"Hai" ucap seseorang yang membuat ku berdua menjadi kaget alias terkejut. Ah sama aja.
Calum yang sadar akan manusia itu yang tadi datang mengejutkan kita,ia pun segera memutarkan bola matanya entah kemana dan akhirnya bola matanya tidak bisa kembali lagi. Eh tidak, bola matanya tetep stay kok dimatanya gak kemana mana.
Aku sadar, calum tidak menyukai teman lelaki ku tersebut,mungkin karena kejadian tadi saat ia perkenalan. Mungkin saja.
"Ngh, mekel?" Tanya ku sedikit binggung dan canggung. Sebenarnya aku tak pernah seanggung ini dengan michael. Tetapi mengapa saat ku berada di depan calum dan mekel aku sangat canggung seperti ini.
"Aku nyapa bukannya di sahutin" ucap mekel. Ya aku belum menjawab sapaannya.
"Hai juga mekel" ucapku dengan perasaan yang tidak secanggung tadi dan sedikit mengeluarkan senyum kepada mekel.
"Nah gitu dong"
"Cat aku ke toilet dulu ya tiba tiba mules" ucap calum tiba tiba. Akupun mempersilakan ia untuk lewat agar ia bisa ke toilet dengan cepat karena ia mules.
"Hahahaha kenapa tu anak gua dateng malah mules" tanya mekel sambil tertawa ngakak.
"Ih kamu kebiasaan," ucapku jengkel. Karena ia melupakan janjinya.
"Apaansih caty sayang?" Ucapnya yang sok imut padahal ga imut sama sekali. Masih imutan juga kelinci ku dirumah.
"Ah gitu kamu lupa,janji kita berdua. Tapi janji itu ga sama kamu aja. Sama semua teman yang ngobrol sama aku" jawabku berusaha untuk menjelaskan ulang apa yang telah mekel lupakan.
"Oh iya aku lupa, tadi aku ngomong 'gua' ya. Sorry ya caty cantiq,caty emezh,caty unyu prince michael yang tampan ini lupa janji suci kita berdua" ucap mekel yang sangat sangat sok imut banget, bikin eneg wkwk sambil mencubit cubit pipiku yang bisa dibilang chubby karena michael selalu bilang alu chubby. Tapi aku akui mekel itu tampan sih. Tak kalah tampan dengan calum,dan luke.
"Ih kamu lebay banget sih, pipi aku sakit. Tuh kan pipi aku merah" setelah dicubit michael akupun segera mengeluarkan dompet di dalam tas ku, dan membuka dompet ku lalu berkaca. Ya ngerti lah anak sd gimana, dompetnya yang ada kacanya wkwk padahal kacanya mah kecil banget. Itu gue banget.... ga ada yang nanya btw.
"Sini aku obatin" ucap mekel tiba tiba dengan sok peduli.
"Dengan apa?" Tanyaku
"Kiss" ucap mekel cengengesan.
"NO! sudah sana kamu gabung sama geng tidak jelas kamu, yang isinya orang orang bodoh dan tidak tampan tentunya" ucapku dengan tangan yang di kibas kibaskan sebagai simbol mengusir gitudeh.
"Kecuali aku" katanya sambil jarinya yang membentuk ceklis dan arahkan ke dagunya.
"tidak,kamu sama aja jelek dan bodoh" ucapku kesal dan memalingkan wajahku.
"Tapi kau cinta kan? haha" ucap michael sambil mendekatkan wajahnya ke telingaku.
Namun tiba tiba.....
"EKHEEEEMMMM....."aku dan mekel pun kaget setengah mampus sampai aku jatoh dari kursi dan mekel menangkap ku. Eh ga deng canda wkwk..
"Eh calum, kamu kenapa? Mau minum?" Tawarku sambil menyodorkan botol minumku ke dia. Mekel yang melihat hal itupun seperti agak muak.
Sebenarnya ada apasih antara calum dan michael? Calum kan anak baru. Masa iya udah bermasalah dengan michael? Asudahlah aku lelah memikirkannya.
Kriiiing.... kriingg... kriiingg
Akhirnya bel sekolah ku berbunyi dan ternyata sekolahku pulang lebih cepat,lumayan lah hari pertama kelas 4 ku. Aku pun memasukkan segala peralatanku yang ada dimeja seperti tempat makan, botol air, kotak pensil, dan buku tulisku yang masih mulus,bersih dan tersampul rapi karena ini masih tahun ajaran baru. Begitupun juga dengan teman sebangku ku, si Calum ia sibuk memasukka peralatannya ke tasnya setelah semua masuk ke dalam tasnya dia pun bergegas untuk pergi.
"Misii, aku mau cepet cepet pulang" ucapnya kepadaku dengan keadaan yang ia sudah berdiri dari kursinya.
"Ya sabar dong, aku kan belum selesai masukkin bukunya. Kayak dikejar apa aja deh kamu, buru buru banget." Ucapku sambil memasukkan buku yang ada di mejaku. Sebenarnya buku yang ada di mejaku itu tidak berfungsi untuk hari ini karena hari ini tidak belajar tapi aku malah mengeluarkan buku buku tulisku.
"Aku mau main ps,ayolah buruan... nih masukin," ucapnya sambil memasukkan botol minumku di pinggir tas ku alias di bagian pada tas yang berfungsi untuk menaruh tempat minum.
"Nah, udah" ucapku lalu memakai tasku dan keluar dari tempat duduk. Lalu aku pun keluar kelas bersama Calum.
"Cal, kau pulang sama siapa?" Tanya ku yang sekarang kita sudah berada di depan gerbang sekolah untuk menunggu jemputan. Teman teman ku sudah pada di jemput sedangkan aku dan calum belum dijemput oleh orang tua kami.
"Cat, Cal aku duluan yaaaa" ucap dari seorang teman ku yang bernama Chelsea itu sambil melambaikan tangannya dari dalam mobil dan aku pun hanya membalas dengan lambaian tangan dan juga senyuman. Sedangkan ekspresi calum hanya senyum,itupun hanya terpaksa sepertinya. Jutek sekali dia.
"Dia siapa?" Tanya Calum.
"Masa kamu gatau?" Tanyaku bingung
"Ohiya kamu kan anak baru ga hehe sorry ya.. namanya Chelsea" setelah mengingat hal tersebut akupun langsung menjawab pertanyaan Calum. Dan hanya di balas dengan anggukan.
Tiba tiba
Tiinn... tiiinn....
Suara klakson mobilpun mengejutkan kami yang sedang berdiri di depan gerbang. Aku kira itu papa ku. Ternyata bukan.
"Cal,ayo masuk" ucap lelaki dari dalam mobil itu dan aku yakini itu adalah papanya calum karena wajahnya yang bisa dibilang hampir mirip.
"Tapi,pi. Temenku belom dijemput sama papanya terus gimana dong?" Tanya calum ke pada papanya eh salah papinya bcs calum anak papi bukan anak papa sambil berjalan mendekat ke mobil papinya itu.
"Yaudah ajak aja,biar papi anterin. Kebetulan papi lagi gasibuk. Kasian kalo sendirian nanti diculik soalnya temen kamu itu cantik haha" ucap papinya yang diselingi dengan bercanda. Wow aku dibilang cantik. Ah sudah biasa. Mama papa kakak kakak ku juga sering bilang itu padaku.
"Ayo cat, kamu pulang bareng aku aja. Biar dianterin sama papi aku. Kasian nanti kamu tunggu sendirian" ucap calum sambil menggandeng tanganku dan mengajaknya ke mobil.
"Tidak usah cal, rumahku jauh. Kasian papa kamu. Biar aku tunggu disini aja,lagi juga ada pak satpam gabakal diculik hehee"ucapku menolak permintaan calum sambil mengulum senyum polos dibibirku.
"Udah ayo ikut aku cepat" ajak calum memaksa ku. Akhirnya akupun ikut pulang bersama calum dan sekarang aku sudah berada di jok belakang mobil papinya calum.
"Hai cantik, nama kamu siapa?" Tanya papinya calum sambil fokus menyetir.
"Namaku caty om," jawabku sopan.
"Cal,baru saja masuk di sekolah baru sehari sudah dapet teman aja. Cewe cantik lagi," ucap papinya calum sambil melirik ke arah calum
"Apaansih pi," ucap calum. Dan sepertinya wajah calum memerah.
"Oh iya caty, rumah kamu dimana?" Tanya papinya calum.
"Rumahku di komplek Permata om, kalo gasalah si aku di blok E nomor 24" ucapku sambil berpikir sedikit karena aku lupa blok dan nomor rumah ku.
"Ohh kita satu komplek loh cat" ucap papinya calum agak bersemangat.
"Yang bener om?" Tanya ku agak tak percaya.
"Iya, om blok B no 15" ucap papinya calum.
"Oh gitu, nanti kapan kapan om main ke rumah aku aja" tawarku.
"Oke deh cat"
-bersambung-
Btw ini part terpanjang. Tadinya gua mau terbitinnya sampe yang pas calum keselek itu, eh gua lagi baik jadi gua panjangin aja ampe panjang sekale... udah spesial ni kaya indomi, kasih feedback yang spesial juga dong. Vomments nya ya mb mz. Thankyou
KAMU SEDANG MEMBACA
Old Love? | C.H ✔
FanfictionTambahin aja ke perpusnya dulu terus baca aja jangan dianggurin di perpusnya nanti berdebu, kali aja suka terus nge vomments. Thx
