21. kevin datang

268 20 0
                                        

Senin, yups hari ini senin dan Dika masih sakit sehingga ia tidak hadir ke sekolah. Nira berjalan lesu masuk ke dalam rumah, hari ini ia merasa kurang semangat mungkin efek tidak melihat sang pujaan hati seharian.

"Dasar Kambing" ejek seseorang. Yang sedang menonton tv, karna Nira masuk tanpa salam. Baru saja Nira akan menaiki tangga gadis itu segera mengalihkan pandangan ke arah sumber suara. Setelah di lihatnya sang empunya suara seketika Matanya membulat sempurna dan senyum mengembang dengan lebar di wajahnya

"KEVINNNN!" Teriaknya nyaring menggema di ruangan. Bahkan tetangga sebelah bisa mendengar

Kevin tersenyum manis lalu merentangkan ke dua tangannya mengundang Nira untuk segera masuk ke dalam pelukan
Nira berlari ke sofa tempat Kevin duduk lalu melemparkan tubuhknya ke dalam pelukan hangan Sepupunya yang sudah lama sekali ia rindukan

"Aku kangen kamu" kata Nira di dalam pelukan Kevin. Senyumnya belum pudar sedari tadi. Pelukan Kevin sangat nyaman tak heran Nira betah berlama lama di sana.

Kevin mengelus puncak kepala Nira "apa lagi aku" katanya. Nira semakin mengeratkan pelukan seakan akan ia takut Kevin akan hilang secara tiba tiba

"Aduh, erat banget sih. Ketauan nih kangen berat sama aku" Kevin juga sangat menikmati pelukan Nira. Mereka sudah seperti Saudara kembar. Faktor usia yang hanya beda beberapa bulan dan memiliki sifat yang saling di mengerti satu sama lain membuat mereka begitu dekat layaknya saudara kembar. Bahkan jika mereka jalan berdua pasti orang orang yang melihat akan mengira mereka sebagai pasangan muda yang serasi tapi fakta tidak mengatakan demikian. Sebenarnya mereka bisa saja saling jatuh cinta satu sama lain, tapi sepertinya itu tak akan terjadi. Karna bagi Nira Kevin sudah seperti saudara kandungnya sendiri setelah Reno. Entahlah tidak ada yang tau hati bisa berubah kapan saja.

Nira seketika melepaskan pelukannya "hehehh maaf" cengirnya "Datang kok gak bilang bilang?"

Kevin tersenyum dan kembali mengelus kepala Nira. Kebiasaan yang selalu ia lakukan pada Nira "Kan kejutan"

Nira cengir "Oh iya, Kevin kok pulang? Kan bukan hari libur" tanyanya penasaran

"Aku kangen kamu jadinya minta izin. Lagian aku cuma seminggu di jakarta"

Nira ber'o' tanpa suara "udah aku duga" Nira tersenyum lebar memperlihatkan deretan gigi putih "yah cepat banget" air wajah Nira berubah cemberut

"Ra,"

Nira berdehem masih memperhatikan Kevin. Ternyata sepupunya itu makin ganteng, keren, dan yang paling kelihatan ukuran tubuhnya jauh lebih tinggi di tahun sebelumnya saat mereka bertemu

"kok makin cantik? Pasti udah punya pacar ya.." Tanya Kevin nakal sengaja menggoda Nira

Nira memukul pelan lengan Kevin "apaan sih. Kevin tuh yang udah punya cewek" balas Nira tak mau kalah

"Cewek Surabaya gak ada yang secantik kamu. Makanya aku gak tertarik"

Nira menyentil kening Kevin "Yee, kodok!" Lalu ia tersenyum "Emang sih aku cantik" kata Nira percaya diri membuat mereka tertawa terbahak bahak

Setelah berhenti tertawa kevin kembali mengelus rambut Nira "Ra, jalan yuk?" Ajak Kevin

"Kak Reno, dan Mama mana?" Bukannya menjawab Nira malah balik melemparkan pertanyaan

"Kak Reno kuliah, kalau tante ke Vanilla. Yuk jalan temenin sepupumu yang ganteng ini" Reno mengedipkan sebelah matanya

"Yaudah, aku ganti baju dulu"


(*)

"DIKAAAAA!"

Suara cempreng Rafli dan Teo membuat suasana kamar Dika yang tadinya hening kini berisik.
Tanpa izin terlebih dahulu mereka masuk dan langsung berhamburan ke arah Dika yang tidur di kasur

Love Make Me FALLTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang