14

10.1K 424 4
                                        

Sampai sekarang, Jany masih belum juga menelpon Niki. Nomor itu masih terus ditatap olehnya.

"aku gak bisa Nik. Maaf" ucap Jany langsung menekan tombol kunci

Jany kembali menyandarkan punggungnya kedinding dibelakangnya dan menatap langit hitam diatas sana.

"Heeuh! Gelap. Benar-benar gelap! Tak ada bintang yang bertebaran, hanya bulan yang sendiri menyinari" Celetuk Jany dengan risih

"bulan itu benar-benar seperti gue sekarang. S E N D I R I !" jany mengucapnya dengan nada menekan

Kkrrrrrrttt

Suara itu menarik tatapan Jany yang tadinya ke langit sekarang langsung jatuh keperutnya yang malang itu.

Jany mengelus-elus perutnya mengetahui bahwa ia sempat melupakan ke-ter-lapar-an yang tadi dirasanya karena mengingat Niki kembali.

"Sudah jam setengah 12" Jany melihat jam tangannya, langsung berdiri melihat taman belakang lagi dan langsung berbalik

"Bodoo amat, gue lapaaaaaar" teriak Jany dari koridor kamarnya dan langsung masuk kekamarnya sambil lari terbirit-birit tanpa menutup pintu terlebih dahulu

**

"Suara apaan itu?" Alex menyerngit dahi saat mendengar suara teriakan Jany barusan

Alex ternyata belum tertidur.

Alex langsung berdiri, berjalan menuju pintu koridornya dan langsung membukanya dengan rasa was-was tanpa beranjak dari daun pintu sedikitpun

"sshhhhh, apa pencuri?" gumam Alex pelan sambil memiringkan sedikit kepalanya berpikir akan sesuatu

"Aaah gak mungkin lah, pembatas luar sebesar itu mana bisa dilewatin gitu aja. Lagian kan satpam disini selalu terjaga tiap hari" tambah Alex saat menyadari bahwa pencuri yang tadi dipikirkannya tidak mungkin ada dirumahnya.

Alex langsung melangkah sedikit keluar dari daun pintu

"Aaaah dingin" Alex mengusap-usap tangannya yang terasa dingin karena tertiup angin malam.

Alex masih memerhatikan sekeliling dari tempatnya berdiri hingga ujung matanya mendapati sesuatu yang salah disebelah sana.

Alex langsung melihat penuh dan mendekat ke ujung koridornya untuk melihat dengan jelas

"kenapa pintunya gak ditutup? Apa ada hal buruk terjadi?" Alex melihat ke arah pintu koridor Jany yang masih terbuka lebar. Alex berpikir mengingat kalau Jany memang sering seperti itu, melupakan sesuatu disekitarnya saat ada kondisi buruk yang sedang terjadi.

Alex yang segera menyadari itu langsung melangkah cepat ke dalam kamar dan membuka pintu kamarnya dengan cepat.

Ia masih melangkah dengan cepat menuju ke sisi pintu kamar ujung sana dan tanpa pikir panjang Alex langsung membuka pintu kamar berwarna kuning itu dengan kasar dan melihat ke sekeliling ruangan.

Gelap! Alex berpikir apakah adiknya itu memang sangat suka bergelap-gelapan seperti ini? Ini sudah kedua kalinya Alex mendapati kamar Jany seperti itu. Sekarang, Hanya cahaya besar yang menerangi karena pintu koridor Jany yang masih terbuka lebar.

Alex menyalakan lampu kamar Jany dan melangkah kedalam untuk menutup pintu koridor.

Ia masih mencari sosok pemilik kamar ini. Alex berjalan menuju kamar mandi Jany dan mengetuknya 2kali. Tak ada jawaban, Alex langsung membukanya. Kosong! Alex menutupnya kembali dan mendapati hape Jany yang berada dilantai dekat sofa.

Alex langsung mengambilnya dan berlari keluar kamar Jany dengan cepat.

"Jany! Jany! Apa yang terjadi!" ucap Alex berbisik karena takut membangunkan bundanya.

I LOVE YOU, BROTHER! [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang