ayah
kaulah harta termegah
bekerja tak kenal lelah
membimbingku seturut arah
ayahku
meski ragamu tak dapat selalu ada di sisiku
namun engkaulah raja dan akulah puteramu
seperti tak kenal waktu senantiasa menjagaku
ayah
semakinku bertumbuh dewasa
engkau pula semakin menua
izinkan aku sepenuhnya ungkapkan isi di dalam dada
terimakasih untuk segala kasih
setiap peluh yang mengucur pedih
segala daya lelah dan jerih
sampai kapanpun
aku 'kan selalu mencintaimu
selamanya
KAMU SEDANG MEMBACA
Percakapan Perasaan
PoesíaSeduhlah kopimu malam ini. Ambillah buku serta penamu. Sekaranglah waktunya untuk: menuliskan perasaan, merasakan tulisan, membaca serta menikmatinya di setiap malam.
