Sehun POV.
"Kerja yang bagus semuanya! Selamat beristirahat" ujar pelatih sambil berjalan keluar dari ruang latihan
Aku mengistirahatkan diriku yang sudah berlatih habis-habisan. Latihan kali ini lumayan cukup menguras tenaga karna kudengar jadwal debutku sebagai artis akan semakin dekat, maka jadwal latihan kami semakin ketat. Aku sadar aku akan semakin meninggalkan Soojung, dan kuharap ia baik baik saja. Aku juga mungkin akan ketinggalan pelajaran untuk beberapa minggu menjelang debutku. Sulit untuk memilih antara mimpi, dan juga cinta.
"Apa yang sedang kau pikirkan hm?" tanya Johnny sambil merangkul bahuku
"Ah, tidak. Bukan apa-apa" ujarku sambil mengelap sisa keringatku yang masih mengucur
Johnny hanya tersenyum, "Memikirkan pacarmu ya?"
Aku hanya bisa tersenyum kecil, "Yah, kau membaca pikiranku"
"Kau tahu kan kau sudah melanggar peraturan itu?" ujar Johnny sambil membuka tutup botol minumnya
"Ya... Aku tahu. Tapi...."
"Aku tidak bisa... Mengakhirinya"
--*--
Jongin POV.
Aku terbangun dengan posisi Soojung yang ada di ranjangku. Dia nampak tertidur pulas. Bahkan aku tidak merasakan dirinya pindah di kasurku. Aku hanya bisa tersenyum dan mengelus pelan puncak kepalanya.
"Selamat pagi" ujarku pelan sambil menciumi puncak kepalanya
Ia bahkan masih tidak bergeming. Bahkan aku tidak rela untuk membangunkannya
"5 menit lagi..." ujarnya tiba tiba
"Kau akan terlambat. Bukankah kelasmu ada ujian hari ini?" ujarku pelan
Dia pun perlahan lahan membuka matanya dan mencoba mengumpulkan energinya untuk bangkit, "Aku ingin membolos rasanya"
"Hei. Kau tidak boleh membolos" ujarku sambil mencium batang hidungnya, "Bahkan kau sangat cantik meskipun baru bangun tidur seperti ini"
"Hentikan" ujarnya sambil menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya
Aku hanya tertawa kecil dan menariknya kepelukanku.
"Rasa-rasanya aku ingin disini saja. Seterusnya" ujarnya sambil membenamkan wajahnya dipelukanku
"Aku juga sama" ujarku sambil memeluknya semakin erat
"Aku benci untuk mengatakan ini, tapi kita harus bergegas" ujarku lagi
Soojung mengerang kecil sambil melepaskan pelukannya dan ia bergegas ke kamar mandi. Aku hanya tersenyum sambil menatapnya menghilang ke kamar mandi. Ah, persetan dengan mandi, lagipula aku hafal dengan perempuan yang selalu mengambil waktu yang cukup lama untuk mandi. Aku membuka kaus t-shirtku dan mengambil kausku dengan yang baru
"T-tolong cepat gunakan bajumu"
Aku menoleh. Soojung sudah terlihat sangat rapih, dan ia sedang menutupi matanya. Aku hanya tertawa kecil, dan menghampirinya
"Nanti juga kau akan belajar melihat tubuh suamimu nanti di masa depan"
Dan akhir dari pagi ini diakhiri dengan sebuah cubitan di lenganku.
--*--
Soojung POV.
Ujian kali ini berjalan lancar meskipun aku tidak belajar malam harinya. Aku hanya mengandalakan beberapa hafalan yang kuingat. Aku bahkan lupa menghubungi Sehun. Ia hari ini tidak hadir. Setelah aku selesai menyelesaikan ujianku dan mengumpulkannya, aku mengeluarkan handphone ku dan ia bahkan tidak memberiku pesan apapun.
KAMU SEDANG MEMBACA
Roomates With Contracts [HIATUS]
Fiksyen PeminatKenyataan mengatakan bahwa Jung Soojung harus bersangkutan dengan Kim Jongin yang menurutnya adalah suatu mimpi buruk. Dan bagi Kim Jongin sendiri, tidak ada yang lebih buruk dari ia harus menerima fakta bahwa Jung Soojung, gadis yang menurutnya men...
![Roomates With Contracts [HIATUS]](https://img.wattpad.com/cover/66213193-64-k717961.jpg)