Hari ini adalah perpisahan angkatan Jungkook dan Selyoung.
Jihyun menatap pantulan dirinya di kaca, ia menyisir rambutnya setengah nelamun, semalaman ia berfikir.
Berfikir untuk meninggalkan Jungkook seutuhnya.
Ia ingin menyerah akan perasaannya pada Jungkook, karena itu.. Hari ini amat sangat penting untuknya.
Lagipula Jungkook sudah tidak peduli padanya, terbukti lelaki itu tidak datang ke rumahnya saat acara ulang tahunnya.
Ia bahkan tidak memberikan apapun.
Bahkan ucapan selamat pun tidak.
Mungkinkah ia memilih untuk merayakan ulang tahun Selyoung dari pada ulang tahunnya? Itu mungkin saja.
"Jihyun-ah, cepatlah sedikit, turun dan makan sarapanmu!" pekik Yoongi dari Dapur
Jihyun terkejut dari aksi nelamunnya, suara cempreng nan keras milik Yoongi sudah membuat lamunannya berakhir.
"Iya, aku akan ke sana, tunggu sebentar!" jawab Jihyun tak kalah keras
****
Jungkook mendecak berkali - kali, ia menatap sebuah kotak hadiah ulang tahun Jihyun.
Ia tidak memberikan hadiah itu kemarin karena Selyoung.
Tetapi akankah Jihyun mau menerima hadiah darinya jika ia berikan hadiah ini nanti kepada Jihyun?
Berkali - kali ia menelfon Jihyun, ia ingin sekali menjemput Jihyun.
Karena ini hari perpisahan sekolah, dan ini benar - benar menjadi hari terakhir untuk Jungkook bisa bersama - sama dengan Jihyun sebelum akhirnya ia akan sibuk dengan perusahaam Ayahnya.
Entah mengapa, selama Jihyun menjauhinya ia merasa kesepian, rasanya seperti kehilangan sesuatu yang amat penting.
Tentu Jihyun sangat penting baginya, dia adalah sahabat sejak kecil, meskipun kenyataannya Jihyun sudah bukanlah orang yang dulu ia kenal, tetapi Jungkook masih menganggapnya sebagai seorang sahabat.
Sebenarnya ia tidak mengerti mengapa Jihyun bisa seperti itu.
Hari ini upacara kelulusan, Jungkook memakai pakaian sekolahnya.
Ia memasukkan kotak hadiah itu kedalam tasnya, ia akan memberikan itu kepada Jihyun meskipun sudah terlambat.
Meskipun nantinya Jihyun akan membuang hadiah itu.
****
Para murid sudah bersiap, banyak kursi di letakkan di depan sebuah tempat seperti panggung, semua murid duduk menunggu namanya di panggil.
Jungkook menatap sekeliling, ia melihat Jihyun duduk dua kursi di depannya dan kursi di samping Jihyun kosong.
Segera Jungkook kesana, ia duduk di samping Jihyun.
Jihyun tampak sedikit terkejut melihat Jungkook di sampingnya.
"Apa yang kau lakukan, itu kursi untuk temanku!" ujar Jihyun
"Lalu aku siapa, jika bukan sahabatmu? Mereka temanmu tapi aku sahabatmu, aku mau disini!" jawab Jungkook tak kalah keras
Jihyun mendengus keras, ia menatap ke arah depan, seakan tidak peduli Jungkook mau duduk di mana.
Lagipula mengapa dia tidak duduk dengan Selyoung, fikir Jihyun.
Acara akan segera di mulai, kepala sekolah sudah naik keatas untuk memberikan salam dan pidatonya yang sangat panjang dan membosankan.
10 menit, 15 menit, kepala sekolah selesai pidato, sekarang giliran para guru dan wakil kepala sekolah.
Jihyun merasa bosan hingga menguap dan tak sengaja tertidur di pundak Jungkook.
KAMU SEDANG MEMBACA
Winter Rose
Fanfiction"Kim Jihyun, aku menyukaimu__ ah, tidak, aku mencintaimu, bolehkah?" Kim Jihyun sangat bodoh karena begitu menyukai Jungkook. Dan Jungkook begitu bodoh karena tidak menyadari perasaan Jihyun. "Apakah aku berhak untuk bahagia bersamanya?" Namun Jungk...
