"Jainudin" teriak Putri
Padahal masih pagi. Tapi Jainudin sudah perang saja dengan Putri
"Kembaliin pulpen gue!" Teriak Putri sekali lagi. Membuat siswa siswi di kelas menutup telinga masing masing. Apa lagi Ucup yang tepat berseblahan dengan Putri menutup telinga dengan sangat baik jangan sampe suara cempreng Putri membuat gendang telinganya pecah. Ia tidak mau tuli.
Kalian pasti sudah tau suara Putri yang super duper cempreng kalau udah teriak begini suara Putri sangat membahayakan terutama untuk orang orang di sekitarnya.
"Enak aja lo main nuduh sembarangan!" Jainudin membela diri. Lalu duduk di kursinya.
Putri kembali mendudukan bokong ke kursi. Rasanya percuma kalau adu bacot dengan Jainudin laki laki itu pasti tidak akan mengakui kalau sudah mengambil pulpen Putri saat ia lewat meja Putri tadi. Dasar licik
"Tadi lo lewat sini, dan setelah lo lewat pulpen gue hilang" Putri menjelaskan agar semua yang ada di kelas mendengarnya
"Terus gue gitu yang ambil?" Jainudin juga ikutan kesal. Ia merasa sudah terpojok akibat ucapan Putri
"Ya iyalah. Yang lewat di sekitar sini kan cuma lo! Apa lo mau bilang setan yang ambil hah?" Putri benar benar kesal "ya kali setan nyolong pulpen, emang tu setan sekolah?" Putri menghembuskan nafas dengan kasar sambil mengeluarkan buku dari dalam tas
"Kembaliin bro" Januar menyuruh Jainudin menggembalikan Pulpen. Sebenarnya Tadi Januar melihat saat Jainudin mengambil pulpen Putri diam diam. Tapi ia tidak mau memberi tahukan sebelum Jainudin mengaku sendiri.
Jainudin diam. Ia sadar telah tertangkap basah.
Lalu ia melempar pulpen Ke Putri
"Sorry ya. Soalnya gue malas beli ke koperasi" Jainudin cengir sambil menggaruk teguknya yang tidak gatal. Tuh kan ngaku juga lo
"Ngaku juga kan lo" desis Ucup menatap sinis ke Jainudin
"Bilang dong kalau gak punya pulpen. Nih gue pinjamin" Salsa memberikan pulpen untuk Jainudin. Lalu jainudin menerima sambil cengir dan tak lupa bilang Makasih
"Ra, kok dari tadi Dandi lihatin lo terus?" Tanya Ucup sambil berbisik di belakang Nira. Ucup menyadari Dandi yang sejak tadi memperhatika Nira
"Gak mungkinlah. Paling Dandi lagi ngelamun" Nira menoleh ke belakang meja Dandi. Dan benar laki laki itu sedang memperhatikannya. Nira buru buru kembali menghadap ke depan.
Salsa menghadap Nira "jangan jangan Dandi masih marah sama lo. Soal yang kemarin"
"Duh, gimana dong?" Nira merasa takut
"Yaudah lo minta maaf duluan sama dia" saran Putri di belakang Salsa yang sedang sibuk dengan posel. Sepertinya Putri sedang chat dengan Teo. Dasar anak anak kalau udah kena virus cinta gak tau masih pagi sekali udah chatan berdua.
Mata Nira melotot mendengar saran konyol Putri "Kok gue? Kan kemarin diakan yang mau nyium gue. Gak, gak! Gue di sini korban"
"Gue sih cuma kasih saran. Dari pada dia dendam terus sama lo?" Kata Putri acuh
Salsa manggut manggut "Bener juga sih kata Putri"
"Bahaya loh Ra, kalau lo punya urusan sama dia" ini lagi ucup ikut nakut nakutin.
"Apaan sih lo bertiga nakut nakutin aja" degus Nira
Obrolan mereka terhentikan. Ibu sovia sudah hadir di depan kelas dan siap menyampaikan materi Matematika.
(*)
Bel pulang sudah berbunyi. Semua siswa berhambur keluar kelas untuk segera pulang.
"Ra, lo balik sama siapa?" Salsa masih merapikan alat tulisnya
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Make Me FALL
Teen FictionSi es campur ketemu cewek polos Mari di baca insya Allah menghibur☺
