15. Begitu egois

274 17 0
                                        

Sebelum baca mending sambil dengerin lagu galau supaya bapernya total 😂

Autor POV

Dika dan Nira telah sampai di rumah Dika. Di ruang tamu ternyata ada Rafli dan Teo yang sedang menunggu.

"Ehem" batuk Teo sengaja menyambut kedatangan dua orang tersebut "udah main jemput jemput aja" ia menatap Dika menggoda. Sedangkan yang di tatap tidak merespon masih dalam air wajah yang datar

Nira salah tingkah mendengar godaan Teo ia menggaruk teguknya yang tak gatal. Cara perempuan itu salah tingkah

"Tumben lo berdua ke sini?" Dika mengalihkan perhatian memandang tidak suka ke arah Teo dan Rafli bergantian

"Emang gak boleh?" Tanya Teo menantang

Rafli berdiri lalu memasukan ponsel ke dalam saku celana jeansnya "Kita di undang sama nyokap lo buat pesta di sini"

"Pesta?"

"Iya pesta makan makan" kata Teo menjelaskan sambil memperagakan saat makan

Dika benar benar binggung seingatnya bundanya tidak memberitahu apapun mengenai pesta makan makan.

"Lo sama Nira mau latihan?" Rafli menyadari pakaian Nira dan Dika yang santai tanpa menggunakan jeans dan masing masing di gantikan dengan celana trening

"Gak jadi"

Mata Nira seketika melirik heran ke arah Dika yang berdiri di sampingnya. Bagaimana bisa laki laki itu berubah pikiran dengan cepat. Dan kalaupun Dika tidak berniat latihan sejak tadi seharusnya ia memberitahu Nira agar Nira tidak usah repot repot datang ke sini.

"Loh, kenapa?" Pertannyaan yang seharusnya di tanyakan Nira itu terlontar dari mulut Teo

"Gak mood lihat muka lo berdua" jawab Dika Datar

Teo melempar bantal sofa dan berhasil mengenai wajah Dika "Sialan lo!"

Dika mengambil bantal yang di lemparkan Teo lalu balas melempar kembali ke Teo. Teo meringis kesakitan. Tanpa perduli Dika duluan masuk ke dalam ruang Tv berniat menanyai sang Bunda tentang kebenaran pesta makan makan yang di katakan Teo dan Rafli.

"Yuk Ra, masuk" ajak Rafli. Laki laki itu benar benar ramah. Bukan berarti Teo tidak ramah atau menyenangkan hanya saya Rafli lebih kalem dan halus kepada Nira

Nira menggeleng "gue pulang aja. Latihannyakan gak jadi" ia merasa tidak enak ikut makan bersama. Masalahnya tadi Dika telah mengatakan bahwa mereka tidak jadi latihan badminton dan itu tandanya Nira harus pulang lagian Dika juga tidak mengajaknnya tadi gak mungkinkan kalau Nira ikut nimbrung tanpa izin dari si pemilik rumah

Teo yang sedang mengelus bagian kepalanya yang sakit ikut bertanya "Kok pulang? Mumpung lagi di sini ayok ikutan aja" ia berdiri di samping Rafli yang berada di depan Nira

Nira lagi lagi menggeleng tak enak "gue balik dulu. besok kita mulai MID jadi gue harus belajar. Bye" Nira baru saja membalikan badan

"Gue anter ya?" Rafli menawarkan

Nira berbalik dan tersenyum "gue sendiri saja" setelahnya ia keluar dari pintu utama rumah Dika.

Rafli pasrah ia tidak bisa memaksa Nira lagi. Ia dan Teo menyusul Dika yang sedang ngobrol bersama Sinta di pinggir meja makan

"Nira mana? Bukannya kamu bilang jemput dia tadi" Tanya Sinta kepada Dika tak melihat tanda tanda keberadaan Nira

Dika juga binggung lalu menatap kedua sahabatnya dengan tatapan bertanya

"Oh itu Nira udah pulang tadi tante" jawab Teo

Tanpa mendengar penjelasan lebih lanjut dari Teo maupun Rafli. Dika segera berlari keluar berniat menyusul Nira semoga gadis itu belum jauh dari sini.

Love Make Me FALLCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang