Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

4. Rasa yang Aneh?

400 25 0
                                        


Sial!
Keberuntungan saat ini tidak memihak Nira. Pasalnya pagi ini gadis itu terlambat dan ibu siska tidak membiarkannya dari hukuman.
Dengan Terpaksa ia harus merapikan buku buku di perpustakaan. namun hukuman itu tak seberapa jika di bandingka dengan hukuman yang ibu siska berikan kepada siswa lain yang mau gak mau harus membersihkan Toilet sekolah yang terkenal sangat...... ya taulah

Suasana perpustakaan sangat sepi hanya ada ibu Meli penjaga perpustakaan dan dua siswa cupu dapat di lihat dari penampilan mereka yang memakai kaca mata tebal. Ciri khas siswa siswa yang memang hobi nongkrong di perpus sewaktu jam pelajaran kosong.

Ketukan sepatu seseorang mengalihkan konsentrasi Nira yang sedang sibuk menata buku sesuai ukuran di rak. Hati gadis itu kembali berdetak tak karuan semakin dekat laki laki itu melangkah ke arahnya semakin cepat jantungnya berdetak. Oh tuhan kenapa harus bertemu dia lagi?

Usaha Nira jadi sia sia Setelah beberapa hari ini Nira berusaha untuk tidak melihat wajah laki laki itu yang selalu saja menghantui pikirannya.

Semenjak hari di mana Teo dan rafli menghapiri Nira dan kawan kawannya Nira beransumsi akan move on dari laki laki irit bicara itu. sampai sampai Nira rela beberapa hari ini tidak ikut pergi ke kantin bersama putri dan salsa. Namun melihat dia kembali dalam jarak dekat seperti ini membuat usahanya gatot alias gagal total.

tersadar dari lamunannya mengenai usaha menghindari Dika selama ini, secepat kilat Nira kembali menata buku buku yang sebelumnya sempat terhentikan. Ia mencoba mengabaikan kedatangan Dika si es campur
"Lo terlambat juga?"
Ya tuhan kenapa si es campur malah mengajak Nira ngobrol. Gak tau apa jantung Nira sekarang mau keluar akibat dengar suara seksinya.
Nira masih bungkam tidak bertujuan menjawab Dika. Sementara laki laki itu merasa heran karna kedatangannya di hiraukan.

Seandainya gadis itu mengetauhui usaha Dika sudah mati matian menghilangkan kegengsian dan imagenya yang terkenal cuek kini sirnah di depan gadis yang malah mengabaikan pertannyaannya.

Suasana canggung menyelimuti keduanya. Dika ikut mengatur buku buku di rak. Alasan laki laki itu ke perpustakaan karena ia hari ini datang terlambat juga, oleh karena itu ibu Siska menyuruhnya datang ke perpustakaan dan membantu Nira merapikan Buku buku. Mendengar nama Nira yang di ucapkan ibu siska sempat membuat laki laki itu merasa tidak nyaman mungkin ini efek karena Teo dan Rafli yang selalu saja menggodanya dengan Nira.

Ketika sedang merapikan buku Mata hitam Dika tak sengaja melihat Nira di sampingnya yang sedang ke susahan menaruk buku ke rak paling atas. Gadis itu sudah berusaha berjinjit untum menggapai tapi apa boleh buat Badan Nira yang tidak terlalu tinggi membuatnya kesusahan.

Merasa takut Nira terjatuh dan hal lain yg akan terjadi Dika langsung mengambil buku yang di pegang Nira dan menaruknya ke rak yang tadinya sulit Nira jangkau. Badan Dika yang memang tinggi membuat laki laki itu tidak susah meletakan buku.

Gadis itu kini mendadak menjadi patung, seakan syaraf syaraf motoriknya berhenti berfungsi akibat syok melihat tingkah Dika yang mendadak berubah. Bukankah laki laki itu cuek dan tidak perduli kepada siapapun lalu kini kenapa berubah mengajak Nira bicara dan membantu gadis itu? Entahlah ini mungkin hanya perasaan Nira saja
"Akhir akhir ini lo gak pernah ke kantin kenapa?"
Dika kembali bersuara membuat Nira spontan menoleh ke arahnya mata mereka beradu pandang satu sama lain. Melihat mata itu membuat pertahanan Nira yang ingin mengabaikan laki laki itu runtuh

"Lagi malas ke kantin" jawab Nira senormal mungkin, gadis itu berharap suaranya terdengar baik baik saja di telinga Dika.
Mendengar jawaban Nira, Dika mengalihkan pandangan berusaha menyembunyikan senyuman yang mulai muncul di bibirnya. Aneh kenapa dia merasa senang sekali mendapat respon dari Nira?

Love Make Me FALLCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang