4 - Cowok SGM

1.2K 244 245
                                        

"Untuk mendapatkan apa yang kita tidak pernah miliki, kita harus melakukan apa yang tidak pernah kita lakukan."

----------

   Saat ini Ami sedang mengendarai mobilnya menuju rumah, entah sudah berapa lama ia belajar dengan Assyami di kostan Zackhirja hingga jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam. Kedua orang tuanya tidak berada di rumah, mereka sibuk pada pekerjaannya masing-masing. Jadi ia tidak perlu khawatir.

Ayahnya berada di luar negeri mengurus bisnisnya dan Ibunya juga mengurus bisnisnya di luar kota. Ami merasa dirinya ini anak yang kurang kasih sayang orang tua. Tentang kehidupannya, ia hidup seperti orang kaya lainnya, hanya saja ia kurang pintar dan belum memiliki teman dekat di SMA.

Assyami dan Zackhir akhir-akhir ini dekat dengannya, namun belum berarti hubungan mereka sudah menjadi teman. Sebenarnya Ami tidak ingin dekat dengan pria berandalan seperti Zackhir karena sejak awal ia sudah mencapnya sebagai cowok SGM (Sinting Gila Miring). Tapi karena ada suatu keadaan yang mengharuskannya untuk mendekatinya, Ami tidak memperdulikan itu lagi.

Sedangkan Assyami, menurutnya cukup manis kalau dilihat, hanya saja Asya lebih mengutamakan pelajaran dari pada bersosialisasi di sekitarnya.  Sifatnya juga sedingin gunung es dan cukup membosankan. Tapi karena ketulusan hatinya yang mau membantunya belajar, Ami lagi-lagi tidak memperdulikan itu.

Tak lama kemudian setelah sibuk mikir nggak jelas, rumahnya sudah terlihat. Pak Jay membuka gerbang dengan terburu-buru, mungkin semua pembantunya yang berjumlah tiga orang termasuk pak Jay tidak tidur hanya untuk menunggunya pulang.

Sesampainya di ruang tengah, salah satu pembantunya langsung menyambutnya dengan senyuman hangat. Ia membawa Ami ke ruang makan, disana terlihat pembantu satunya sudah menyiapkan makan malam untuknya. Ami terlihat terharu, memang saat pulang sekolah ia belum makan apa-apa. Andai saja yang melakukan ini adalah kedua orang tua Ami, sungguh ia bakalan senang sekali.

***

Sekolah itu sudah terlihat cukup ramai. Sebuah mobil merah terlihat memarkirkannya di parkiran sekolah. Dia, Ami merentangkan kedua tangannya ke depan sambil tersenyum. Ia berjalan santai di koridor sambil melirik ke kanan dan kiri kalau ada cogan lewat.

"Ami," Ucap bu Yera menghampirinya.   Entah gerangan apa guru tergalak di sekolahnya memanggilnya. Ami memperhatikan penampilannya, apakah jangan-jangan ia melanggar aturan sekolah. Namun ia merasa tidak ada yang salah dengan dirinya.

Bu Yera menyodorkan lembaran kertas lalu pergi begitu saja. Ami memperhatikan kertas tersebut dengan lamat-lamat. Sudut bibirnya membentuk senyuman. Ami tersenyum sambil loncat-loncat kegirangan. Tanpa berpikir panjang, ia berlari seperti orang kesetanan dengan wajah sumringah.

BRUKK

"Aww.." ringis seorang pria karena Ami baru saja menubruknya.

"Maaf aku buru-buru," ucap Ami tanpa melihat wajahnya.

"Hey tunggu kau!" pria itu mengejar Ami dan menyentuh pundak gadis tersebut.

"Ada apa lagi? Aku udah minta maafkan? Kyaaa Alien!!!" ucapannya berakhir berteriak saat melihat wajah pria itu sangat mengerikan seperti alien.

"Alien? Enak aja manggil alien!" katanya marah, rupanya wajahnya belepotan karena burger. Wajahnya ada tomat dan timun dilumuri saos. Ami tidak dapat mengenalinya karena wajahnya belepotan.

"Lihat! Ada bu Yera!" teriaknya sambil menunjuk arah.

"Mana?" pria itu menoleh ke belakang. Tanpa berpikir panjang Ami berlari secepat kilat.

ZaczacCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang