26

8.8K 354 18
                                        

"Siapa kamu?" tembak Alex langsung saat sudah diteras rumahnya dan menghadapkan cahaya senter itu ke yang sedang berdiri didepan Alex.

Orang yang ditanyai pun segera berbalik saat mendengar suara seseorang dibelakangnya dan langsung kaget saat melihat cahaya terang tepat didepan wajahnya

Alex memandangi orang itu dengan curiga, sedangkan Jany yang dari kejauhan dapat melihat orang itu juga segera me-melototkan kedua matanya, kaget dengan yang dikatainya 'keanehan' tadi itu.

"Maaf, siapa ya?" Alex mengulang pertanyaannya karena orang yang diketahuinya seorang pria itu tak menjawab pertanyaan Alex sebelumnya, begitupun saat ini, pria itu hanya tersenyum ramah.

Jany yang tadi me-melototkan matanya kini sedikit melangkah maju untuk benar-benar memastikan apa yang dilihatnya karena dari jauh sedikit samar karena gelap dan benar saja, apa yang dilihatnya itu tidak salah lagi.

Dengan cepat Jany berjalan menuju teras rumahnya, Alex yang mendengar langkah Jany berjalan menujunya segera berbalik dan melarang Jany untuk tidak mendekat, tapi Jany bukannya berhenti, ia malah berjalan cepat melewati Alex hingga kedua mata Alex terus melihat dan mengikuti Jany yang sedang berjalan menuju orang tadi.

"Kamu?" sekarang perasaan Jany benar-benar campur aduk karena ia begitu takut, kaget, bahagia dan sedih, entah apa yang dirasakannya, tapi itulah yang terjadi.

Orang yang ditatap Jany pun langsung memekarkan senyumannya tadi lalu mengangguk menandakan 'iya', iya seperti apa yang dipikiran Jany sekarang.

"Hello Jany" sapa orang itu dan segera memajukan sedikit wajahnya bermaksud untuk mencium kedua pipi Jany tapi Jany dengan cepat mundur selangkah hingga Niki terdiam dan kembali ke posisi sebelumnya tanpa mencium pipi Jany

"Ini Indonesia Nik, bukan Amerika" Jany memperingati Niki dan Niki mengerti apa yang dimaksud Jany dan hanya mengangguk tersenyum

"What are you doing here?" tambah Jany dengan suara sedikit tercekit

"Jany, kamu gak seharusnya nyapa aku seperti itu, kamu tuh seharusnya bilang 'Hello Niki' buat aku" balasnya tanpa melepaskan senyum ramah tadi, sepertinya senyuman itu memang sudah melekat diwajah pria itu.

"Niki? Niki? Apa dia yang Jany bicarakan beberapa waktu lalu? Niki yang Jany hindarin dan yang suka Jany ?" batin Alex, kaget dengan dugaannya sendiri.

"oh maaf-maaf, Hello Niki. But, apa yang kamu lakuin disini?"

"Kamu" Niki menunjuk Jany dengan gerakan matanya

"Aku?"

"Aku disini karena kamu" jawab Niki enteng hingga berhasil membuat Jany menutup rapat kedua matanya sebentar lalu menghembuskan nafasnya dengan perlahan.

"aku? Kamu? Jany dan orang itu pake aku kamu? Sejauh apa hubungan mereka? Tapi kemarin Jany bilang dia gak mau ada hubungan dengan Niki selain pertemanan saja. Dan apa? Dia disini karena Jany? Haaah gak beres nih anak" Alex yang tadinya kaget kini merasa sedikit marah.

Tapi Alex tak menyadari apa yang sebenarnya yang ia rasakan, bukan marah melainkan cemburu. Ia cemburu melihat tingkah Niki yang terus-terusan tersenyum ramah seperti itu dan memandang Jany yang seperti Jany itu miliknya dan hidupnya. Alex benar-benar tak menyadari kecemburuannya itu.

I LOVE YOU, BROTHER! [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang