"Assalamualaikum... adek pulang" setelah membuka sepatu dan menaruknya di rak dekat pintu Nira berjalan menuju dapur untuk memeriksa apakah Anna Mamanya sudah pulang dari Toko. Bibirnya tertarik keatas begitu melihat sang Mama sedang asik memasak di dapur. Gadis itupun menghampiri Anna sang mama yg sedang mengaduk masakan di dekat kompor.
"Mama masak apa? Kayaknya enak tuh" tanya Nira yang sudah berada di samping Anna sambil mengelus ngelus perutnya dan menghirup aroma masakan dengan mata terpejam. Tak salah lagi sekarang gadis itu sedang lapar.
"Sup ayam kesukaan kamu" Anna segera memindahkan sup ayam ke mangkuk dan membawa sup tersebut dengan hati hati ke meja makan
"Yaudah kamu ganti baju dulu sana. Setelah itu pangil kak Reno untuk makan" perintah anna.
Tanpa menjawab. Gadis itu menurut lalu pergi menuju kamarnya untuk berganti baju.
Di rumah ini hanya ditinggali mereka bertiga yaitu Anna, Nira dan Reno. Sang ayah telah meninggal dunia dua tahun yang lalu saat beliau ingin berangkat kerja kerja lalu mendadak terserang penyakit jantung. Sang ayah yang bernama Rama tidak dapat tertolong lagi setelah di bawa ke rumah sakit.
Sejak kejadian itu. dulu Nira sempat berubah jadi uring uringan selama kurang lebih satu bulan. Namun senyum Nira dapat kembali merekah karena dukungan yang selalu ia dapatkan dari sosok mama, Reno, kedua sahabatnya salsa, putri dan satu lagi kevin sepupunya yang menyayanginya, berada jauh dari Nira kevin tak pernah lupa selalu memberi kabar kepada sepupunya itu. Kevin di sekolahkan di luar kota oleh orang tuanya dengan alasan agar kevin belajar mandiri. Karenaa hal itu kevin hanya bisa pulang kembali ke jakarta jika liburan tiba.
tersadar masih memiliki orang orang yang ia sayangi dan yg menyayanginya Nira bangkit dan kembali menat hidup. Tanpa mereka semua, mungkin hidup Nira saat ini telah berakhir. Setelah beberapa hari kematian sang Ayah Nira sempat berfikir untuk mengakhiri hidupnya. Gadis itu begitu kesakitan dan terpuruk setelah di tinggalkan sosok yang selama ini dekat dan selalu ada untuknya. Nira menganggap ayahnya bukan hanya sekedar figur seorang ayah melainkan Rama telah menjadi seorang ayah sekaligus sahabat yang selalu memahaminya, dan mendengarkan ceritanya. Jika terjadi sesuatu Nira tak sengan sengan menceritakan hal hal tersebut kepada Rama ketimbang curhat dengan Anna. Jika masalah curhat seperti ini gadis itu lebih nyaman bercerita kepada ayahnya. Oleh karena itu Nira merasa hidupnya telah hancur semenjak Ramapergi meninggalkannya untuk selama lamanya.
Setelah Rama meninggal Anna berganti peran menjadi tulang punggung keluarga kecilnya. Untuk memenuhi kebutuhan anak anak Anna membuka sebuah toko kue. Yang alhamdulillah sampai saat ini sukses dan telah mendapat banyak pelanggan. Nira dan Renopun selalu membantu Anna di toko Saat keduanya sedang ada waktu segang.
(*)
Suara dentingan sendok garpu dan piring menggambarkan saat ini di meja makan benar benar hening dan tidak ada yang berbicara sedikitpun. Nira berdehem siap siap mengeluarkan pertanyaan untuk sang kakak. sebenarnya tujuan Nira hanyalah untuk memecahkan keheningan yang saat ini melanda.
"kak, kuliah kakak gimana?"
"Baik kok. Tumben kamu nanya nanya?" Tanya Reno binggung dengan alis hampir menyatuh
"Emang gak boleh ya aku nanya? Di diemin salah Di perhatiin juga salah" Nira mendegus. Gimana Nira tidak sebal jika Nira tidak bertanya tanya tentang Reno pasti laki laki itu akan mengatakan Nira adik yang tidak perhatian.
"Heheh kakak bercanda. Sensian banget sih kamu" Reno mengelus sekaligus mengacak rambut panjang adiknya yang duduk tepat di sampingnya
"Mah... lihatkan kak Reno nakal ngacak ngacak rambut Nira" dengan wajah kusutnya Nira mengadu kepada Anna
"Reno " Anna memperingati dengan mata melotot
Sedangkan Reno memberikan cengiran khasnya
"Oh iya. Mah, Nira nanti minta ijin keluar sebentar ya" Nira memasang puppy eye nya dengan kedua tangan menyatu seolah olah sedang memohon
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Make Me FALL
Teen FictionSi es campur ketemu cewek polos Mari di baca insya Allah menghibur☺
