ketika hati ini merasakan
sebuah perasaan mendalam
namun logika tak mampu temukan
tak mampu terjemahkan apa yang sedang hati ini rasakan
kejam sungguh kejam
ketika mulut tak mampu berkata
ketika lidah telah tak sanggup mengeja
bahkan air mata telah mampat
tak mampu hujankan tangis seperti biasanya
bagai seorang bayi yang hanya bisa menangis
di mana orang tua mencoba mengartikan setiap teriaknya
beruntungnya bayi itu
bahkan aku sendiri tak sanggup menangis
mata, mulut, hati, telinga
mereka tergagap semua
meski aku tahu ini cuma sementara
tetap saja dada ini mengisak
mungkin ini rintihan jiwa
rintihan jiwa yang logika ini tak mampu terjemahkan
atau mungkin ini rindu
sebuah bahtera yang silau oleh cahaya lampu mercusuar yang merusak mata
lalu aku harus bagaimana?
KAMU SEDANG MEMBACA
Percakapan Perasaan
PoetrySeduhlah kopimu malam ini. Ambillah buku serta penamu. Sekaranglah waktunya untuk: menuliskan perasaan, merasakan tulisan, membaca serta menikmatinya di setiap malam.
