Jihyun tersenyum cerah sambil mengetuk pintu kamar Ayahnya ketika ia akan berangkat sekolah.
"Ayah, aku berangkat.." ucapnya
Ayah Jihyun hanya diam di dalam kamar, sejak semalam ia mengurung diri di dalam kamar tanpa keluar untuk makan malam bersama ataupun sarapan bersama.
Ketika Jihyun mengucapkan salam pada Yoongi, buru - buru lelaki itu mengambil mantel dan kunci motor miliknya.
"Akan kuantar." ujar Yoongi
"Tidak perlu, aku bisa naik bus sekolah, atau aku bisa naik sepedaku."
Yoongi bersikeras, ia tetap menarik pergelangan tangan Jihyun memaksanya untuk naik keatas motor sport milik Yoongi.
Ia melaju dengan kecepatan sedang mengantar Jihyun ke sekolah.
Belakangan hari ini ia merasa sedih, Yoongi tampak sangat tidak bersemangat, terutama Ayahnya, ia merasa Ayahnya tampak sangat terpukul.
"Oppa.. Apakah semuanya baik - baik saja?" tanya Jihyun pada Yoongi
Yoongi ingin mengatakan sesuatu, tetapi ia tidak mampu untuk memberitau semuanya pada Jihyun, bahkan untuk menjawab pertanyaan Jihyun pun ia menjadi kelu dan tidak mampu.
"Tidak ada yang terjadi Jihyun-ah." jawab Yoongi
Jihyun tau jika Yoongi berbohong, hanya saja ia tidak ingin meneruskannya ataupun memancing Yoongi untuk mengatakan semuanya.
Sekolah sudah di depan mata, Jihyun hendak turun dari motor Yoongi, kakinya mendadak agaj melemas sehingga membutnya hampir jatuh, untung saja Yoongi tangkas memeganginya.
"Hati - hati Jihyun-ah." tukasnya
Jihyun terkekeh pelan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Baiklah aku masuk dulu, sampai jumpa.." ucap Jihyun sambil berjalan masuk menuju gerbang sekolah
Disana ia melihat Jungkook berjalan, ia mempercepat langkahnya ingin mengampiri Jungkook, akan tetapi lelaki itu berbelok dan memanggil nama Selyoung, sontak Jihyun tidak jadi menghampirinya.
Senyum di bibirnya menghilang, kepalanya tertunduk, disaat seperti ini mengapa ia hanya sendirian.
Merasa sepi dan menjadi tidak berguna, ia merasa hanya bisa merepotkan orang lain, merasa hanya menjadi beban, merasa hanya dapat menjadi seorang gadis pembawa sial untuk orang lain.
Ia merasa jika ia pantas sendirian dan kesepian, tetapi jauh dalam hatinya ia ingin seseorang menghibur perasaan sedih ini.
Tetapi ia ingin memberitau semuanya pada Jungkook, termasuk penyakit yang ia idap ini.
Hanya saja sepanjang jam istirahat Jungkook hanya berjalan bersama Selyoung, bahkan ketika Jihyun mengirimnya pesan, Jungkook tidak memperdulikannya.
Tetapi pada jam pulang, Jungkook mencari - cari Jihyun.
"Jihyun-ah, Jihyun-ah.. Hari ini aku dan Selyoung ingin mengajakmu makan bersama dan mampir ke beberapa tempat, kau mau ikut?" ucap Jungkook pada Jihyun saat mereka bertemu di gerbang sekolah.
Agaknya Jihyun ingin menolak, tetapi Jungkook yang tampak sangat menginginkan agar ia datang membuat Jihyun pasrah, iapun mengangguk menuruti permintaan Jungkook.
****
Siang ini Jungkook dan Selyoung jalan - jalan bersama Jihyun, sepintas mereka terlihat akur, hanya saja Jihyun terlalu diam dan mereka terlalu sibuk akan obrolan mereka.
"Aku ingin ke Taman Bunga, ayo kita ke Taman Bunga Jungkook-ah." ujar Selyoung pada Jungkook
Jungkook tersenyum, ia menoleh pada Jihyun.
"Jihyun-ah, kau mau ke Taman Bunga juga?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Winter Rose
Fanfic"Kim Jihyun, aku menyukaimu__ ah, tidak, aku mencintaimu, bolehkah?" Kim Jihyun sangat bodoh karena begitu menyukai Jungkook. Dan Jungkook begitu bodoh karena tidak menyadari perasaan Jihyun. "Apakah aku berhak untuk bahagia bersamanya?" Namun Jungk...
