Into The New World pt.2

2K 180 6
                                        




"JONGINAAAAAAAAAAAA"


Argh, ringis Jongin. Ia masih mengantuk sekali karena semalam ia menghabiskan sekitar dua botol Vodka. Kepalanya masih terasa pening.


"JONGINAAAAAAAAAAA"


Teriakan melengking itu semakin membuatnya gusar. Ia menyingkirkan bantal yang menutupi wajahnya dan memaksakan tubuhnya untuk bangkit.

"Hyung, aku ingin tidur. Jangan berisik!" teriaknya gusar


Chanyeol berdiri tepat didepan pintu kamar Jongin sambil mendesah pelan. Teman kecilnya ini memang sangat, sangat, sangat, keras kepala, dan juga, menyebalkan.


"Bodoh, ini hari pertamamu sekolah kan? Sana berangkat!" ujar Chanyeol yang tengah menyantap roti bakar selai blueberry miliknya

"Bisakah aku melewatkannya? Aku benci harus terbangun di pagi hari" ujar Jongin sambil mengacak-acakkan rambutnya dengan kesal

"Seandainya kau bisa. Tapi sekolah baru mu itu juga akan jadi rumah barumu kan? Berterimakasihlah padaku, aku sudah mengepak bajumu dan kau bisa lihat, kopermu sudah siap" ujar Chanyeol sambil menunjuk ke suatu sudut kamar Jongin dimana koper besar berwarna hitam itu sudah berdiri disana.


Jongin termasuk beruntung memiliki Chanyeol, teman kecilnya yang bersedia mengurusnya. Orangtua Jongin sibuk mengurus usaha perkebunan anggur mereka di LA. Sementara Chanyeol tinggal sendiri karna orang tuanya sudah lama bercerai dan ia tak tahu menahu lagi kabar orang tuanya, terutama ayahnya. Yang ia tahu, ibunya masih tinggal di Korea, namun ia tak tahu dimana. Ibunya sering mengirim uang untuk keperluan Chanyeol. Kakak perempuan Chanyeol, Park Yura, tinggal di luar negeri karna mendapatkan beasiswa di luar negeri dan sudah lama tidak kembali ke Korea.


"Sudahlah pemalas, ayo cepat bangkit dan nikmati hari barumu di sekolah baru" ujar Chanyeol sambil meninggalkan Jongin sendirian di kamarnya.


Korea International School. Salah satu Boarding School yang terkenal di Korea Selatan. Berlokasi di Bundang-Pangyo (Seonam City). Bersistem dormitory, jadi setiap siswa diharuskan untuk tinggal disana sampai mereka lulus. Sebetulnya bukan kemauan Jongin untuk sekolah di KIS, karena sebetulnya ia ingin bersekolah di LA, berada dekat orang tuanya. Namun orangtuanya menolak dan mereka sudah memiliki planning terhadap Jongin, bahwa ia akan bersekolah di KIS. Jongin sadar sejak dulu ia sudah mengakibatkan begitu banyak masalah ketika ia masih berada bersama orangtuanya di LA. Entah itu karena ia sering membolos, bahkan yang paling terparah adalah mencoret coret mobil milik kepala sekolah yang mengakibatkan ia harus dikeluarkan dari sekolah. Ia juga dikenal sebagai Jongin yang sering menggoda anak anak perempuan di sekolah lamanya. Dan pada akhirnya ia harus berakhir di Ruang Konseling. Akhirnya orangtuanya bertekad untuk kembali mengirim Jongin ke Seoul, untuk memperbaiki tabiatnya dengan masuk ke KIS.


/ / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / /  / /


Hari ini ia mengenakan kemeja berwarna biru langit dengan stripes putih kecil, tak lupa mengenakan jeans berwarna denim, dan tak lupa mengenakan sepatu adidas berwarna putih miliknya. Ia menggeret kopernya dan tak lupa menjinjing ranselnya ke lantai bawah. Chanyeol rupanya telah menunggunya di depan pintu depan sambil menyandarkan bahunya di pintu.


"Perlu bantuan?" ujar Chanyeol menawarkan jasanya

"Tidak. Aku tidak lemah, hyung." ujar Jongin sambil membuka bagasi mobil dan meletakkan kopernya disana.


Chanyeol hanya terkekeh melihat tingkah Jongin. Jongin merasa terganggu dengan kekehan Chanyeol yang buatnya merasa direndahkan.


"Kenapa kau ketawa hah?" ujar Jongin gusar

"Kau sudah berubah ya. Meskipun sedikit. Namun gusarmu tetap seperti dulu" ujar Chanyeol sambil masuk kedalam mobil menduduki bangku setir


Jongin hanya meringis sebal dan memasuki mobil. Dalam hitungan menit, BMW X5 milik Chanyeol itu pun meninggalkan rumah mereka. Dengan tatapan fokus, Chanyeol mengendalikan mobil dengan sangat lembut. Jongin merogoh kantong jeansnya dan mengeluarkan handphonenya, tak lupa mengambil kabel USB miliknya dan menyambungkan kabel USB nya ke Handphonenya, tak lupa ia mengaktifkan mode CarPlay. Setelah tersambung, ia membuka musiknya dan memilah lagu mana yang akan ia putar.


And they say
She's in the Class A Team
Stuck in her daydream
Been this way since eighteen
But lately her face seems
Slowly sinking, wasting
Crumbling like pastries
And they scream
The worst things in life come free to us
'Cause we're just under the upper hand
And go mad for a couple grams
And she don't want to go outside tonight
And in a pipe she flies to the Motherland
Or sells love to another man
It's too cold outside
For angels to fly
Angels to fly

            — Ed Sheeran - The A Team


/ / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / /  / / / / / / / /


"Sial, sepertinya kita terlambat" gerutu Chanyeol


Pintu gerbang masuk sudah ditutup. Dan Chanyeol dapat menerawang dari dalam mobil sudah banyak yang berbaris. Ia melirik ke arah arlojinya, pukul 10.45 KST. Ia menyesali dirinya mematikan alarmnya yang sudah berbunyi sejak 08.15 dan kembali tidur. Ia tentu tak ambil diam, ia tetap menyetir sampai ke arah pintu masuk yang dijaga oleh dua orang. Dan oh, tampaknya bukan cuman mereka yang terlambat. Ada dua gadis yang terlambat juga.


"Kumohon, biarkan adikku masuk!" ujar salah satunya

"Tidak bisa noona, mereka sedang apel pagi. Dan mungkin noona sudah tahu bahwa murid baru diwajibkan untuk mengikuti apel pagi, dan akan menerima konsekuensinya jika terlambat" ujar salah satu lelaki tua yang berjaga disitu

"Kumohon, biarkan ia masuk. Apa kau tega membiarkan adikku berdiri disini? Kumohon, tadi lalu lintasnya sangat tidak bersahabat. Kumohon, Tuan, izinkan adikku masuk" ujar nona itu lagi


Chanyeol dan Jongin pun turun dari mobil, dan berdiri dibelakang kedua gadis itu.


"Maaf tuan, apa kau hendak mengantarkan anakmu? Anakmu dan anak ini akan mendapatkan konsekuensinya nanti setelah apel pagi" ujar lelaki tua tadi


"Apa apaan ini? Aku baru datang dan dapat hukuman?" gerutu Jongin

"Tolong jaga sikapmu, tuan muda" ujar lelaki tadi tenang

"Jongin, jaga etikamu. Tidak baik berbicara kasar didepan gadis gadis ini" ujar Chanyeol sambil meredakan gerutu Jongin


Jongin Apel pagi itu berakhir sekitar 15menit, dan kaki Jongin sudah melemas ingin segera duduk. Otot otot kakinya sudah meronta ronta kesakitan.

"Apel pagi sudah selesai, kalian berdua, ikuti saya" ujar lelaki tua itu sembari berjalan masuk kedalam lapangan

Semua tatapan para murid di lapangan itu pun menuju kearah mereka berdua. Gadis itu terus menundukkan kepalanya kecuali Jongin. Terlihat di mimbar, seorang inspektur upacara tengah menggengam sebuah speaker.

"Bagi kalian berdua yang datang terlambat, ayo segera maju ke depan mimbar" ujarnya lewat speaker.

Mereka berdua sudah berada di sisi mimbar, sembari menjewer kedua kuping masing masing dan tak lupa mengangkat satu kaki, sembari mengatakan 'Saya tidak akan terlambat lagi' sebanyak 100 kali. Sungguh hari pertama yang luar biasa sial.

Roomates With Contracts [HIATUS]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang