujar seorang gadis disebelahku 

"Tidak. Apa dia baik baik saja? Aku sudah beberapa kali melirik kelasnya dan dia tidak ada disana. Dimana ya?" jawab temannya 

"Ah, semoga pangeran tidak apa-apa" ujar gadis itu lagi

Aku mendengarnya dengan tampang jijik. Memangnya setampan apa sih mahluk bernama Oh Sehun itu? Ya, memang kuakui dia lebih putih. Juga kuakui bahwa hidungnya jauh lebih sempurna, tapi apa dia bisa se-seksi diriku? Tentu tidak. 

"Menjijikan sekali gadis gadis itu" desisku setelah gadis gadis itu pergi

"Yah, memang seperti yang kau lihat bahwa, kenyataannya dia memang lebih tampan darimu" ujar Taemin usil 

Sebelum aku sempat memukul Taemin, laki laki lincah itu sudah berlari. Dan tentu saja aku harus menjitaknya sebelum aku tenang.


Soojung's POV.


Sehun tidak terlihat dimana mana. Khawatir? Um, mungkin sedikit? Perasaanku masih sedikit kacau sebetulnya. Apa yang dilakukan Kaeun terhadapku masih terbawa dalam mimpiku. Hampir saja mimpi kelamku terkuak kembali di sekolah ini. Tidak, kumohon, jangan. Aku berdoa setiap harinya agar kejadian itu tak kembali terulang. Aku kembali mencuci mukaku di wastafel kamar mandi, berulang kali hingga airnya mengenai sweaterku. Berulang kali aku menatap wajahku di cermin. Itu semua masalalu. Ayo bangun, Jung Soojung. 

Roomates With Contracts [HIATUS]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang