Jongin's POV
Dan disinilah aku berakhir. Membiarkannya melebur dalam pelukanku. Aku tak ada pilihan selain memeluknya kembali, dengan erat. Seakan akan mengucapkan salam perpisahanku. Dan mungkin ini pelukan terakhirku untuknya.
"Aku benci mengatakan ini" ujarnya di dalam pelukanku
"Jangan..menjauh dariku" rintihnya pelan
Aku hanya terdiam. Memejamkan mataku erat-erat, menahan agar air mataku ini tidak keluar. Aku sudah menahannya sejak ia memelukku- Tidak. Aku sudah menahan air mataku sejak pagi buta tadi. Seakan akan ia tahu aku sudah ancang-ancang untuk menjauh. Tapi bisakah? Bisakah aku menjauh darimu?
"Aku.. tidak akan meninggalkanmu. Aku janji" ujarku menahan getirnya ucapanku barusan. Janji ini bisa aku rusak kapanpun kan?
Aku tidak bisa berjanji apapun, karna janji dibuat untuk dirusak.
Tapi aku janji, aku akan ada disisimu, yah, mungkin tidak disampingmu, setidaknya aku akan berada di belakangmu.
"Terimakasih" ujarnya sambil mendongakkan wajahnya dengan mata sembabnya itu. Tuhan, aku benci membuat gadis ini menangis, atau siapapun yang membuatnya menangis
Aku mengangguk pelan, sembari tersenyum padanya. Senyuman ini bahkan terlalu pahit, aku tak tahu apakah ia akan menganggap senyumku ini tulus atau hanya sebagian dari topengku. Ia menarikku ke arah ranjangnya, ia mengenggam erat tanganku, tangannya begitu hangat, dan aku akan melakukan apapun untuk tetap selalu berada di dalam genggaman tangannya. Tapi kali ini, aku tidak bisa melakukan apapun.
"Mau kah kau menungguku sampai tidur?" pintanya sambil membaringkan tubuhnya di atas kasur dan menyelimuti dirinya sendiri
Aku lagi lagi mengeluarkan senyuman lagi, sambil duduk di lantai dan mengelus pelan puncak kepalanya.
"Aku disini" ujarku pelan
Ia tersenyum kecil. Tolong jangan hapus senyuman favoritku itu.
Soojung's POV.
Saat aku terbangun, Jongin sudah tak ada lagi. Tak ada tanda tanda dirinya. Pukul 04.20 AM. Akupun menatap wajahku di kaca dengan mata sembabku yang sudah membaik. Aku baru sadar ada sebuah kain basah yang masih dingin, apa mungkin ia mengompres mataku agar tidak terlihat seperti habis menangis?
Setelah mandi aku memakai seragamku, merapihkan buku untuk jadwal hari ini, dan memakai sweaterku. Aku tidak ada niatan menggunakan make up hari ini. Aku sedikit pucat saat aku kembali menatap wajahku di kaca. Bagaimana cara menutupi kesedihanku ini?
**
"Soojung-ah!" ujar Sehun sambil memeluk tubuhku erat. Aku dapat mencium aroma parfumnya yang begitu memikat
Kupeluk kembali tubuhnya, sembari menyandarkan kepalaku di bahunya sejenak
"Apakah kamu baik baik saja?" ujarnya dengan nada khawatir
"Nggak apa-apa, cuman masih mengantuk sedikit kok" bohongku
"Kau ini ada ada saja, nggak biasanya kamu bilang masih ngantuk" ujarnya sembari mengacak-acak rambutku
Kami bergandengan tangan sepanjang jalan menuju kelas, Sehun kembali menceritakan pengalaman lucunya, aku hanya tersenyum kecil, menghargai usahanya untuk menghiburku. Dan lagi lagi aku tak melihat Jongin.
##
Bahkan di waktu istirahat siang pun aku tak melihatnya.
Seakan akan ia menghilang begitu saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Roomates With Contracts [HIATUS]
FanfictionKenyataan mengatakan bahwa Jung Soojung harus bersangkutan dengan Kim Jongin yang menurutnya adalah suatu mimpi buruk. Dan bagi Kim Jongin sendiri, tidak ada yang lebih buruk dari ia harus menerima fakta bahwa Jung Soojung, gadis yang menurutnya men...
![Roomates With Contracts [HIATUS]](https://img.wattpad.com/cover/66213193-64-k717961.jpg)