^25^

12K 424 5
                                        

Jany berdandan dan menghiasi dirinya seminimal mungkin. Ia sudah mengingat betul kalau Alex tak nyaman melihat dirinya yang memakai pakaian ketat dan super minim hingga memancing banyak mata, maka kali ini Jany hanya menggunakan celana panjang hitam, Sweater kuning berwarna lembut sepatu kets abu-abu dan rambut yang sedikit dicurly dibiarkan tergerai begitu saja, yang jika semua digabungkan sangat cocok ditubuh Jany.

Jany mengaplikasikan bagian terakhir dibibirnya yaitu memakai lipbalm. Ia ingin benar-benar tampil seminimal mungkin yang ia bisa.

"aaah kelar deh!" Jany memutar-mutar badannya didepan cermin, memerhatikan setiap inci dari pakaian yang dipakainya "cocok gak ya? Ini pertama kalinya nih kayak gini" Jany ragu-ragu dengan hasil dandanannya "whatever dah! Toh cuma kali ini doang!" Jany segera keluar dari kamarnya, tak menghiraukan apapun lagi yang kurang didirinya dan segera turun ke ruang keluarga.

Sesampai disana, ia tak mendapat Alex atau suara-suara akan adanya Alex.

"Ka Alex?" panggil Jany dari bawah mengintip-intip pintu kamar Alex yang tertutup rapat dilantai atas.

"Ka Alex? Jany udah siap nih. Cepetan! Keburu malam banget" Jany berjinjit-jinjit melihat ke kamar Alex.

"Kakak disini".

Mendengar suara Alex yang belakangnya, ia segera berbalik dan mendapati Alex yang sedang memegang gelas yang sudah kosong.

"Oh Ka Alex didapur? Jany kirain masih dikamar. Yuk kak, laper nih" Jany memegang perutnya

Tapi Alex tak memerhatikan Jany yang sudah kelaparan, Ia memerhatikan bagaimana Jany sekarang

"Jan, pakaian kamu?"

"oh? Kenapa ka?"

"kamu gak salah pakai kan?" Alex memerhatikan Jany mulai dari sepatu, celana dan sweater yang digunakan Jany.

"enggak kok! Ga bagus ya ka? Atau Jany ganti aja kali ya" Jany melihat celana dan sepatunya

Alex terdiam mendengar jawaban Jany.

"Bukannya gak bagus. Kamu make apa aja bagus kok. Dan gak perlu diganti. Tapi kakak gak nyangka kamu akan make yang seperti ini"

"kan cuma mau makan malam doang. Lagian Jany lagi malas dandan aja" Jany berbohong karena ia dandan seperti itu demi melihat kenyamanan kakaknya saat berada bersama Jany.

Biasanya, Buat Jany, tampil cantik dan sempurna itu bukan masalah tempat, tampil cantik dan sempurna itu harus ada didiri wanita dimanapun wanita itu berada. Jadi maklum saja kalau wanita selalu dandan. Tapi sekarang, teori Jany itu tak berlaku lagi. Ia hanya ingin orang yang disayanginya nyaman bersamanya.

"Kakak seneng deh kalau kamu gak selalu make baju baju kamu yang seperti biasanya itu, yang kayak gini kan lebih asik. Kamu tetep cantik kok" Puji Alex yang benar adanya hingga membuat Jany merasakan darahnya yang memanas didaerah kedua pipinya.

Alex sampai kaget melihat Jany seperti itu. Bagaimana tidak? Ini bisa jadi peringatan baru buat Alex karena melihat Jany yang apa adanya. Sejak kecil Jany memang selalu memakai pakaian minim, apalagi sejak Jany tinggal di Amerika, pakaian Jany makin menjadi-jadi.

"udah siap?" tanya Alex meyakinkan Jany lagi

"udah. Dari tadi"

"tas kamu?" tanya Alex lagi karena tak melihat sesuatu benda yang biasanya tergantung di pundak Jany.

"gak bawa. Kan udah di kantongin. Nih!" Jany mengeluarkan apa-apa saja yang ada dikantongnya. Dan Alex kaget lagi karena yang dibawa Jany hanya Ponsel dan 1 jenis obat yang akan diminumnya sesudah makan.

I LOVE YOU, BROTHER! [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang