Chapter 1

4.4K 273 12
                                        

_ooOOOoo_

==Author Side==

Seorang Namja yang masih mengenakan Seragam sekolah berdiri di depan sebuah pintu rumah berwarna coklat, terlihat ia mulai memejamkan mata sembari menarik nafas dan mulai melangkah memasuki sebuah rumah, Rumah yang selama ini menjadi tempat untuknya berteduh dan menghilangkan rasa penat setelah seharian berada di sekolah. Semua materi Pelajaran membuat kepala Namja itu terasa berdenyut hebat, sedikit merenggangkan otot Leher, Namja itu memasuki sebuah ruangan di mana hanya dia yang suka masuk ke sana. Tempat semua hal yang paling ia sukai, ruangan yang berisi seluruh alat musik namun hanya satu alat musik yang paling ia suka.

'Violin atau sering di sebut dengan Biola'

Setiap selesai melakukan aktifitas pagi hingga petang, alunan Biola itu yang menemaninya dan memecah kesunyian malam. Sebelum mulai memainkannya, terlebih dahulu Namja itu membersihkan tubuhnya yang lengket akibat aktifivitas yang ia lakukan seharian. Menikmati setiap guyuran air segar nan hangat yang menyentuh kulitnya.

"Huuuhhh" hembusnya perlahan.

Selesai membersihkan diri, langkah kakinya bergerak menuju dapur dan mengambil beberapa cemilan kecil serta minuman untuk menemani di ruangan yang paling ia sukai, apa lagi kalau bukan ruangan musik. Dengan langkah pelan, ia mulai masuk ke dalam ruangan itu dan mengambil benda yang paling ia sukai, meletakkannya di antara leher dan menggerakkan Dawainya dengan lembut.

Suasana rumah yang kosong nan sunyi terpecahkan karna alunan melodi indah yang ia ciptakan, malam nan sunyi berubah menjadi malam yang penuh dengan suara lembut dari benda yang ia mainkan. Namun,

Braaakk,,,,,, Praannkk,

Sebuah suara benda jatuh membuyarkan konsentrasinya untuk menikmati suara lembut itu. Ia mulai memutar kedua bola mata dan menarik nafas berat.

"Huh, dia mulai lagi" Gumamnya

Ia kembali menarik nafas pelan dan mencoba mengacuhkan bunyi yang menganggu itu, ia mulai membuat nada baru dengan tempo pelan. Sejenak sebuah senyum simpul tercipta dari bibir manisnya saat berhasil menemukan sebuah nada yang tepat untuk menyambung nada yang sebelumnya, namun itu hanya sekejab karna suara benda jatuh kembali membuatnya harus menghentikan kegiatan yang ia lakukan.

Brukkk.

Dengan langkah kaki perlahan, Namja itu mulai membuka pintu dan berdiri sembari melipat tangan serta menyandarkan punggungnya di depan pintu. Mata sipitnya menatap liar Namja yang datang dengan jaket berwarna hitam serta penampilan yang acak-acakkan. Sebuah senyum miring kini tertera pada Namja itu.

"Kali ini apa yang kau lakukan Taehyung?" tanyanya datar

"Bukan urusanmu!" Dengus Namja yang di panggil Taehyung .

"Kau kalah lagi?" tanya Namja itu datar tapi terkesan meremehkan

"sudah ku katakan, bukan urusanmu" ucap Taehyung sembari mengacak kasar rambutnya.

"dasar pecundang" ucap sang Namja dengan mata tajam menatap tingkah Taehyung.

"Apa kau bilang Hyeong? Pecundang? Heh, seharusnya aku yang berkata seperti itu. Kau menghabiskan sepanjang waktu dengan Biola rusak itu sedangkan aku menghabiskan waktu dengan berkumpul dengan yang lain, siapa sekarang yang pantas di bilang pecundang Hyeong?" Ucap Taehyung dengan mata memanas.

"K-Kau.." Namja itu semakin tajam menatap Taehyung, tangannya mulai mengepal dan siap untuk memukul Namja yang bernama Taehyung.

"MWO?! Mau memukulku? Silahkan" tantang Taehyung.

Tale Of MelodiesCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang