Have a little jealousy

1.5K 148 3
                                        

A/N ;

Ada yang kangen Sehun kah? Kangen gak? Kangen gak?

Kasian dia pov nya sedikit jadi saya tambah deh. Kayaknya nggak ada pov Kaistal disini, kayaknya ya. Baru kayaknya. Anyway, jangan lupa buat selalu tinggalin jejak bintang disetiap chapter! dan Happy 4k readers!!! *telat*

Sehun POV.

Aku merebahkan diriku di ranjangku. Mencoba kembali mencerna kejadian kejadian yang telah terjadi, dan merancangnya kembali layaknya sebuah puzzle. Sebuah senyum tipis tergambar dari wajahku memikirkan gadis blonde yang kini menjadi teman sebangku-ku. Ia cantik, manis, dan juga pemalu. Beberapa sifat dari seorang gadis yang kusukai. Ia hampir mendekati tipe idealku. Tingginya juga semampai, dan ia juga tak terlalu pendek dariku. Ia bahkan tak perlu menggunakan begitu banyak polesan di wajahnya, bahkan wajahnya lebih cantik tanpa memerlukan polesan apapun. Ia juga memakai lip gloss yang sewarna dengan bibirnya yang berwarna merah muda merekah itu, yang dimana aku gemas ingin menciumnya. Tangannya yang begitu halus, ingin rasanya aku menggengamnya dan tak pernah melepasnya. Aku memandang layar handphone-ku, tampaknya baru pukul 19.30 KST dan perutku sepertinya meminta cemilan untuk disantap. Meskipun aku sebenarnya tidak terlalu lapar.

Kebetulan Juho hyung sedang ada di perpustakaan, aku bisa memberitahunya nanti kalau aku akan pergi ke Kafetaria untuk mencari sesuatu untuk dimakan. Setelah memakai t-shirt berwarna hitam dan celana pendek selutut berwarna biru tua, dan tak lupa memakai sendal, akupun melangkahkan kakiku ke Kafetaria. Selama aku melewati lorong menuju Kafetaria, semuanya hampir sepi. Apa semua siswa sudah makan? Atau hanya aku yang terakhir?

Lamunanku berhenti mendengar sebuah suara tawa seorang gadis. Tunggu, sepertinya aku mengenalnya.

"Kau tidak akan membalas jitakanku?"

Aku menyipitkan mataku dari kejauhan. Seorang gadis berambut blonde dengan kuncir kuda dan, tunggu, siapa laki-laki yang disebelahnya?

"Kalau tidak membalas jitakanmu sudah membuatmu tertawa, aku akan lebih senang untuk tidak membalasnya"

Tunggu, Jongin? Kim Jongin?

Apa yang ia lakukan bersama gadis itu? Ia bahkan merangkul bahu gadis itu. Merangkulnya. Ya, merangkulnya, kutekankan kalimat itu di benakku.

Aku tidak bermaksud untuk menguntit mereka berdua, tapi aku berpikir apa mereka mempunyai tujuan yang sama denganku dan, Shit. Kami menuju tempat yang sama, Kafetaria. Aku mencoba untuk mengatur jarak jalanku dengan mereka, agar mereka tak curiga dengan kehadiranku. Aku dapat melihat jelas lengan Jongin bahkan tak dapat menjauh satu senti pun dari bahu Soojung. Aku hanya mengerenyitkan dahiku sambil mengerucutkan bibirku. Apa aku cemburu? Ya. Apa aku ingin melepaskan lengan Jongin dari Soojung? Ya.

Saat mereka berjalan menuju stand Bento, aku segera mempercepat langkahku menuju stand Sushi. Aku memilih Sushi yang kubeli secara asal tanpa aku tahu apa yang ada di dalam Sushi itu. Soojung kini tengah duduk di meja tepat didekat meja ku bersamanya tadi siang, hanya dihalangi dua meja saja. Sementara aku memilih meja berada didekat pilar penyangga ruangan ini dan membuntuti mereka bagaikan seorang psikopat. Jongin berjalan menuju meja yang ditempati oleh Soojung sembari membawa senampan Bento dan dua buah Milk Tea. Mungkin sekarang aku harus membenci minuman yang memperkenalkan aku dan Soojung itu.

Sembari mereka makan, mereka tak henti hentinya bercanda dengan satu sama lain yang membuatku sedikit gusar tapi tetap saja aku tak dapat menarik pandanganku dari mereka. Sepertinya pipiku mulai memanas saat Jongin berulang kali sengaja menyentuh tangan Soojung. Sampai aku yang berniat mencelup sushiku ke kecap asin malah tertukar dengan wasabi. Bahkan tanpa melihat aku memasukkan sushi ku dengan kasar ke mulutku. Saat aku mengunyahnya, mataku membelalak lebar. Saat aku melihat olesan wasabi yang diberikan sudah menghilang sepenuhnya, dan baru kusadari aku sudah mengigit sushiku yang berlumuran semua wasabiku. Aku mencengkram mejaku sendiri, menahan rasa panas di mulutku yang begitu luar biasa. Sampai sampai hidungku terasa panas dan sakit. Tapi aku sudah terlanjur mengunyahnya, dan harus kutelan. Setelah kutelan bulat-bulat, aku segera menenggak secangkir ochaku sampai habis. Sial.

Roomates With Contracts [HIATUS]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang